Sabtu Kelabu

Sabtu pagi cuaca mendung, hatiku masih tetap cerah. Semangatku masih tetap kuat.

Sabtu siang cuaca terasa semakin mendung, hatiku mulai tidak cerah lagi. Semangatku masih tersisa dan masih tetap kuat.

Sabtu sore betul-betul mendung, hatiku kelabu, semangatku tinggal sisa-sisa kelelahan.

Ah dirimu tidak menampakkan diri, ke manamah dirimu itu?

Lelah aku mencarimu menelusuri relung-relung waktu yang cukup panjang.

Sayang, di mana kau berada? Lama sudah aku mencari. Kini hatiku gelisah padamu, apa salahku dan kau tinggalkan? Sayang oh aduh sayang, kapan kau kembali jangan kau biarkan kusendiri. Cintaku ini tetap suci abadi kini kasihmu menanti. Aku harapkan dirimu mengerti, kini kasihmu menanti.

Ditulis dalam Artikel. 1 Komentar »

Satu Tanggapan ke “Sabtu Kelabu”

  1. Apudin Al_ Usman Says:

    saha anu diteangan teh, saha anu diantosan teh
    tuh tingali ka belah wetan panonpoe gues nyorotan, tong hariwang ………………..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.