Karya Besar Seni Teater Garapan Aan Sugianto Mas yang Luar Biasa yang Pernah Saya Tonton

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

(Duduk baju putih berkaca mata): Aan Sugianto Mas, didamping para budayawan, pemerhati seni budaya, dan jurnalis Kuningan

Saya masih ingat dan masih terngiang di telinga pesan seorang mahaguru kepada saya yaitu “Untuk mempelajari sesuatu, kerjakan dulu dengan sungguh-sungguh, kemudian (banyak) bertannya, kemudian berkarya apa adanya dan mengalir bagaikan air”. Itulah pertemuan pertama saya dengan beliau. Itulah pesan seorang guru kepada muridnya (saya). Beliau adalah Aan Sugianto Mas seorang dosen yang luar biasa. Beliau banyak karya besar yang pernah saya nikmati (saya penikmat karya beliau). 

Sejak pertemuan tahun 1999 saya diajak bergaul dengan dunia seni teater, “Gauli sesuatu dengan dengan hati dan sungguh-sungguh”, pesan kedua ketika saya asyik bercengkrama dengan teman-teman di sanggar teaternya, yaitu teater Sado. Karya besar yang pernah saya nikmati diantaranya:

Bimbang Dewi Rara

Bimbang Dewi Rara

DEDES

DEDES

DIALOG RAHAWANA

DIALOG RAHAWANA

ADA MAYAT KENTUT

ADA MAYAT KENTUT

SANDIWARA ORANG-ORANG NEGERI DANGDUT

SANDIWARA ORANG-ORANG NEGERI DANGDUT

LELAKI TUA DAN IBU SEPUH RATU RITA

LELAKI TUA DAN IBU SEPUH RATU RITA

BAROK

BAROK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kedelapan pementasan seni teater terserbut, menurut saya merupakan karya besar yang luar biasa, karena dintonton banyak orang, mulai dari pelajar SLTP sampai maskayarakat umum dengan minimal 15 kali pementasan. Sebetulnya masih banyak karya seni teater yang luar biasa juga, namun bentuknya seni teater jalanan, yaitu pementasannya (diantaranya ketika HUT Kuningan), pementasannya di sepanjang jalan siliwngi, Semua pementasannya mengambil tema yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan situasi gejala sosial yang muncul saat itu. Semua pementasan disajikan dengan tertata rapi, unik, menarik dan luar biasa, baik pementasan panggung atau jalanan.

Ada beberapa pemantasan seni teater karya beliau yang saya rasakan sangat unik, yaitu DEDES, BIMBANG DEWI RARA, LELAKI TUA dan IBU SEPUH RATU RITA, dan BAROK, keempat pementan tersebut mengapa diakhir cerita ada CINTA yang TRAGIS? Meskipun permainan rasa cinta itu hanya sebagai bumbu cerita, namun menjadikan hidup jalan cerita terserbut. Maka atas nama CINTA segaga sesuatu bisa ditempuh, bisa dilakukan meskipun mustahil. Itulah kekuatan CINTA pada seseorang dapat mengalahkan segalanya.

Begitu juga dengan Bapak Aan Sugiato Mas yang mencurahkan CINTA-nya pada seni teater dengan mengangkat masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Penyajian ceritanya penuh makna, digarap dengan “apik” yang melibatkan semua kalangan untuk belajar melakukan seni teater (pertunjukkan). Hal ini mengajak pelajar SD sampai mahasiswa untuk ikut bermain atau sebagai apresiator pertunjukkan seni teater. Teater yang beliau bina adalah teater SADO kemudian di kampus ada teater PECUT bahkan ada teater ISTAL. Semua nama terserbut diambil dari dunia “kuda”.

Saya masih ingat cerita kerajaan galuh yang memuji ketangguhan satria kerajaan Kuningan dengan sebutan “Leutik-leutik kuda Kuningan”, bukan ditujukan kepada kudanya yang lincah, tetapi ksatria Kuningan yang kecil lincah sudah dikalahkan karena ketangguhannya yang luar biasa. Sekarang pun saya rasakan, meskipun kuningan kota Kecil, namun tidak kalah dengan perkembangan dan kemajuan seni teater. Mungkin juga hal ini akan terjadi pada Bapak Aan Sugianto Mas yang sejak muda sudah berkarya dan aktif mengembangkan seni teater sampai saat ini.

Terima kasih untuk Bapak Aan Sugianto Mas yang telah mengajari saya untuk belajar terus dan terus belajar (menggauli sesuati dengan (ikhlas) hati dan sungguh-sungguh.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: