Asyiknya Kegiatan Pramuka di Balong Dalem Kuningan

IMG_6615 IMG_6617 IMG_6618 IMG_6619 IMG_6621Ayo… jaga kekompokkanmu, ah… ternyata mereka asyik dengan kegiatannya. Balong Dalem Kuningan memang seudah sejak lama cocok dipakai kegiatan kepramukaan, semakin hari semakin ditata rapi, berbagai fasilitas disediakan, ada gasebo kecil, ada gasebo besar, ada penginapan, ada panggung hiburan, ada bangunan dua lantai (rumah panggung dua lantai), ada fasilitas outbond. Meskipun masih tahap penataan sepertinya sudah penuh jadwal pemakaian lokasi Balong Dalem dipakai perkemahan.

Kegiatan yang memerlukan ketangkasan dan keterampilan yang cukup berat yaitu memasukkan air pada paralon yang berlubang, kapan penuhnya nih?

(Mini) Jambore Pramuka di Kuningan Membuat Anggota Pramuka “Enjoy”

IMG_6593

Kegiatan lomba teknik kepramukaan sangat menarik bagi siapa saja, kegiatan ini berupa permainan ketangkasan dan keterampilan serta mengatur kekompakkan tim. Kegiatan semacam ini sangat cocok dikembangkan pada usia anak sekolah, karena memacu berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Saya kurang paham siapa penyelenggara kegiatan ini di Kuningan, tapi saya paham kegiatan ini dalam rangka reaktualisasi kegiatan kepramukaan sekaligus promo tempat wisata di Kuningan.

IMG_6594 IMG_6595 IMG_6596 IMG_6599 IMG_6600

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_6603 IMG_6609

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta lomba keterampilan kepramukaan terserbut cukup ramai dan banyak peserta yang mengikutinya, mereka sangat enjoy dalam berlomba karena bermain sambil berlomba dan berlomba sambil bermain, jadi unsur “nakal” unsur “curang” sepertinya tidak terjadi, karena mereka terlihat langsung oleh siapa saja (pengunjung objek wisata, peserta lomba, pantia, atau juri) apa yang dilakukannya.

Kegiatann yang dilombakan mulai dari pentas seni, ketangkasan, keterampilan, kekompakan tim, kekuatan fisik, dan mental sabar untuk terus berjuang dan berjuang terus. Saya berpendapat jika kegiatan ini dikembangkang di sekolah dengan serius maka bisa jadi siswa akan ceria, senang, sehat dan akan menumbuhkan semangat belajar. Tidak jenuh dan dan tidak bosan menghadapi pelajaran di kelas. Namun ada hal yang menarik, mengapa peserta penggalang lebih enjoy, lebih menarik daripada peserta penegak? Apakah pola pembinaan penggalang lebih serius? Apakah pola pembinaan penegak membosankan? Ah… itu hanya sepintas saja.

Hem… saya pun asyik juga menikmati indahnya objek wisata balong dalem Kuningan.

 

UKG 2015: Menggunakan Mouse Terasa Lebih PeDe daripada Menggunakan Papan Ketik

Tombol-tombol UKG

Tombol-tombol UKG

Pelaksanaan UKG 2015 cukup rapi dan lancar, hal ini hasil perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan UKG diiukuti seluruh guru di Indonesia. Para guru sangat antusias untuk mengikutinya, hal ini terbukti semua kalangan guru tua dan muda, baik yang sudah mengenal komputer ataupun belum mengenal komputer sama sekali. Pelaksaan UKG tidak terkendala, pelaksanaan cukup lancar.

Peserta paling tua yang beberapa bulan akan purna bakti tetap semangat mengikuti UKG. Ada beberapa hal yang unik ketika menjawab soal, beberapa peserta yang belum terbaiasa menggunakan “mouse” dipaksanakan untuk mengunakannya. Hasilnya lebih lama “berpikir” cara memindahkan dan mengklik daripada menyelesaikan soal UKG. Yang terjadi ada beberapa peserta yang “pusing” karena sulitnya memindahkan dan mengklik pilihan yang tersedia. Padahal sudah disarankan menggunakan papan ketik yang sangat mudah dan praktis. Meskipun disarankan beberapa kali tetap saja peserta tersebut ingin menggunakan mouse dari papan ketik, karena menggunakan mouse terasa lebih pede dan lebih keren, padahal menyiksanya. Itulah gambaran rasa pede dan gengsi, namun banyak juga yang lebih memilih mengunakan papan ketik, dan katanya lebih terasa nyaman bahkan enjoy saja menjawab soalnya.

Peserta UKG paling tua

Peserta UKG paling tua

Peserta UKG paling muda

Peserta UKG paling muda

Penilaian Kurikulum 2013 Menjadi Skala 10?

Malam semakin larut, namun pikiran dan hati saya seperti ada yang membisikkan sekilas info masalah penilaian kurikulum 2013. Tulisan sebelumnya saya menulis kurikulum 2013 akan berganti menjadi kurikulum nasional saat ini saya ingin menuliskan penilaian kurikulum 2013 dikembalikan ke skala 10 yaitu rentang 1-10 seperti saya dulu sekolah 1979-1990.

Jadi penilaian kurikulum 2013 disederhanakan dari skala 4 (1-4) dengan predikat A/B/C/D dengan segudang deskripsi menjadi skala 10 yaitu rentang 1-10 dengan deskripsi juga yang sederhana. Hal ini dilakukan sebagai sistem penilian yang mudah, akurat dan otentik dalam rangka penguatan otonomi sekolah dan pendidik. Dengan penilaian seperti itu maka pendidik akan enjoy mendidik siswanya, akan enjoy memberikan pembelajarannya dan tidak dipusingkan dengan segudang administrasinya.

Semoga penilaian terserbut mendukung pada penilaian proses bukan sebagai penilaian hasil. Nah kita tunggu saja semoga penilaian skala 10 segera terlaksana dengan baik.

Kurikulum 2013 Akan Berganti Menjadi Kurikulum Nasional?

Sudah lama saya tidak menulis, malam ini saya sedang ada mood untuk menulis. Menulis apa yang saya pikirkan saat ini. Pikiran saya mendadak enjoy ketika mendengar dunia pendidikan akan melahirkan kurikulum nasional. Bisa jadi kurikulum nasional akan muncul ketika semua sekolah sudah melaksanakan kurikulum 2013 yang sudah disempurnakan. Lalu kapankah semua sekolah akan melaksanakannya, bisa jadi tahun 2020 sudah enjoy dengan kurikulum 2013 yang sudah disempurnakan, nah ketika itulah lahir kurikulum nasional.

Saya pikir bahwa kurikulum apapun pasti berubah sesuai perkembangan jaman hal ini karena kebutuhan yang berbeda-beda setiap jamannya. Pada jaman sekarang begitu pesatnya model-model pembelajaran, berbagai media pembelajaran yang menyenangkan disesuaikan dengan keadaanya. Meskipu berbeda-beda namun tetap satu tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal, kita pernah mendengar “banyak jalan menuju roma”.

Saya juga berpikir bahwa implementasi kurikulum pendidikan berhasil dimulai dari pengetahuan, keterampilan, hubungan sosial (implementasi pengetahuan dan keterampilan pada kehidupan sehari-hari yang bermanfaat bagi sesama) dan terakhir hubungan dengan Maha Pencipta (selalu bersyukur atas nikmat anugrah mencari ilmu dan mengamalkannya, tidak sombong dan angkuh bahwa pengetahuan bersumber dari Maha Pencipta). Jadi menurut saya jika merujuk pada kurikulum 2013 urutannya KI3-KI4-KI2-KI1.

Semoga mulai tahun ajaran yang akan datang dunia pendidikan akan menikmati kurikulum 2013 yang terus disempurnakan sesuai perkembangan jaman dan tidak semakin ribet namun semakin menyenangkan semua pihak. Selama itu pula tidak serta merta tahun ajaran yang akan semua akan akan melaksanakannya.

Sudah malam nih, baiklah kita tunggu perubahan nama kurikulum 2013 menjadi kurilum nasional.

Mendikdasmenbud: “Gerakan Hormati Gurumu” Memberikan Keistimewaan pada Guru

Mendikdasmenbud

Mendikdasmenbud

Saya baru fokus sekarang pada pernyataaan mendikdasmebud yang memiliki gagasan gerakan hormati gurumu. Gagasan ini memuat tentang pelayanan yang istimewa bagi para guru (apakah berlaku pada semua guru, baik yang sudah purna bakti dan masih aktif mengabdi, karena guru itu tidak ada istilah “purna”), keistimewaan terserbut berupa diskon untuk setiap pembelian buku, kemudahan boarding di bandara, dan keistimewaan lainnya. Semoga apa yang ditulis di kompas menjadi kenyataan.

Apa susahnya sih kasih diskon untuk guru untuk semua urusan. Datang ke toko buku, datang ke toko apa pun dapat keringanan. Kalau guru mau terbang, izinkan dulu guru boarding. Saya mau ngomong ke CEO airline, biar semua orang di tempat itu sadar bahwa saya bisa duduk di tempat itu karena guru,” ujar Mendikdasmenbud.

Dengan membudayakan penghormatan terhadap guru mulai dari hal-hal kecil itu, Anies menilai suasana belajar pun akan berubah. Sementara, peran negara dalam gerakan ini, kata Anies, tetap sebagai pemberi fasilitas dan pendorong gerakan masyarakat.

(sumber: http://nasional.kompas.com/)

Baca entri selengkapnya »

Kurikulum 2013: Permendikbud 104 Tentang Penilaian, Predikat B- Menyatakan Bisa Tuntas, Bisa Juga Belum Tuntas

Setelah saya membaca Permendikbud 104 Tahun 2014 tentang penilaian ada yang berberda dari Permendikbud sebelumnya (81A). Dalam Permendikbud 81A siswa yang berpridiket B- dipastikan sudah tuntas atau sudah memenuhi KKM, namun dalam Permendikbud 104 tahun 2014, siswa yang berpredikat B- dimungkinkan bisa belum tuntas (di bawah KKM) atau juga sudah tuntas, hal ini karena rentang nilai B- pada Permendikbud 104 mulai 2,51 sedangkan batas ketuntasan minimal 2,67. Sebagai perbandingan saya perlihatkan perbedaannya seperti di bawah ini. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.301 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: