Belajar Menjadi Pembelajar

Sepuluh hari sudah saya ditempa untuk menjadi pembelajar, pembelajar yang harus tetap belajar sepanjang hayat, belajar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Berawal dari malas belajar kemudian akan ada ujian, maka saya belajar sesaat hanya untuk memenuhi ujian terserbut.

Dari hasil ujian tersebut katanya hasilnya memenuhi syarat untuk belajar menjadi pembelajar. Akhirnya saya diberi kesempatan untuk berlatih dan belajar menjadi pembelajar. Selama belajar ternyata ada ujian, dan begitu selamanya sepanjang saya menempuh “perjalanan” tiap sesi dan kegiatan.

Setelah paham tentang pembelajar, maka saya simpulkan setiap saya belajar sesuatu pasti ada ujiannya. Bukan mau ujian kemudian belajar. Setelah mengikuti ujian saya terima hasilnya dengan lapang dada, dan terus bersabar untuk berusaha untuk tetap belajar menjadi pembelajar.

Ah.. ternyata saya sudah melupakan “belajar sepanjang hayat” (wajib belajar itu sejak lahir sampai liang lahat)

Tujuh Detik

Hanya tujuh detik sang mentari memberikan senyuman siangnya
Mengapa tidak 360 detik?
Apakah sang mentari pagi sibuk dengan pekerjaannya?

Aku harus belajar bersyukur
Aku harus belajar iklas
Menerima kenyataan senyuman mentari pagi
Hanya tujuh detik saja.

Tapi mengapa sang mentari pagi
Datang memberikan senyumannya tidak sendirian?
Mengapa ada yang menemaninya?
Jika hanya memberikan senyumannya hanya tujuh detik saja

 

Ditulis dalam Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Jumat dan Senin

Nanti saja Jumat ya…
Kutemui Jumat demi Jumat, dari pagi sampai sore
Akhirnya kutemui Kamis
“Bagaimana dengan Jumat”? tanyaku
Jawabannya Jumat yang dijanjikan
Sudah bersama orang lain.

Kurelakan Jumat telah pergi

Kutemui dapatkan lagi teriakan
Jangan Sabtu, nanti Senin saja
Kutemui Senin demi Senin
Akhirnya kutemui Selasa
Mana Senin yang dijanjikan
Sampai saat ini belum ada jawabannya

Apakah ini sebuah tanda
Jumat dan Senin sebagai pelarian
Untuk menjauh dan menghilang?

 

Ditulis dalam Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Basa Ema Nyarita Anu Panungtungan

Tilu puluh Mei dua rebu genep welas
Ema kungsi nyarita anu panungtungan
Ema kungsi wasiat anu panungtungan
Ema kungsi nedunan sagala kahayang anu panungtungan

Ema kungsi ngedalkeun eusi hate anu tugenah
Ema kungsi ngabudalkeun sagara rasa
Ema kungsi cumarita
“Ema can boga bekel keur maot”

Teuteup ema katingal pondok
Teuteup ema katingal geus teu seukeut deui
Renghap ranjug ema katingal beda ti sasari

Ema kungsi nyarita
“Nafas ema karasa engap”

Hate kuring galecok
“Duh ema….”(sarebu basa dina jero hate anu teu bisa dikedalkeun)

Jumaah, jam 12 tilu Juni
Ema ngaluarkeun nafas anu panungtungan
Ema nutup perjuangan ngadidik para putra anu panungtungan
Ema nutup conto kahirupan pikeun para puta anu panungtungan

Ema kungsi nyarita…. anu panungtungan

Ema hapunten abdi mung tiasa jajap ku dunga

Mugia ema khusnul khotimah, amiin.

(Bandung , 3 Juni 2016  jam 12.45 bada solat Jumaah ditelepon ku Bapa)

 

Siswa SMAN 3 Kuningan Sangat Antusias Mengapresiasi Pementasan Drama “Teater Sado” sebagai Media Pembelajaran

 Pementasan "Lelaki Tua dan Ibu Sepuh Ratu Rita" Teater Sado Kuningan


Pementasan “Lelaki Tua dan Ibu Sepuh Ratu Rita” Teater Sado Kuningan

Pementasan Drama di Kuningan sangat jarang dinikmati oleh para siswa, mungkin untuk kalangan mahasiswa bisa saja ada setahun sekali sebagai tugas akhir perkuliahan. Pada kurikulum 2013 sangat dibutuhkan pementasan drama karena ada materi mengulas drama/film. Jadi pementasan drama sangat dibutuhkan oleh para siswa. Materi terserbut mulai dari mengamati, mengekslorasi/mengapreasi, menalar/merangkum/mengulas yang akhirnya mempresentasilan ulasannya. Agar kegiatan pembelaran tersebut tercapai dengan baik maka dibutuhkan pementasan drama yang baik pula. Baca entri selengkapnya »

Aku Tidak Kuat

Perjalanan panjang
Bolak-balik di jalan yang sama
Berputar-putar di jalan yang sama
Demi sesuatu yang dikejar

Aku tahu itu salah
Aku tahu itu tidak mungkin
Aku tahu aku tidak bisa melepaskannya

Semakin lama
Semakin tersiksa oleh rasa
Semakin terbelenggu oleh rindu
Semakin terasa sakit di hati

Aku semakin tidak kuat

Ditulis dalam Curhat, Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Senang Memotret Tapi Malas Menulis

Sudah banyak foto hasil jepretan tapi sampai saat ini masih malas untuk menulis, ah… kucoba merangkak untuk belajar menulis. Ada sebuah teori jika ingin rajin menulis harus rajin membaca. Kenyataan yang saya alami, malas membaca yang akhirnya malas menulis. Padahal banyak hal yang ingin saya tulis, curahkan lewat bahasa tulisan, namun mud untuk menulis selalu dominan.

Kucoba hasil jepretan di tempat kerja saya coba tulis dengan bahasa yang seadanya, seperti judul-judul di bawah ini

SMAN 3 Kuningan Selalu Tampil “Fresh” Menerima Berbagai Kunjungan Studi Banding
Juara Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Studi Banding ke SMAN 3 Kuninngan
Kepala SMA/SMK se-Kab Cirebon Studi Banding Adiwiyata dan UKS ke SMAN 3 Kuningan
BPLH Kabupaten Bandung Mengagumi SMAN 3 Kuningan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional/Sekolah Berbasis Lingkungan

Mudah-mudahan para pembaca bisa berbagi semangat untuk saya, agar bisa rajin menulis.

Ditulis dalam Curhat. Leave a Comment »
%d blogger menyukai ini: