Daya Simak yang Masih Rendah

Menyimak adalah mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yg diucapkan atau dibaca orang lain. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan sudah dibelajarkan di sekolah. Menyimak adalah keterampilan berbahasa yang paling awal dikuasai manusia sejak lahir.

Sesuatu yang menarik dibicarakan orang pasti akan disimak baik-baik. Seperti halnya saya lebih suka menyimak berita miring orang lain daripada menyimak hal-hal yang baik, benar dan bermanfaat. Memang tidak dipungkiri saya lebih suka menyimak yang menarik pada diri saya, baik yang berkaitan langsung dengan kepentingan saya atau hal lain yang topiknya sedang banyak dibicarakan orang. Begitu juga yang disimak pada siswa, mungkin mereka menyimak hal-hal yang berkaitan dengan dunianya.

Pada saat ini saya telah menguji mereka pada kegiatan ujian sekolah, ujian praktik menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Setelah diperiksa hasilnya ternyata hampir 40% daya simaknya masih rendah. Hal ini juga sebagai umpan balik bagi saya, bisa jadi saya masih lemah dalam mengajak merka untuk menjadi penyimak yang baik. Dan saya pun sadar, mereka yang saya uji bukan siswa saya.

Saya merenung sejenak, apakah faktor penyebab daya simak siswa kelas XII menjadi rendah? (1) Apakah tidak diajarkah/dilatih sejak SMP? (2) Apakah ketika siswa tersebut ketika ketika kelas X, XI, XII tidak ajak untuk menjadi penyimak yang baik oleh gurunya? (3) Apakah mereka selalu mengerjakan soal latihan menyimak dari LKS/buku teks yang latihannya berupa tulisan yang harus dibaca? (4) Apakah soal menyimak sulit dipahami oleh siswa? (5) Dan banyak lagi pertanyaan lain.

Dari sejumlah soal yang disajikan dalam ujian menyimak, materi yang disajikan adalah materi yang sebagian besar mereka sudah ketahui sebelumnya dari berbagai bacaan. Saya susun materi soal ujian menyimak berdasarkan SKL KTSP. Artinya SKL terserbut tentunya sudah diajarkan/dilatihkan oleh gurunya ketika di kelas.

Hem… (saya masih merenung sambil introspeksi diri agar mereka yang duduk di kelas X, XI sekarang daya simaknya lebih baik lagi)

Jangankan mengerjakan soal listening bahasa Inggris, menyimak bahasa Indonesia pun masih rendah. Semoga kita semua dapat melatih dan mengajak anak-anak kita untuk terampil menyimak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: