Archive for Februari, 2008
Tidak terasa saya sudah memasuki akhir Februari 2008
Tidak terasa sudah dua bulan saya melewati 2008
Dua bulan itu tidak terasa untuk dilalui
Ada hal yang aneh
Yaitu sangat terasa baru beberapa hari
Neng “Imel” tidak datang
Biasanya dia membawa berita, cerita, puisi, dukungan,
Bahkan curahan hati atau keluhan
Sekarang Neng “Imel” tidak datang, kemana ya?
Ah…
Nanti juga pasti Neng “Imel” akan datang juga
Memang [...]
Kabut menyelimutiku
Hujan mengguyur tubuhku
Anggin dingin mengerumuniku
Cuaca gelap menyerangku
Jalan licin, becek, kotor menjegalku
Ah…
Semua itu aku lalui
Semua aku lewati
Semua aku terebos
Ah…
Ternyata aku belum bisa menerobos jalan pikiranmu
Ternyata aku belum bisa menembus pintu hatimu
Kamis sore
Malam Jumat
Aku berperang dengan jalan licin, becek, kotor,
Aku melawan cuaca yang gelap, angin dingin
Aku melawan kabut yang menyerangku
Semua itu aku hadapi dengan tenang
Kamis sore
Malam [...]
Kamu marah?
Kamu bosan?
Kamu sudah tidak sudi lagi?
Kamu benci?
Wajahmu masih menyimpan
rasa rindu
rasa kangen
rasa kasih
rasa sayang
rasa cinta
Hatimu berkata
masih malu
masih benci tapi rindu
Sekarang….
Coba dengar kata hatimu…
Dengar dan dengar lagi
Kata hatimu mengakui semuanya
Coba dengar lagi suara hatimu
Suara hatimu mengatakan yang sejujurnya
Puisi lama merupakan pancaran kehidupan masyarakat lama yang memiliki ciri-ciri:
bersatu, tidak pecah belah, dan hidup lebih padu, dalam kesatuan itu ada yang mengikat yaitu adat istiadat yang telah turun-temurun,
setiap orang saling mengenali
hidup tolong-menolong, bergotong –royong membangun [...]
Meskipin lagit mendung, cuaca dingin
Hatiku tidak tetap cerah, ceria
Hatiku terasa plong
Hatiku terasa lega
Hatiku terasa tenang
Ketika mendengar kembali kicau burung yang lama murung
Ketika melihat mekarnya bunga ditaman yang lama kuncup
Ketika merasakan hangatnya sebuah rasa yang lama mendingin
Ah…
Senangnya sore ini
Ketika kita membahas masalah perkembangan sastra Indonesia, bayangan kita seringkali tertuju pada angkatan-angkatan sastra Indonesia, seperti angkatan 1920-an atau disebut juga angkatan Balai Pustaka; angkatan 1933, yang disebut juga angkatan Pujangga Baru; angkatan 1945 yang disebut angkatan Pendobrak, dan angakatn 1966 atau disebut juga angkatan Orde Lama.
Angkatan 1920-an identik dengan novel Marah Rusli berjudul [...]
Daripada kita menceritakan orang lain yang bukan-bukan (gosip murahan) mendingan menulis cerita rekaan berupa cerita pendek.
Anda mungkin sering mendapatkan pengalaman, atau sering pula menyaksikan sesuatu. Pengalaman-pengalaman tersebut tetu beragam-sedih, gembira, marah, lucu, memilukan, menakutkan, mengharukan, mengerikan, dll. Bagi orang yang berpotensi menulis tentu hal-hal tersebut akan mudah saja tentunya dalam tulisan.
Bagi penulis pemula kejadian-kejadian baik [...]
Saya belajar meniup terompet sejak tahun 1997. Awalnya saya pernah jadi tim pembina dan pelatih drum band SMA Kosgoro Kuningan tahun 1997. Ketika itu saya ikut belajar meniup terompet, ya lumayan hasilnya pas-pasan. Pernah ikut dalam grup band-dangdut SMAKOS. Jadi setiap ada acara hiburan pasti niup terompet atau setiapa da acara agustusan pasti ikut jadi [...]
Ketika duduk termangu di bawah pohon yang rindang hatiku berkata:
Butuh waktu tahunan bahkan berpuluh tahun membangun kreadibilitas. Namun keruntuhannya bisa terjadi hanyan dalam wakti sekian detik saja.
Allah meciptakan seseorang ke muka bumi dibekali dengan kelebihannya yang akan berguna beginya dalam ikhtiar menggapai kemuliaan diri.
Orang yang berbhagia tidak bekerja mengikuti hasrat fisiknya. [...]
Hari Sabtu (23/02/2008) saya diundang olah anak-anak OSIS SMAKOS untuk menghadiri acara HUT SMAKOS ke-32. Pagi-pagi saya datang dengan membawa foto digital, camcorder, infocus, saxopon, dan terompet. Biasa ada tugas tambahan untuk menjadi juru foto dan juru kamera, bahkan sebagai pengisi acara. Kacau deh… katanya sebagai undangan kok jadi petugas.
Nah beginilah ketika meniup [...]




























