NKRI Terwujud Pada Tahun 1994?

Malam ini saya berkesempatan berdiskusi bersama Bapak Sawrono Kusumaatmaja di Sawangan Depok. Topik yang diangkat adalah NKRI. Saya baru tahu bahwa NKRI baru terwujud pada tahun 1994. Tentunya ada rentetan perjuangan untuk mewujudkan NKRI tersebut. Deklarasi Djuanda adalah cikal bakal terwujudnya  NKRI, dan dari Deklarasi Djuanda pula hukum kelautan Internasional menjadikan salah satu rujukannya. Perjuangan Deklarasi Djuanda dalam membela tanah air dilakukan dengan konsekuen dengan melalui orde lama dan orde baru. Dari Deklarasi Djuanda pula lahirlah Wawasan Nusantara.

Isi dari Deklarasi Djuanda yang ditulis pada 13 Desember 1957, menyatakan:

  1. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
  2. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan
  3. Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan :
    1. Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat
    2. Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan azas negara Kepulauan
    3. Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI

Indonesia dibangun oleh tanah air, lautan bukan pemisah pulau-pulau tapi lautan merupakan jembatan antarpulau. Kurtur bangsa Indonesia terkenal dengan menyatunya tanah dan air yaitu tanah air Indonesia. Indonesia akrab dengan air. Dulu Indonesia dikenal dengan negara agraris, namun sekarang menjadi pengimpor bahan pangan.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa diantaranya: arus laut di selat-selat Indonesia timur memiliku arus yang kuat dan cocok sebagai energi potensial pembangkit tenaga listrik. Karena luasnya lautan Indonesia yang kaya raya maka diperlukan sumber daya manusia yang menjadi nelayan pelaut. Indonesia juga memiliki wisata bahari paling baik di dunia.

Pada akhir diskusi terserbut saya baru tahu bahwa Indonesia bukan negara maritim tetapi negara kepulauan, Indonesia negara kepulauan yang belum menjadi negara maritim.

Diskusi tersebut sangar menarik perhatian, dan luar biasa Bapak Sawrono Kusumaatmaja sangat mengetahui tentang kalautan dan perjuangan diplomasi dalam mempertahankan negara kepaulauan tersebut.

Karena waktu sudah malam akhirnya diskusi diakhiri, dan saya pun langsung menuliskan dalam keadaan agak ngantuk nih. Sehingga tulisan di atas bahasanya kacau balau. Meskipun ada kopi namun sang kantuk terus menghampiri saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: