BAROK Ingin Serba Tahu dari Internet, KARNADI Serba Tahu dari Internet Tanpa Melakukan Sesuatu dan Tanpa Memiliki Sesuatu (BAROK dan KARNADI memiliki Kecerdasan Sosial yang Luar Biasa), naskah dan sutradara: Aan Sugianto Mas

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Aan Sugianto Mas (baju putih berselendang tas) di tengah anggota sanggar teater Sado

Orang yang memiliki (materi) segalanya dengan orang yang tidak memiliki (materi) akhirnya bisa mesra. Itulah kecerdasan sosial BAROK alias KARNADI yang gigih ingin melakukan (pernah memiliki/melakukan) sesuatu agar ia menjadi tahu dan menjadi orang cerdas. Namun BAROK alias KARNADI gagal untuk memiliki atau melakukannya, ia hanya pintar serba tahu saja dari referensi internet hasil berselancar di dunia maya. Ia tahu mobil paling mahal, jabatan paling bagus, dan informasi lainnya yang serba lauar dari internet. Sementara dia tidak pernah punya/memiliki dari yang ia ketahui, apalagi pernah melakukannya.

 

 

 

Salah satu adegan pementasan BAROK karya Aan Sugianto MAS. Pa Camat yang sedang BLUSUKAN di kampung kumuh

Salah satu adegan pementasan BAROK karya Aan Sugianto MAS. Pa Camat yang sedang BLUSUKAN di kampung kumuh

Keserbatahuannya BAROK alias KARNADI pada berbagai bidang untuk “bermesraan” menjalin hubungan cinta dengan anak pa Camat yang materialistis. Dengan trik BAROK mengetahui berbagai informasi dari internet maka dia sanjung dan dipuja oleh kekeasihnya. Kekasihnya seorang wanita cantik anaknya pa Camat. Sementara pa Camat mendorong warganya harus menjaga kelestarian alam, menjaga kebersihan lingkungan, menjagaka kesehatan lingkungan, dan mengajak warganya untuk bersekolah agar keadaanya berubah. Karena dengan bersekolah yang tinggi, bertitel tinggi akan “laku dipasaran”.

 

 

 

 

 

 

Salah satu adegan pementasan BAROK karya Aan Sugianto MAS. Tokoh BAROK yang tidak wujud internet.

Salah satu adegan pementasan BAROK karya Aan Sugianto MAS. Tokoh BAROK yang tidak wujud internet.

BAROK melakukan agar ia serba tahu terdorong oleh rasa CINTA yang luar biasa, dia hanya lulusan kelas 4 SD, namun ingin mengalahkan para sarjana yang bertitel tinggi demi merebut hati gadis cantik anaknya pa Camat yang bermaterialistik. Dengan keterbatasan pengetahuan, BAROK ingin tahu wujud internet, sementara di kampungnya tidak ada listrik. Cerita semakin asyik dinikmati, akhirnya BAROK dapat berinternet tanpa listrik dengan menggunakan ponsel. (Saya salut pada BAROK yang gigih untuk belajar tanpa mengenal berbagai keterbatasan dan rintangan). Akhirnya BAROK berubah menjadi KARNADI sosok orang yang pintar, serba tahu segalanya tanpa memiliki dan mengalaminya.

KARNADI sosok pemuda yang ideal di hadapan keluarga pa Camat yang materialistik, maka KARNADI dapat menguasai keluarga pa Camat tersebut. Itulah hebatnya orang pintar meskipun hanya sebatas “pintar” pengetahuannya saja.

BAROK alias KARNADI tidak lepas dari arahan si “Aki” yang hobinya mancing di Sungai. Si Aki menikmati memancing di sungai sejak sungai yang bersih, bening, banyak ikannya, sampai sekarang yang air sungainya mulai berkurang, kotor, keruh, dan sudah tidak banyak lagi ikannya.

Itulah hasil tontonan saya pada pementasan seni terater SADO yang berjudul BAROK (tidak bodoh, tetapi tidak tahu sebab tidak pernah) karya dan sutradara: Bapak Aan Sugianto Mas. Pementasan ini yang paling unik sejak tahun 1999, karena melibatkan anak-anak SD (teater Istal?), mahasiswa UNIKU (dapur satra UNIKU) [teater pecut?], dan seniman teater SADO. Pementasan ini dipentunjukkan sebanyak kurang lebih 20 kali pementasan dengan penonton tidak kurang dari 14.000 mulai pelajar SLTP, SLTA, Mahasiswa, Masyarkat Umum.

Hal yang menarik buat saya dari lakon ini adalah, mengajak saya untuk melakukan sesuatu (berkarya dengan iklhas dan sungguh-sungguh), benyak belajar apa saja agar banyak pengetahuan, dan jadilah olah cerdas dan pintar. Artinya mangajak saya untuk belajar dimulai dari melakukan sesuatu dengan banyak bertanya kepada siapapun atau harus melek membaca informasi/pengetahuan yang mutakhir. Jangan patah arah dengan segala keterbatasan yang ada, dan jalnilah pada jalan yang benar.

Pada lakon BAROK di akhir cerita kisah cintanya BAROK sangat tragis, karena KARNADI alias BAROK berbohong pada keluarga Camat, karena semua yang KARNADI ceritakan tidak pernah dimiliki oleh KARNADI, dan dia kembali menadi BAROK yang dikenal sebagai buronan polisi karena dia seorang perampok yang sangat jahat.

Semoga tahun dengan ada karya baru lagi dari bapak Aan Sugianto Mas.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: