Tujuh Detik

Hanya tujuh detik sang mentari memberikan senyuman siangnya
Mengapa tidak 360 detik?
Apakah sang mentari pagi sibuk dengan pekerjaannya?

Aku harus belajar bersyukur
Aku harus belajar iklas
Menerima kenyataan senyuman mentari pagi
Hanya tujuh detik saja.

Tapi mengapa sang mentari pagi
Datang memberikan senyumannya tidak sendirian?
Mengapa ada yang menemaninya?
Jika hanya memberikan senyumannya hanya tujuh detik saja

 

Ditulis dalam Puisi. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: