Selamat untuk Kab. Kuningan Menjadi Pusat Pengembangan SLB

(Bupati Kuningan memperlihatkan “dokumen” di dampilingi Kepala Dinas Pendidikan Jabar, dan Mendiknas)
Kuningan – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Minggu (2/1) pagi mencanangkan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sebagai pusat pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB), menyusul keberadaan 33 provinsi sebagai pusat pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus serta sembilan wilayah sebagai pusat braille. “Dengan pencanangan ini, kita berharap Kabupaten Kuningan dapat mengembangkan dan  menyiapkan berbagai metodologi pembelajaran yang berkait dengan layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus,” katanya.

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di SLB Negeri Taruna Mandiri, Kuningan itu, Mendiknas secara simbolis menyerahkan bantuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berupa komputer dan Al-Quran berkufur braille.

“Perhatian dan pemberian peralatan kebutuhan bagi peserta didik di SLB dari Presiden ini menandakan bahwa pemerintah memberikan perhatian bagi keberlangsungan masyarakat yang memiliki keterbatasan dan memerlukan pendidikan khusus dan layanan khusus,” kata mantan Menkominfo ini.

Dikatakannya, perhatian ini tidak lain bagian dari kebijakan pemerintah berkait dengan program education for all dimana pemerintah tidak boleh membeda-bedakan dalam pemberian layanan pendidikan kepada siapa pun. “Misi Kementerian Pendidikan Nasional tentang Kesetaraan inilah antara lain realisasinya, dan kami tidak boleh membeda-bedakan terhadap layanan kepada masyarakat,” katanya.

Mendiknas mengatakan,  tahun 2011 Kemdiknas telah memprogramkan untuk pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus pada penguatan sarana-prasarana. Selain itu, tambahan dana khusus selain dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan pengembangan beberapa sentra.

Pada bagian lain sambutannya, Mendiknas mengungkapkan, kini sudah ada sentra pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus di 33 propinsi yang semuanya telah memiliki ISO, dan ada sembilan daerah telah ditunjuk sebagai sentra braille, masing-masing Payakumbuh, Jakarta, Cimahi, Pemalang, Yogyakarta, Lawang Malang, Denpasar, Mataram dan Makassar.

Dalam kegiatan di Kuningan, Mendiknas selain meresmikan sentra workshop aneka usaha SLB Negeri Taruna Mandiri, juga meresmikan unit sekolah baru (USB) SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Kabupaten Cirebon, Peresmian TK dan SD Bertaraf Internasional dan 3 SMK Negeri di Kuningan.

Tingkatkan APM

Dalam penjelasannya, Nuh mengatakan, mulai tahun 2011 Kemdiknas akan meningkatkan angka partisipasi murni (APM) anak berkebutuhan khusus dengan pertumbuhan minimal 10% per tahun, sehingga mencapai angka minimal 65% pada tahun 2014. “Bersamaan dengan program itu, kami juga akan mencegah siswa berkebutuhan khusus dropout dan/atau menarik kembali anak-anak usia sekolah yang termarjinalkan dari lingkungan sekolah sehingga lulus sekurang-kurangnya jenjang pendidikan dasar,” katanya.

Program lainnya, katanya, memberikan perhatian kepada peserta didik yang memiliki kesulitan mengikuti pembelajaran dan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa untuk mendapatkan layanan pendidikan, sehingga mampu belajar secara optimal sesuai dengan bakat, potensi dan/atau kebutuhan khusus yang dimiliki dengan menerapkan prinsip nondiskriminasi.

“Selain itu, menyiapkan program menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian melalui pendidikan keterampilan hidup (life skill) yang terintergrasi dalam penyelenggaraan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus,” katanya

Kemdiknas berharap, Nuh menambahkan, melalui serangkaian program tadi dapat menumbuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sehingga menjadi solusi alternatif dalam pemenuhan hak belajar 9 tahun terwujud secara cepat dan tepat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus,” ucapnya.

Sumber: http://kemdiknas.go.id/

4 Tanggapan to “Selamat untuk Kab. Kuningan Menjadi Pusat Pengembangan SLB”

  1. Hafid Junaidi Says:

    semoga kabupaten/ kota lain segera dapat memanfaatkan hasil pusat pengembangan SLB di Kuningan

  2. awan sundiawan Says:

    Sip, semoga seusuai harapan

  3. ryan Says:

    mna smkn 3 kngnya?

  4. Danamaya Says:

    Siapa sih orangnya yang ingin lahir dengan kondisi yang kurang normal? Jadi, seandainya tidak ada lembaga pendidikan khusus yang menangani, mau bagaimana nasib pendidikan orang2 yang hidup dengan keterbatasan fisik? Dengan adanya perhatian khusus dari PEMDA Kuningan, saya pribadi sangat setuju dan salut atas itikad baiknya. Buktinya, walau dalam kondisi fisik yang dianggap terbatas kalau dibina dan dididik oleh seorang Guru professional dibidangnya, akan membuahkan hasil didik yang maksimal serta bisa merayakan kenaikan kelas di luar kampus dengan gembira penuh suka-cita tak jauh berbeda dengan para siswa dari Sekolah Umum lainnya. Hal itu pernah saya lihat ketika akhir tahun ajaran 2011, SLB Luragung Kuningan di Kawasan Wisata Wadukdarma.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: