BAROK Ingin Serba Tahu dari Internet, KARNADI Serba Tahu dari Internet Tanpa Melakukan Sesuatu dan Tanpa Memiliki Sesuatu (BAROK dan KARNADI memiliki Kecerdasan Sosial yang Luar Biasa), naskah dan sutradara: Aan Sugianto Mas

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Orang yang memiliki (materi) segalanya dengan orang yang tidak memiliki (materi) akhirnya bisa mesra. Itulah kecerdasan sosial BAROK alias KARNADI yang gigih ingin melakukan (pernah memiliki/melakukan) sesuatu agar ia menjadi tahu dan menjadi orang cerdas. Namun BAROK alias KARNADI gagal untuk memiliki atau melakukannya, ia hanya pintar serba tahu saja dari referensi internet hasil berselancar di dunia maya. Ia tahu mobil paling mahal, jabatan paling bagus, dan informasi lainnya yang serba lauar dari internet. Sementara dia tidak pernah punya/memiliki dari yang ia ketahui, apalagi pernah melakukannya.

 

 

 

Baca entri selengkapnya »

Karya Besar Seni Teater Garapan Aan Sugianto Mas yang Luar Biasa yang Pernah Saya Tonton

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

Saya masih ingat dan masih terngiang di telinga pesan seorang mahaguru kepada saya yaitu “Untuk mempelajari sesuatu, kerjakan dulu dengan sungguh-sungguh, kemudian (banyak) bertannya, kemudian berkarya apa adanya dan mengalir bagaikan air”. Itulah pertemuan pertama saya dengan beliau. Itulah pesan seorang guru kepada muridnya (saya). Beliau adalah Aan Sugianto Mas seorang dosen yang luar biasa. Beliau banyak karya besar yang pernah saya nikmati (saya penikmat karya beliau).  Baca entri selengkapnya »

Belajar Menjadi Pembelajar

Sepuluh hari sudah saya ditempa untuk menjadi pembelajar, pembelajar yang harus tetap belajar sepanjang hayat, belajar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Berawal dari malas belajar kemudian akan ada ujian, maka saya belajar sesaat hanya untuk memenuhi ujian terserbut.

Dari hasil ujian tersebut katanya hasilnya memenuhi syarat untuk belajar menjadi pembelajar. Akhirnya saya diberi kesempatan untuk berlatih dan belajar menjadi pembelajar. Selama belajar ternyata ada ujian, dan begitu selamanya sepanjang saya menempuh “perjalanan” tiap sesi dan kegiatan.

Setelah paham tentang pembelajar, maka saya simpulkan setiap saya belajar sesuatu pasti ada ujiannya. Bukan mau ujian kemudian belajar. Setelah mengikuti ujian saya terima hasilnya dengan lapang dada, dan terus bersabar untuk berusaha untuk tetap belajar menjadi pembelajar.

Ah.. ternyata saya sudah melupakan “belajar sepanjang hayat” (wajib belajar itu sejak lahir sampai liang lahat)

Ditulis dalam Curhat, Pribadi. 1 Comment »

Tujuh Detik

Hanya tujuh detik sang mentari memberikan senyuman siangnya
Mengapa tidak 360 detik?
Apakah sang mentari pagi sibuk dengan pekerjaannya?

Aku harus belajar bersyukur
Aku harus belajar iklas
Menerima kenyataan senyuman mentari pagi
Hanya tujuh detik saja.

Tapi mengapa sang mentari pagi
Datang memberikan senyumannya tidak sendirian?
Mengapa ada yang menemaninya?
Jika hanya memberikan senyumannya hanya tujuh detik saja

 

Ditulis dalam Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Jumat dan Senin

Nanti saja Jumat ya…
Kutemui Jumat demi Jumat, dari pagi sampai sore
Akhirnya kutemui Kamis
“Bagaimana dengan Jumat”? tanyaku
Jawabannya Jumat yang dijanjikan
Sudah bersama orang lain.

Kurelakan Jumat telah pergi

Kutemui dapatkan lagi teriakan
Jangan Sabtu, nanti Senin saja
Kutemui Senin demi Senin
Akhirnya kutemui Selasa
Mana Senin yang dijanjikan
Sampai saat ini belum ada jawabannya

Apakah ini sebuah tanda
Jumat dan Senin sebagai pelarian
Untuk menjauh dan menghilang?

 

Ditulis dalam Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Basa Ema Nyarita Anu Panungtungan

Tilu puluh Mei dua rebu genep welas
Ema kungsi nyarita anu panungtungan
Ema kungsi wasiat anu panungtungan
Ema kungsi nedunan sagala kahayang anu panungtungan

Ema kungsi ngedalkeun eusi hate anu tugenah
Ema kungsi ngabudalkeun sagara rasa
Ema kungsi cumarita
“Ema can boga bekel keur maot”

Teuteup ema katingal pondok
Teuteup ema katingal geus teu seukeut deui
Renghap ranjug ema katingal beda ti sasari

Ema kungsi nyarita
“Nafas ema karasa engap”

Hate kuring galecok
“Duh ema….”(sarebu basa dina jero hate anu teu bisa dikedalkeun)

Jumaah, jam 12 tilu Juni
Ema ngaluarkeun nafas anu panungtungan
Ema nutup perjuangan ngadidik para putra anu panungtungan
Ema nutup conto kahirupan pikeun para puta anu panungtungan

Ema kungsi nyarita…. anu panungtungan

Ema hapunten abdi mung tiasa jajap ku dunga

Mugia ema khusnul khotimah, amiin.

(Bandung , 3 Juni 2016  jam 12.45 bada solat Jumaah ditelepon ku Bapa)

 

Siswa SMAN 3 Kuningan Sangat Antusias Mengapresiasi Pementasan Drama “Teater Sado” sebagai Media Pembelajaran

 Pementasan "Lelaki Tua dan Ibu Sepuh Ratu Rita" Teater Sado Kuningan


Pementasan “Lelaki Tua dan Ibu Sepuh Ratu Rita” Teater Sado Kuningan

Pementasan Drama di Kuningan sangat jarang dinikmati oleh para siswa, mungkin untuk kalangan mahasiswa bisa saja ada setahun sekali sebagai tugas akhir perkuliahan. Pada kurikulum 2013 sangat dibutuhkan pementasan drama karena ada materi mengulas drama/film. Jadi pementasan drama sangat dibutuhkan oleh para siswa. Materi terserbut mulai dari mengamati, mengekslorasi/mengapreasi, menalar/merangkum/mengulas yang akhirnya mempresentasilan ulasannya. Agar kegiatan pembelaran tersebut tercapai dengan baik maka dibutuhkan pementasan drama yang baik pula. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: