Air Susu (dibalas) Air Tuba, Habis Manis Sepah Dibuang

Sudah lama tidak menulis di media ini, ah… alasannya biasa saja yaitu tidak sempat. Saat ini saya sempatkan untuk menulis yang alakadarnya.

Dalam kehidupan banyak peristiwa yang mungkin bisa dijadikan cermin kehidupan, saya jadi teringat peribahasa ketika SMP, “air susu dibalas (dengan) air tuba” dan “habis manis sepah dibuang”. Saya merenung, apakah kedua peribahasa terserbut sama ataukah mirip atau berbeda? Semoga ada yang bisa menjelasakan kedua peribahasa terserbut.

Dari peribahasa terserbut saya tertarik dengan air tuba, seperti apa air tuba itu? Setelah membaca referensi, akhirnya saya simpulan bahwa  air tuba itu berupa air beracun untuk ikan. Wow… serem juga air tuba tersebut.

Saya salut kepada penemu kalimat kedua peribahasa di atas, yang sampai saat ini masih relevan. Kembali ke pertanyaan saya, apakah kedua peribahasa tersebut memiliki kesamaan makna?

Semoga saya tidak menjadi pemberi air tuba kepada yang memberikan air susu, dan saya tidak memakan/mengunyah yang manisnya akan habis. (Logis juga sih yang sudah tidak manis dan sudah berupa sepah cocoknya dibuang).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: