Guru Honorer Akan Diangkat Otomatis Jadi PNS(?)

Sudah lama saya tidak menulis diblog ini alasannya itu-itu saja, yaitu tidak sempat menulis padahal banyak yang akan saya tulis tapi sang malas mendominasi dalam jiwa begitu juga sang waktu belum memberi ruang. Saat ini saya greget dengan informasi bahwa mulai tahun 2016 sampai dengan 2020 akan banyak guru SD/SMP yang pensiun angkatan guru Inpres, betulkah?

Jika betul, maka pada tahun 2016 akan banyak guru yang mendapatkan uang pensiun, mungkin ada yang bisa menghitung berapa biaya uang pensiun yang dikeluarkan negara dan berapa gaji PNS baru yang diangkat, apakah lebih besar uang pensiun atau gaji PNS baru? Baca entri selengkapnya »

Belajar Menjadi Kameramen Amatir(an), asyik juga nih.

IMG_6586

Tanggal 25 November mencoba memberanikan diri belajar menjadi kameramen amatiran, ternyata enjoy juga, malah seniorku ikut juga belajar jadi kameramen, meskipun dia wanita tapi tetap oke tuh. Pelajaran pertama jadi kameramen fokus pada acara, fokus pada yang tampil dan harus siap mengambil gambar yang keren-keren.

Hem… saat ini saya lebih suka mengambil gambar dengan jepretan atau video, sehingga untuk menulis di blog ini sedang tidak mood. Hari semakin sore, semangat menulis semakin loyo, apakah saya harus menulis di pagi hari? Akan kucoba besok menulis di pagi hari.

Bagi yang punya ilmu ngamera bagi-bagi dong ilmunya.

Asyiknya Kegiatan Pramuka di Balong Dalem Kuningan

IMG_6615 IMG_6617 IMG_6618 IMG_6619 IMG_6621Ayo… jaga kekompokkanmu, ah… ternyata mereka asyik dengan kegiatannya. Balong Dalem Kuningan memang seudah sejak lama cocok dipakai kegiatan kepramukaan, semakin hari semakin ditata rapi, berbagai fasilitas disediakan, ada gasebo kecil, ada gasebo besar, ada penginapan, ada panggung hiburan, ada bangunan dua lantai (rumah panggung dua lantai), ada fasilitas outbond. Meskipun masih tahap penataan sepertinya sudah penuh jadwal pemakaian lokasi Balong Dalem dipakai perkemahan.

Kegiatan yang memerlukan ketangkasan dan keterampilan yang cukup berat yaitu memasukkan air pada paralon yang berlubang, kapan penuhnya nih?

Sayang Sekali “Batu Refleksi” Balong Dalem Diinjak Sepatu

IMG_6606 IMG_6605 Hem… ketika saya menikmati acara kegiatan kepramukaan di Balong Dalem Kuningan, ada pemandangan yang luar biasa. Pemandangan yang tidak lazim, pemandangan batu yang dipakai refreksi malah diinjak-injak sepatu, sebaiknya mereka jangan menginjak batu refleksi tapi menggunakan lajur lain.

Hem… enjoy sajah deh… yang penting saya menikmati batu refleksi terserbut tanpa alas kaki biar sehat.

(Mini) Jambore Pramuka di Kuningan Membuat Anggota Pramuka “Enjoy”

IMG_6593

Kegiatan lomba teknik kepramukaan sangat menarik bagi siapa saja, kegiatan ini berupa permainan ketangkasan dan keterampilan serta mengatur kekompakkan tim. Kegiatan semacam ini sangat cocok dikembangkan pada usia anak sekolah, karena memacu berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Saya kurang paham siapa penyelenggara kegiatan ini di Kuningan, tapi saya paham kegiatan ini dalam rangka reaktualisasi kegiatan kepramukaan sekaligus promo tempat wisata di Kuningan.

IMG_6594 IMG_6595 IMG_6596 IMG_6599 IMG_6600

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_6603 IMG_6609

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta lomba keterampilan kepramukaan terserbut cukup ramai dan banyak peserta yang mengikutinya, mereka sangat enjoy dalam berlomba karena bermain sambil berlomba dan berlomba sambil bermain, jadi unsur “nakal” unsur “curang” sepertinya tidak terjadi, karena mereka terlihat langsung oleh siapa saja (pengunjung objek wisata, peserta lomba, pantia, atau juri) apa yang dilakukannya.

Kegiatann yang dilombakan mulai dari pentas seni, ketangkasan, keterampilan, kekompakan tim, kekuatan fisik, dan mental sabar untuk terus berjuang dan berjuang terus. Saya berpendapat jika kegiatan ini dikembangkang di sekolah dengan serius maka bisa jadi siswa akan ceria, senang, sehat dan akan menumbuhkan semangat belajar. Tidak jenuh dan dan tidak bosan menghadapi pelajaran di kelas. Namun ada hal yang menarik, mengapa peserta penggalang lebih enjoy, lebih menarik daripada peserta penegak? Apakah pola pembinaan penggalang lebih serius? Apakah pola pembinaan penegak membosankan? Ah… itu hanya sepintas saja.

Hem… saya pun asyik juga menikmati indahnya objek wisata balong dalem Kuningan.

 

Air Susu (dibalas) Air Tuba, Habis Manis Sepah Dibuang

Sudah lama tidak menulis di media ini, ah… alasannya biasa saja yaitu tidak sempat. Saat ini saya sempatkan untuk menulis yang alakadarnya.

Dalam kehidupan banyak peristiwa yang mungkin bisa dijadikan cermin kehidupan, saya jadi teringat peribahasa ketika SMP, “air susu dibalas (dengan) air tuba” dan “habis manis sepah dibuang”. Saya merenung, apakah kedua peribahasa terserbut sama ataukah mirip atau berbeda? Semoga ada yang bisa menjelasakan kedua peribahasa terserbut.

Dari peribahasa terserbut saya tertarik dengan air tuba, seperti apa air tuba itu? Setelah membaca referensi, akhirnya saya simpulan bahwa  air tuba itu berupa air beracun untuk ikan. Wow… serem juga air tuba tersebut.

Saya salut kepada penemu kalimat kedua peribahasa di atas, yang sampai saat ini masih relevan. Kembali ke pertanyaan saya, apakah kedua peribahasa tersebut memiliki kesamaan makna?

Semoga saya tidak menjadi pemberi air tuba kepada yang memberikan air susu, dan saya tidak memakan/mengunyah yang manisnya akan habis. (Logis juga sih yang sudah tidak manis dan sudah berupa sepah cocoknya dibuang).

UKG 2015: Menggunakan Mouse Terasa Lebih PeDe daripada Menggunakan Papan Ketik

Tombol-tombol UKG

Tombol-tombol UKG

Pelaksanaan UKG 2015 cukup rapi dan lancar, hal ini hasil perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan UKG diiukuti seluruh guru di Indonesia. Para guru sangat antusias untuk mengikutinya, hal ini terbukti semua kalangan guru tua dan muda, baik yang sudah mengenal komputer ataupun belum mengenal komputer sama sekali. Pelaksaan UKG tidak terkendala, pelaksanaan cukup lancar.

Peserta paling tua yang beberapa bulan akan purna bakti tetap semangat mengikuti UKG. Ada beberapa hal yang unik ketika menjawab soal, beberapa peserta yang belum terbaiasa menggunakan “mouse” dipaksanakan untuk mengunakannya. Hasilnya lebih lama “berpikir” cara memindahkan dan mengklik daripada menyelesaikan soal UKG. Yang terjadi ada beberapa peserta yang “pusing” karena sulitnya memindahkan dan mengklik pilihan yang tersedia. Padahal sudah disarankan menggunakan papan ketik yang sangat mudah dan praktis. Meskipun disarankan beberapa kali tetap saja peserta tersebut ingin menggunakan mouse dari papan ketik, karena menggunakan mouse terasa lebih pede dan lebih keren, padahal menyiksanya. Itulah gambaran rasa pede dan gengsi, namun banyak juga yang lebih memilih mengunakan papan ketik, dan katanya lebih terasa nyaman bahkan enjoy saja menjawab soalnya.

Peserta UKG paling tua

Peserta UKG paling tua

Peserta UKG paling muda

Peserta UKG paling muda

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.301 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: