Kutitipkan Kunci Mobil Padamu

Sore yang cerah, langit membiru, angin september berhembus kencang berasa dingin dan kering. Sambil aku meneikmati es campur di parkiran tiba-tiba ada telepon masuk.

“Siang, di mana nih?” Tanya Liya

“Aku baru mau pulang, masih ditempat kerja” jawabku singkat.

“Temui aku dulu ya, di tempat biasa.” pinta Liya

“Ya, siap”

Aku segera menemui Liya yang masih sibuk di tempat kerjanya menyelesaikan laporan, hari ini dia pulangnya akan sampe sore.

“Aku titipkan konci mobil ini, mobilnya sih di rumah, aku pulang pake mobil yang lain, met ketemu besok ya di tempat kemping”, Liya memberikan kunci mobilnya sambil menunjukkan mobil Vios sipitnya. Besok kami akan tugas di tempat kemping.

“Iya siap, aku bawa ya kunci mobil ini, besok kita konvoy ya ke tempat kempingnya”.

Liya orangnya supel, banyak laki-laki yang suka padanya, badannya tinggi sempai, Liya termasuk orang yang cerdas dan pintar.

Iklan

Gaun Putih yang Manis

gadis.jpg

Hari sudah siang, aku pun baru keluar dari tempat kerja.

“Hai, di mana nih?” tanya Liya

“Aku masih di sini, di tempat kerja”, jawabku

“Tunggu aku ya, aku lagi di kondangan sebentar”, Liya memintaku untuk menunggunya.

Aku sambil membuka ponsel menunggu Liya yang akan menemuiku, biasanya dia memakai mobil hijau. Hatiku merasa senang akan bertemu Liya yang sudah lama tidak bertemu.

“Hai… maaf aku naik motor ya”, sapa Liya yang tiba-tiba datang dengan motor metiknya. Dia bergaun gaun putih, ah tambah cantiknya, tambah manis, dia tidak mau disebut manis dan cantik, aku tahah dalam hati saja.

“Tumben pake motor, gak pake mobil?” tanyaku.

Akhirnya kami pun meninggalkan tempat tadi pulang ke arah utara.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Wanita dan Tas Gendong

Liya termasuk pekerja yang rajin, cekatan, dan selalu menuntaskan pekerjaannya. Tumben hari ini dia datang lebih awal, biasanya suka datang terlambat.

“Pagi Liya, laporannya sudah beres?”, tanyaku.

“Pagi juga Lusi. Alhadulillah beres sampeĀ  melekan larut malam, nah laporan yang ini belum, paling nanti siang aku minta bantuan Budi untuk membantuku”, jawab Liya.

Kami bertiga, Liya dan Budi terasuk tiga sekawan, meskipun Budi beda kantor, kami ada dalam satu departeman yang sama. Liya banyak digemari kaum laki-laki, mungkin karena murah senyumnya, pergaulannya luwes, mudah berteman dengan siapa saja. Ciri khas dia sering menggendong tas kecil.

“Liya, tadi pagi si Ibu telepon aku, katanya kita sama Budi ke kota Udang”

“Okeh, siap, Lusi” Liya mengiyakan. Sejak itulah Budi makin dekat dengan Liya, mereka sering pulang sore, bahkan Budi pun sering menjadi supir pribadi Liya ketika ada kegiatan malam/dinas malam ke luar daerah.

Liya kau pantas jadi seorang atasan karena dirimu menguasai banyak hal. Tas gendongmu aku suka. Bodimu tinggi semampai aku juga suka penampilanmu.

Kutitipkan Padamu

Tiba-tiba mobil hijau berlogo tiga lingkaran menghampiriku.

“Siang Budi, aku titip ini ya, tolong betulkan”, Liya mengeluarkan tangannya dari dalam mobilnya sambil memperlihatkan cincin mutiara yang copot dari tempatnya

“Ya, aku simpan ya, nanti aku kembalikan jika kau minta” jawabku. Hatiku senang dapat bertemu dengan Liya, dia seorang yang pekerja tuntas pergaulannya supel.

“Jangan lupa ya, betulkan, aku ke GOR dulu ada kegiatan” Liya memintaku untuk membetulkan cincinya.

Waktu tak terasa sudah sore, aku segera mengembalikan titipannya, aku senang bisa bertemu lagi dengan Liya yang tinggi, manis, cantik, cekatan, pekerja tuntas.

Dalam Kerinduan

 

Jarum jam berputar tiada henti, apa yang kau kejar?
Hari silih berganti, apakah kau menunggu sesuatu?
Tanggal saling berganti dan kembali ke awal, apakah kamu tidak bosan?

Rasa tidak bisa kompromi dengan logika
Akal tidak mau tahu tentang isi hati
Berontak, membara cemburu

Aku ternyata terjebak dalam kerinduan yang sangat rumit.

Baca Tulis dan Mengeja Cepat: Literasi

Saat ini sedang gencar dan sedang tren menggunakan istilah literasi. Ada latar belakang istilah tersebut menjadi tren, salah satunya berdasarkan hasil penelitian pihak luar (negeri) yaitu daya baca bangsa Indonesia rendah(?). Mengapa pihak dalam negeri tidak melakukan penelitian? Mengapa selalu berdasarkan penelitian pihak luar negeri? Mengapa berdasarkan penelitian sebelum tahun 2015? Sementara digembar-gemborkannya baru tahun 2015? Apakah gerakan literasi berkaitan banyak buku karya anak bangsa tidak ada yang membaca atau banyak anak bangsa yang tidak mau menulis? (termasuk saya).

Gerakan literasi difokuskan dilakukan di sekolah, apakah setiap setiap sekolah sudah memadai buku untuk dibaca warga sekolah, baik jumlah dan kualitas bukunya? Pokoknya sekolah harus mandiri menyediakan buku sendiri, bahkan warga sekolah harus membeli bukunya sendiri. Apakah gerakan literasi akan menjadi gerakan harus membeli buku? (karena banyak buku yang tidak terjual?). Baca entri selengkapnya »

Kurikulum 2013: Dokumen Naskah Kurikulum 2013 edisi revisi 2016

%d blogger menyukai ini: