Jajanan Pagi: Surabi dan Bandros Ternyata Pasangan yang Serasi

Minggu pagi saya berolah raga dengan berjalan-jalan sekitar kompleks perumahan. Sepertinya saat ini waktu siang lebih panjang dari waktu malam. Pukul lima pagi sudah mulai terang. Seperti biasa saya pasti melewati jalanan yang ada jualan makanan ringan seperti pisang goreng, surabi, bandros, goreng aci, bubur ayam dan jajanan lainnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Surabi pakai oncom

Surabi pakai oncom

Pagi ini saya pertama kali bertemu dengan yang jualan surabi. Sepertinya surabi makanan generasi sebelum generasi x, y, z, buktinya yang jualannya sudah sepuh, memang untuk membeli surabi tidak instan alias tidak siap saji. Jika ada orang yang membeli pasti lebih dari 4 buah, maka jika saya antrian ke 4, sementara tungkunya ada 4 buah,  maka saya harus menunggu 4×4=16 buah surabi yang dimasak dulu. Itulah ciri khas surabi yang memasaknya selalu dadakan. Generasi X dan sebelumnya pasti sudah tidak asing lagi dengan surabi yang banyak rasanya, tapi untuk generasi Z bisa jadi kurang mengenal surabi yang banyak variasinya.

Setelah membeli surabi melanjutkan perjalanan, dan bertemu dengan yang jualan bandros. Yang jualan bandros berbeda dengan yang jualan surabi, kalau yang jualan surabi temapatnya tetap, kalau yang jualan surabi selalu berpindah-pindah karena dagangannya ditanggung, namun saat ini yang jualan bandros sedang mangkal di tempat keramaian. Saya jadi ingat waktu SD dulu (1979-1984) ketika istirahat sering jajan bandros yang harganya 5 rupiah dapat lima buah dengan ukuran besar, sekarang dapat lima buah ukuran kecil harganya 2000 rupiah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Bandros

Bandros

Setelah saya menikmati hidangan makanan ringan khas jajanan pagi, ternyata surabi dan bandros itu berpasangan, kalau surabi dibuat, dimasak dan dijajakan oleh kaum wanita, sedangkan bandros dibuat, dimasak, dijajakan oleh kaum pria, seperti pada video di bawah ini. Saya berkesimpulan bahwa kedua makanan khas terserbut salah satu ciri khas makanan daerah priangan.

Video lagu Surabi Bandros produksi orang Ciamis.

Ditulis dalam Umum. Tag: , , , . 4 Comments »

4 Tanggapan to “Jajanan Pagi: Surabi dan Bandros Ternyata Pasangan yang Serasi”

  1. Adi D'Artagnan Says:

    kalau di daerah udah jarang jajan kayak gitu gan

  2. lemari pakaian Says:

    perlu di lestarikan makanan sperti itu

  3. kursi tamu Says:

    setuju dengan atas ane

  4. awan sundiawan Says:

    Trims atas kunjunganntya, memang makanan terserbut sampai sekarang masih enak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: