Belajar Menjadi Pembelajar

Sepuluh hari sudah saya ditempa untuk menjadi pembelajar, pembelajar yang harus tetap belajar sepanjang hayat, belajar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Berawal dari malas belajar kemudian akan ada ujian, maka saya belajar sesaat hanya untuk memenuhi ujian terserbut.

Dari hasil ujian tersebut katanya hasilnya memenuhi syarat untuk belajar menjadi pembelajar. Akhirnya saya diberi kesempatan untuk berlatih dan belajar menjadi pembelajar. Selama belajar ternyata ada ujian, dan begitu selamanya sepanjang saya menempuh “perjalanan” tiap sesi dan kegiatan.

Setelah paham tentang pembelajar, maka saya simpulkan setiap saya belajar sesuatu pasti ada ujiannya. Bukan mau ujian kemudian belajar. Setelah mengikuti ujian saya terima hasilnya dengan lapang dada, dan terus bersabar untuk berusaha untuk tetap belajar menjadi pembelajar.

Ah.. ternyata saya sudah melupakan “belajar sepanjang hayat” (wajib belajar itu sejak lahir sampai liang lahat)

Iklan
Ditulis dalam Curhat, Pribadi. 1 Comment »

Basa Ema Nyarita Anu Panungtungan

Tilu puluh Mei dua rebu genep welas
Ema kungsi nyarita anu panungtungan
Ema kungsi wasiat anu panungtungan
Ema kungsi nedunan sagala kahayang anu panungtungan

Ema kungsi ngedalkeun eusi hate anu tugenah
Ema kungsi ngabudalkeun sagara rasa
Ema kungsi cumarita
“Ema can boga bekel keur maot”

Teuteup ema katingal pondok
Teuteup ema katingal geus teu seukeut deui
Renghap ranjug ema katingal beda ti sasari

Ema kungsi nyarita
“Nafas ema karasa engap”

Hate kuring galecok
“Duh ema….”(sarebu basa dina jero hate anu teu bisa dikedalkeun)

Jumaah, jam 12 tilu Juni
Ema ngaluarkeun nafas anu panungtungan
Ema nutup perjuangan ngadidik para putra anu panungtungan
Ema nutup conto kahirupan pikeun para puta anu panungtungan

Ema kungsi nyarita…. anu panungtungan

Ema hapunten abdi mung tiasa jajap ku dunga

Mugia ema khusnul khotimah, amiin.

(Bandung , 3 Juni 2016  jam 12.45 bada solat Jumaah ditelepon ku Bapa)

 

Dengan Dua Ribu Rupiah yang Diberikan Sang Sopir Elef Kuningan-Cirebon kepada Orang Buta di Gronggong, Menyelematkan Penumpang

Kota Cirebon dan Lautnya Dilihat dari Gronggong

Kota Cirebon dan Lautnya Dilihat dari Gronggong

Inilah kota Cirebon dan lautanya yang dilihat di daerah Gronggong Cirebon. Daerah ini jika dari arah Kuningan merupakan daerah “turunan” yang agak berkelok berpemandangan indah, jika melihat ke kiri akan tampak Ciremai yang indah, jika melihat ke kanan akan terlihat pemadangan seperti foto di atas. Daerah Gronggong cocok untuk beristirahat, di sana sudah tersedia rumah makan sederhana dan modern, bahkan pada akhir pekan biasanya ramai dikunjungi.

Saya merasa biasa saja ketika menikmati suasana di Gronggong dengan pemandangan indah kota Cirebon dan birunya laut Jawa atau indahnya gunung Ciremai yang menjulang tinggi, atau sekedar untuk beristrirahat. Hal yang mengagetkan saya adalah ketika saya naik angkutan umum  elf dari Kuningan ke Cirebon, sopir tiba-tiba meminggirkan kendaraanya di daerah Gronggong. Baca entri selengkapnya »

Jalan-jalan ke Pangandaran

Sudah lama tidak berkunjung ke Pangandaran, pada awal Mei “anak-anak” mengajak jalan-jalan ke obyek wisata pananjung Pangandaran dengan maksud melepas kepenatan selama rutinitas, dan melepas kejenuhan. Karena saya diajak mereka akhirnya nurut saja dan dijadikan sebuah kegiatan yang berarti, karena kegiatan ini bisa jadi pertemuan terakhir kebersamaan dengan mereka untuk berjumpa kembali dalam keadaan yang berbeda. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pribadi. 2 Comments »

Menikmati Indahnya Di Kaki Gunung Ciremai

Ketika sedang jenuh dengan rutinitas, “anak-anak” mengajak saya jalan-jalan untuk menikmati indahnya, segarnya udara dan suasa di kaki gunung Ciremai.

Baru saja menaiki jalur ke kaki gunung Ciremai anak-anak ngajak mampir dulu di “saung strowbery” yang kebetulan pada hari itu sedang ramai juga dikunjungi, seperti gambar di bawah ini. Baca entri selengkapnya »

Menghilangkan Kepenatan

Sejak awal September saya tidak memutakhirkan blog ini, sekian lama saya asyik dengan rutinitas yang melelahkan tenaga dan pikiran, akhirnya pada malam ini kepenatan memuncak. Ketika memuncak inilah saya mencoba menghilangkan kepenatan itu, akan saya gunakan untuk menghibur diri dulu. Kegiatan yang cukup menyita waktu akan saya tunda dulu sampai besok malam. Saya akan mencoba keluar selama 24 jam dari jeratan sang waktu, dari jeratan rutinitas, dan akan saya mencoba dengan aktivitas yang baru untuk menghilangkan kepenatan ini.

Di halaman rumah ada pot yang bertisi tanaman hias yang tanamannya kurang terawat, karena mungkin saya sudah bisan dengan tanaman itu, lalu akan saya coba dengan menanam warung hidup, mudah-mudah2an tanaman tersebut berfungsi ganda, ya sebagai tanaman hias ya bisa juga untuk kehidupan “dapur”. Baca entri selengkapnya »

Menulis Lagi

Sudah lama saya tidak memutakhirkan blog ini, mohon maaf kepada para pengunjung, yang sampai saat ini blog saya tidak dimutakhirkan. Insya Allah mulai sekarang akan saya coba untuk menulis lagi.

Tulisan saya akan bersisi apa saja, yang saya mau tuliskan, bisa jadi tulisan saya sudah basi atau bahkan kurang bermakna. Blog ini sebagai termpat curhat yang paling setia untuk menerima segala keluh kesah saya.

%d blogger menyukai ini: