Baca Tulis dan Mengeja Cepat: Literasi

Saat ini sedang gencar dan sedang tren menggunakan istilah literasi. Ada latar belakang istilah tersebut menjadi tren, salah satunya berdasarkan hasil penelitian pihak luar (negeri) yaitu daya baca bangsa Indonesia rendah(?). Mengapa pihak dalam negeri tidak melakukan penelitian? Mengapa selalu berdasarkan penelitian pihak luar negeri? Mengapa berdasarkan penelitian sebelum tahun 2015? Sementara digembar-gemborkannya baru tahun 2015? Apakah gerakan literasi berkaitan banyak buku karya anak bangsa tidak ada yang membaca atau banyak anak bangsa yang tidak mau menulis? (termasuk saya).

Gerakan literasi difokuskan dilakukan di sekolah, apakah setiap setiap sekolah sudah memadai buku untuk dibaca warga sekolah, baik jumlah dan kualitas bukunya? Pokoknya sekolah harus mandiri menyediakan buku sendiri, bahkan warga sekolah harus membeli bukunya sendiri. Apakah gerakan literasi akan menjadi gerakan harus membeli buku? (karena banyak buku yang tidak terjual?). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kurikulum 2013: Dokumen Naskah Kurikulum 2013 edisi revisi 2016

Mengajak Anak-anak Menulis dengan TIK

Saya mengajak mereka untuk belajar menulis menggunakan TIK. Pada saat itu mereka saya ajak mereka belajar menulis surat lamaran pekerjaan berbasis TIK, surat elektronik. Ternyata mereka asyik membuat dan mengedit surat yang mereka buat.

Secara berkelompok mereka harus menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan, tanpa iklan dengan baik dan benar. Ada yang menggunakan smartphon, laptop. Hasilnya mereka upload ke server sekolah. Pokoknya mengasyikan deh buat saya dan anak-anak.

Mereka senang, saya tenang dalam proses pembelajaran terserbut.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Sudah Lama Tidak Menulis

Sudah lama tidak menulis, banyak hal yang ingin kutulis, namun tidak sempat menulis. Beberapa hal yang ingin kutulis mengenai: pengalaman melakukan aktivitas, rencana aktivitas, merespok aktivitas orang lain, berbagai gagasan/ide dan kemaunan yang ada di pikiran, dll.

Sudah karatan mentalku untuk menulis. karena sudah lama tidak menulis. Blog saya ini mungkin sudah tertalu lama saya tinggalkan.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

BAROK Ingin Serba Tahu dari Internet, KARNADI Serba Tahu dari Internet Tanpa Melakukan Sesuatu dan Tanpa Memiliki Sesuatu (BAROK dan KARNADI memiliki Kecerdasan Sosial yang Luar Biasa), naskah dan sutradara: Aan Sugianto Mas

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Orang yang memiliki (materi) segalanya dengan orang yang tidak memiliki (materi) akhirnya bisa mesra. Itulah kecerdasan sosial BAROK alias KARNADI yang gigih ingin melakukan (pernah memiliki/melakukan) sesuatu agar ia menjadi tahu dan menjadi orang cerdas. Namun BAROK alias KARNADI gagal untuk memiliki atau melakukannya, ia hanya pintar serba tahu saja dari referensi internet hasil berselancar di dunia maya. Ia tahu mobil paling mahal, jabatan paling bagus, dan informasi lainnya yang serba lauar dari internet. Sementara dia tidak pernah punya/memiliki dari yang ia ketahui, apalagi pernah melakukannya.

 

 

 

Baca entri selengkapnya »

Karya Besar Seni Teater Garapan Aan Sugianto Mas yang Luar Biasa yang Pernah Saya Tonton

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

Saya masih ingat dan masih terngiang di telinga pesan seorang mahaguru kepada saya yaitu “Untuk mempelajari sesuatu, kerjakan dulu dengan sungguh-sungguh, kemudian (banyak) bertannya, kemudian berkarya apa adanya dan mengalir bagaikan air”. Itulah pertemuan pertama saya dengan beliau. Itulah pesan seorang guru kepada muridnya (saya). Beliau adalah Aan Sugianto Mas seorang dosen yang luar biasa. Beliau banyak karya besar yang pernah saya nikmati (saya penikmat karya beliau).¬† Baca entri selengkapnya »

Belajar Menjadi Pembelajar

Sepuluh hari sudah saya ditempa untuk menjadi pembelajar, pembelajar yang harus tetap belajar sepanjang hayat, belajar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Berawal dari malas belajar kemudian akan ada ujian, maka saya belajar sesaat hanya untuk memenuhi ujian terserbut.

Dari hasil ujian tersebut katanya hasilnya memenuhi syarat untuk belajar menjadi pembelajar. Akhirnya saya diberi kesempatan untuk berlatih dan belajar menjadi pembelajar. Selama belajar ternyata ada ujian, dan begitu selamanya sepanjang saya menempuh “perjalanan” tiap sesi dan kegiatan.

Setelah paham tentang pembelajar, maka saya simpulkan setiap saya belajar sesuatu pasti ada ujiannya. Bukan mau ujian kemudian belajar. Setelah mengikuti ujian saya terima hasilnya dengan lapang dada, dan terus bersabar untuk berusaha untuk tetap belajar menjadi pembelajar.

Ah.. ternyata saya sudah melupakan “belajar sepanjang hayat” (wajib belajar itu sejak lahir sampai liang lahat)

Ditulis dalam Curhat, Pribadi. 1 Comment »
%d blogger menyukai ini: