Baca Tulis dan Mengeja Cepat: Literasi

Saat ini sedang gencar dan sedang tren menggunakan istilah literasi. Ada latar belakang istilah tersebut menjadi tren, salah satunya berdasarkan hasil penelitian pihak luar (negeri) yaitu daya baca bangsa Indonesia rendah(?). Mengapa pihak dalam negeri tidak melakukan penelitian? Mengapa selalu berdasarkan penelitian pihak luar negeri? Mengapa berdasarkan penelitian sebelum tahun 2015? Sementara digembar-gemborkannya baru tahun 2015? Apakah gerakan literasi berkaitan banyak buku karya anak bangsa tidak ada yang membaca atau banyak anak bangsa yang tidak mau menulis? (termasuk saya).

Gerakan literasi difokuskan dilakukan di sekolah, apakah setiap setiap sekolah sudah memadai buku untuk dibaca warga sekolah, baik jumlah dan kualitas bukunya? Pokoknya sekolah harus mandiri menyediakan buku sendiri, bahkan warga sekolah harus membeli bukunya sendiri. Apakah gerakan literasi akan menjadi gerakan harus membeli buku? (karena banyak buku yang tidak terjual?). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mengajak Anak-anak Menulis dengan TIK

Saya mengajak mereka untuk belajar menulis menggunakan TIK. Pada saat itu mereka saya ajak mereka belajar menulis surat lamaran pekerjaan berbasis TIK, surat elektronik. Ternyata mereka asyik membuat dan mengedit surat yang mereka buat.

Secara berkelompok mereka harus menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan, tanpa iklan dengan baik dan benar. Ada yang menggunakan smartphon, laptop. Hasilnya mereka upload ke server sekolah. Pokoknya mengasyikan deh buat saya dan anak-anak.

Mereka senang, saya tenang dalam proses pembelajaran terserbut.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Sudah Lama Tidak Menulis

Sudah lama tidak menulis, banyak hal yang ingin kutulis, namun tidak sempat menulis. Beberapa hal yang ingin kutulis mengenai: pengalaman melakukan aktivitas, rencana aktivitas, merespok aktivitas orang lain, berbagai gagasan/ide dan kemaunan yang ada di pikiran, dll.

Sudah karatan mentalku untuk menulis. karena sudah lama tidak menulis. Blog saya ini mungkin sudah tertalu lama saya tinggalkan.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

BAROK Ingin Serba Tahu dari Internet, KARNADI Serba Tahu dari Internet Tanpa Melakukan Sesuatu dan Tanpa Memiliki Sesuatu (BAROK dan KARNADI memiliki Kecerdasan Sosial yang Luar Biasa), naskah dan sutradara: Aan Sugianto Mas

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Orang yang memiliki (materi) segalanya dengan orang yang tidak memiliki (materi) akhirnya bisa mesra. Itulah kecerdasan sosial BAROK alias KARNADI yang gigih ingin melakukan (pernah memiliki/melakukan) sesuatu agar ia menjadi tahu dan menjadi orang cerdas. Namun BAROK alias KARNADI gagal untuk memiliki atau melakukannya, ia hanya pintar serba tahu saja dari referensi internet hasil berselancar di dunia maya. Ia tahu mobil paling mahal, jabatan paling bagus, dan informasi lainnya yang serba lauar dari internet. Sementara dia tidak pernah punya/memiliki dari yang ia ketahui, apalagi pernah melakukannya.

 

 

 

Baca entri selengkapnya »

Karya Besar Seni Teater Garapan Aan Sugianto Mas yang Luar Biasa yang Pernah Saya Tonton

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

Saya masih ingat dan masih terngiang di telinga pesan seorang mahaguru kepada saya yaitu “Untuk mempelajari sesuatu, kerjakan dulu dengan sungguh-sungguh, kemudian (banyak) bertannya, kemudian berkarya apa adanya dan mengalir bagaikan air”. Itulah pertemuan pertama saya dengan beliau. Itulah pesan seorang guru kepada muridnya (saya). Beliau adalah Aan Sugianto Mas seorang dosen yang luar biasa. Beliau banyak karya besar yang pernah saya nikmati (saya penikmat karya beliau).  Baca entri selengkapnya »

Sayang Sekali “Batu Refleksi” Balong Dalem Diinjak Sepatu

IMG_6606 IMG_6605 Hem… ketika saya menikmati acara kegiatan kepramukaan di Balong Dalem Kuningan, ada pemandangan yang luar biasa. Pemandangan yang tidak lazim, pemandangan batu yang dipakai refreksi malah diinjak-injak sepatu, sebaiknya mereka jangan menginjak batu refleksi tapi menggunakan lajur lain.

Hem… enjoy sajah deh… yang penting saya menikmati batu refleksi terserbut tanpa alas kaki biar sehat.

(Mini) Jambore Pramuka di Kuningan Membuat Anggota Pramuka “Enjoy”

IMG_6593

Kegiatan lomba teknik kepramukaan sangat menarik bagi siapa saja, kegiatan ini berupa permainan ketangkasan dan keterampilan serta mengatur kekompakkan tim. Kegiatan semacam ini sangat cocok dikembangkan pada usia anak sekolah, karena memacu berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Saya kurang paham siapa penyelenggara kegiatan ini di Kuningan, tapi saya paham kegiatan ini dalam rangka reaktualisasi kegiatan kepramukaan sekaligus promo tempat wisata di Kuningan.

IMG_6594 IMG_6595 IMG_6596 IMG_6599 IMG_6600

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_6603 IMG_6609

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta lomba keterampilan kepramukaan terserbut cukup ramai dan banyak peserta yang mengikutinya, mereka sangat enjoy dalam berlomba karena bermain sambil berlomba dan berlomba sambil bermain, jadi unsur “nakal” unsur “curang” sepertinya tidak terjadi, karena mereka terlihat langsung oleh siapa saja (pengunjung objek wisata, peserta lomba, pantia, atau juri) apa yang dilakukannya.

Kegiatann yang dilombakan mulai dari pentas seni, ketangkasan, keterampilan, kekompakan tim, kekuatan fisik, dan mental sabar untuk terus berjuang dan berjuang terus. Saya berpendapat jika kegiatan ini dikembangkang di sekolah dengan serius maka bisa jadi siswa akan ceria, senang, sehat dan akan menumbuhkan semangat belajar. Tidak jenuh dan dan tidak bosan menghadapi pelajaran di kelas. Namun ada hal yang menarik, mengapa peserta penggalang lebih enjoy, lebih menarik daripada peserta penegak? Apakah pola pembinaan penggalang lebih serius? Apakah pola pembinaan penegak membosankan? Ah… itu hanya sepintas saja.

Hem… saya pun asyik juga menikmati indahnya objek wisata balong dalem Kuningan.

 

%d blogger menyukai ini: