Mengapa Internet di Indonesia Lelet alias Loding Lama (Lola)?

internet

internet

Saya lebih enjoy menikmati websita yang hostingnya di server telkom atau di server lokal Indonessia kemudian diakases menggunakan speedy masih kenceng meskipun kadang-kadang agak lola juga. Berbeda dengan website yang berasal dari server luar Indonesia terasa lambat apalagi jika diakses menggunakan nirkabel/wireles. 

Setelah sekian lama saya menikmati jaringan internet yang lola saya sempat baca-baca informasi keadaan jaringan internet di Indonesia. Hasil rangkuman informasi terserbut memang betul adanya bahwa menurut para ahli jaringan interet, koneksi jaringan internet di Indonesia sangat lambat karena belum memakai kabel fiber optik. Padahal pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah dicanangkan sejak 1996 melalui Program Nusantara 21. Namun, program itu terhenti sebelum masuk abad ke-21.

Jaringan telekomunikasi di Indonesia, ujar mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia itu, 95 persen berupa telekomunikasi nirkabel dengan kualitas sambungan yang buruk.

”Dengan sarana ini, komunikasi suara saja buruk, apalagi data, gambar, dan video,” ujar Setyanto. Seharusnya, menurut dia, Indonesia mengikuti tren pengembangan telekomunikasi yang terjadi di dunia. Layanan telekomunikasi di negara maju, 60 persen menggunakan kabel serat optik. Teknologi itu memiliki beberapa kelebihan, antara lain bebas gangguan, berkecepatan tinggi, dan berkapasitas tinggi. (sumber: kompas.com)

Beberapa sumber bacaan tersebut saya seperti di bawah ini.

Kecepatan Internet Indonesia Peringkat 115 Dunia
Di Asia, Kecepatan Internet Indonesia Paling Lambat
Terendah Se-Asia, Seberapa Parah Koneksi Internet di Indonesia?
Internet Indonesia Paling Lambat Se-Asia, Ini Kata Menkominfo
Bagaimana Mengatasi “Internet Lambat” di Indonesia?

Semoga pada tahun 2014 koneksi Internet di Indonesia tidak lola lagi.

2 Tanggapan to “Mengapa Internet di Indonesia Lelet alias Loding Lama (Lola)?”

  1. Sydney N. Gill Says:

    “Apabila situasinya tidak bisa dipertahankan, maka seluruh ISP dan operator jaringan benar-benar kusut. Dan, keberadaan Kemkominfo yang selama ini sebagai regulator resmi pemerintah dalam hal internet dan telekomunikasi, patut dipertanyakan. Sebab, ternyata Kemenkominfo yang selama ini menyandang posisi sebagai regulasi, menjadi tak bermakna di mata kehakiman atau kejaksaan,” pungkas APJII.

  2. Arilexs Shop Says:

    Kok bisa terhenti ya program dari tahun 1996 itu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: