Musyawarah Burung

Alkisah, sekumpulan burung berkumpul. Mereka berkisah tentang perjalanan yang sudah mereka lewati tentang kehidupan, pengalaman, serta suka dan duka mereka. Sampailah mereka pada kesimpulan, bahwa setiap kenikmatan itu batasnya. Setiap sesuatu ada ujungnya. Mulailah mereka mencari kebahagiaan yang tiada bandingannya. Munurut mereka, kebahagiaan sejati adalah bergabung dan berada di  hadirat raja para burung. Mereka pun berkumpul, burung dari berbagai belahan bumi dan bermacam keluarga di tempat yang sama. Mulailah mereka bertanya-tanya, kepada hud-hud kemudian mereka berpaling. Inilah, kata mereka, burung-burung yang menyertai Nabi Sulaiman, yang tinggal di taman-taman para sufi. Hud-hudlah yang tahu jawabannya. Hud-hud pun berkata “Sungguh, raja kalian ada di balik bukip Kaf, namanya Simurgh. Tetapi perjalanan menujunya harus melewati tujuh lembang dan tujuh bukit.”

Burung-burung bersuka cita. Mereka temukan dambaannya. Mereka meminta agar Hud-hud membimbing mereka diperjalanan. Berangkatlah mereka. Di setiap langkah, seekor burung menyatakan keberatan dan keengganannya, di setiap lembah, di setiap bukit, ratusan burung berguguran. Sebagian merasa sudah cukup dengan kelopak mawar yang mereka lihat setiap pagi. Sebagian lagi sudah bahagia dengan desir angin yang lewat di telingannya. Sebagian lagi karena alasan yang satu dan yang lainnya. Hud-hud menjawab setiap keberatan itu satu demi satu.

Hingga sampailah mereka setelah melewati tujuh lembah dan tujuh bukit, tinggal 30 ekor burung lagi yang tersisa. 30 Burung dalam bahasa Persia disebut si murg. Simurgh, raja para burung yang dimaksud, ternyata adalah cerminan diri mereka sendiri yang mereka temukan tak lain adalah diri mereka sendiri.

 

Dari kisah di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa setiap orang harus punya semangat yang kuat dan tinggi dalam melalui godaan dan rintangan, dan harus selalu berusaha untuk menembus rintangan teserbut dan harus selalu berusaha untuk menyelesaikan segala persoalan kehidupannya. Karena siapapun yang dapat menyelesaikan segala masalah kehidupannya itulah raja bagi dirinya sendiri. Dan siapapun yang telah lulus dari berbagai ujiannya maka akan menemukan dirinya sendiri.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, pahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS: Al-Baqoroh: 2:214)

 

 

4 Tanggapan to “Musyawarah Burung”

  1. awan sundiawan Says:

    Salam kenal kemnbali

  2. Jessie Says:

    This specific posting, “Musyawarah Burung | Awan Sundiawan”
    was in fact remarkable. I’m printing out a replicate to present
    to my personal associates. Thanks,Quinn

  3. Lance Says:

    I actually wish to book mark this specific article, “Musyawarah Burung |
    Awan Sundiawan” on my personal page. Will you care
    if Ido? Thx ,Latanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: