Sejarah Pemakzulan Presiden di Indonesia

Sebagai para pemimpin di negeri ini seharusnya menyejehterakan rakyatnya, bukan sibuk menyejahterakan diri dan kelompoknya. Sepertinya pemerintah tak lain adalah ladang mendulang uang negara, untung saja rakyat Indonesia sangat sabar dan penuh pengertian yang dalam.

Saat ini sedang ramai dibicarakan “pemkzulan”. Mari kita lihat bersama-sama “pemakzulan” presiden di Indonesia.

Presiden pertama, Soekarno, dimakzulkan setelah menjadi presiden selama dua puluh tahun. Pemakzulan ini tidak sesuai dengan UUD 1945, meskipun MPR yang menurunkan secara resminya. Hal itu terjadi karena secara defacto Soeharto memegang kekuasaan negara.  Pemakzulan ini dengan cara “kudeta lembut”.

Presiden kedua, Soeharto dimakzulkan dengan paksaan halus juga setelah defacto rakyat tidak mendukungnya. Namun, Soeharto “tahu diri”, dia memakzulkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya beliau sangat cerdik dan “licin” sehingga lepas dari jerat untuk dibawa ke pengadilan.

Presiden keemat, “Gus Dur” yang secara demokratis dipilih oleh MPR dan dipilih dengan suara terbanyak, namun dimakzulkan juga oleh MPR. Menurut teori pemakzulan presiden di Indonesia itu harus memenuhi syarat: korupsi, berbuat maksiat, melanggar hukum, dan sejenisnya. Hal ini terjadi pada “Gus Dur” tanpa dipanggil terlebuh dahulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan tiba-tiba MPR langsung memakzulkannya. Contoh “masa lalu” pemakzulan “Gus Dur” adalah contoh yang  jelas-jelas terlihat oleh semua pihak bahwa bagaimana lidah para politisi dan negarawan saat itu memiliki “lidah tak bertulang”.

Menurut UUD 1945 untuk memakzulkan presiden tidak mudah dan tidak sederhgana dan harus menempuh perjalanan hukum yang panjang. Namun “Gus Dur” didepak begitu saja dari singgasana kepresidenan dengan suara hingar bingar wakil rakyat du Gedung DPR/MPR saat itu.

Mungkin diantara mereka (wakil rakyat) ada yang “sok tertib hukum” di Indonesia yang mengakibatkan tiak berkutik kalau muncul kekuatan politik yang dapat menjungkir balikan pasal dan ayat undang-undang. Hukum manusia tidak sempurna sehingga manusia juga yang memanfaatkan celah-celahnya. “Undang-Undang Dasar 1945 akan pergunakan dengan konsekuen apabila menguntungkan diri dan kelompoknya, dan bisa diabaikan apabila tidak menguntungkan diri atau kelompoknya.”

Jadi kalau begitu aturan itu ditegakkan apabila “diri kita” merasa “kalah” dan “tidak puas” atas keberhasilan “orang lain”, dan kalau “menang” maka nyantey saja….

Sumber: diambil dari tulisan Jakob Sumardjo dalam “Fokus” (Pr/31/1/2010) yang berjudul “Pemakzulan”

22 Tanggapan to “Sejarah Pemakzulan Presiden di Indonesia”

  1. SAUT BOANGMANALU Says:

    TERIMAKASIH TULISAN DAN INFORMASI DALAM BLOGNNYA, CUKUP BERMANFAAT. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT HARGA BAHAN-BAHAN PERTANIAN, HASIL BUMI BERUPA NILAM, KEMENYAN, KOPI, ADAT-ISTIADAT, PEMBANGUNAN DAERAH DAN LAIN-LAIN DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  2. karim Says:

    turnkn sja klo asli brsalh

  3. anom Says:

    emang gitu..kebanyakan orang itu melihat sebuah kesalahan sebagai sebuah hal yang besar..sedangkan kelebihan adalah sebagai hal yang wajar..coba ubah pandangan anda tentang orang lain dan selalu berpikir positif..saya yakin tidak ada lagi kata2 saling menjatuhkan..

  4. mulyadi syachrial Says:

    pemilihan presiden ulang dari situ sumbernya century-aliran dana-pilpres.

  5. rara Says:

    indonesia semakin semrawut,amburadul..cari pangan susah,biaya sekolah yg katanya gratis eee ujung2nya juga bayar,rasanya hidup di indonesia makin susah buat rakyat kecil,mana cari kerja susahnya minta ampun,udah gitu masih banyak rakyat yg hidup dibawah garis kemiskinan..kapan ya kita diberi pemimpin yg benar2 memikirkan nasib rakyatnya???kapan ya kita diberi pemimpin yg benar2 memihak rakyat kecil?sedangkan kita ini hidup dinegara yg gak ada rasa keadilan,orang yg nyuri semangka,pisang,jagung untuk makan dihukum penjara..sedangkan mereka para pejabat yg nyuri uang rakyat buat gendutin perutnya gak ada suaranya..kalo diliat negara rugi berapa dibanding uang rakyat yg hilang gak tau juntrungannya dibanding harga sebuah semangka,sesisir pisang ato setangkai batang jagung?jangan salahkan rakyat kalo rakyat sudah tidak percaya lagi pada para pemimpin,pada hukum…wahai para pemimpin perhatikan kami yg menangis,tercekik dan sengsara sementara banyak para pejabat yg hidup dalam kemewahan..mana rasa keadilan buat kami???

  6. Susan binti Suaib Says:

    Kalau awak pun bicara soal Indonesia, apa yang tak sengaja diberi bahan pengawet, macam borak dan lain-lain? Abang-abang jujur dalam diri abang dan tidak jorok seperti khas kebanyakan manusia Indonesia? Hati-hati untuk makan bakso, siomai dan lain-lain di Indonesia. Lihat botol sos itu. SBY pun tidak perduli semua tu. Lihat sos-sos pengeluaran kilang rumahan seperti sos tomato dan cili dan lain-lain di botol coklat atau hijau, semua itu kotor dan tak sehat. Kata orang-orang yang tinggal di berdekatan kilang itu, tab simpanan besar sos itu ditambah banyak buah betik (pepaya) untuk mengurangkan jumlah bahan asas, tomato dan cili, yang cukup mahal, dan di dalamnya terdapat banyak kecoak dan tikus mati, tapi langsung dimasukkan ke penggilingan bersama haiwan-haiwan tu. Mereka berkata “biar tambah sedap.” Contoh ini menunjukkan bahawa tidak ada gunanya kerajaan SBY dibiarkan terus memimpin Negara. Kerajaan ketika ini tidak ada mandat, dan tidak memberitahu pihak berkuasa tempatan memantau kebersihan makanan. SBY seharusnya sudah dilengserkan, tapi sayangnya DPR membanci, itunya tak dapat berdiri. Pasti tidak hanya kilang sos-sos itu, kilang-kilang dan perniagaan-perniagaan lain pun dibiarkan berjalan bagai di hutan belantara seakan Negara RI tak berpemerintahan. Anda mau jual dan menipu apapun, boleh, di bawah kerajaan SBY. Mengiklankan produk-produk penguat seks, apapun, seperti On Clinic, yang memanfaatkan artis-artis tamak, dan sebagainya, pun boleh, inilah Negara tanpa etika dalam semua bidang. Kerajaan gila kerana presiden lemah dan mungkin tidak berwawasan jua. Presiden itu konon pernah tinggal dan belajar di Negeri Uncle Sam tidak bererti memahami, kerana presiden itu hanya belajar tentang tentera dan militer bukan tentang menjadi presiden yang baik bagi seluruh rakyat khususnya mereka yang fakir miskin. Lagipun aneh, awak semua sebagai masyarakat tetap membiarkan dia berkuasa, semata kerana tertipu menganggap dia baik, hanya dari kulit luar atau penampilan di depan mata atau televisyen, bukan menengok isi hati dan cakrawala otaknya. [Bila awak ada komen lain bolehlah majukan ke kami: susanbintisuaib@mscterengganu.my ]

  7. voucher pulsa Says:

    Susahnya di Indonesia masyarakat kita kebanyakan melihat sebuah kesalahan sebagai sebuah hal yang besar.

  8. Herlina Says:

    Tolong beritahukan ke kawan-kawan lain, Bang.

    Bagi yang suaranya sering tidak tertampung dalam acara “Komisi” Elshinta, jangan khawatir. Ada blog ini: tinggal klik atau copy paste berikut ini.

    http://forumpendengarelshinta.wordpress.com/

    Bisa menampung pendapat atau ketidakpuasan yang tidak terlampiaskan dalam acara “Komisi” Elshinta, atau memberi saran untuk Radio Elshinta.

  9. Ibu Solikhati Says:

    Presiden SBY harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!! Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Dimana Pancasila di muka-muka para pejabat dan menteri itu? Dari media antara lain dari Metro TV kita kian tahu jelas dan terang bahwa pemimpin MUI yang justru selama ini menyesatkan dan memfitnah Ahamdiyah atau JAI (Jemaat Ahmadiyah Indoneia). bahwa JAI aliran sesat atau menyimpang dari Islam adalah versi pimpinan MUI dan Kementerian Agama Indonesia.

    Bukan pertama kali JAI dan juru bicaranya menyatakan Nabi/Rasul mereka sama seperti umat Islam lainnya, Muhammad SAW. Kalau kita buka web resmi atau menonton pengajian-pengajian di MTA TV, televisinya Ahmadiyah pusat, http://www.mta.tv/ , Nabi/Rasul mereka sama: Muhammad Rasulullah. Juga sangat jelas dalam lafaz doa dan puji-puji mereka. Jadi apanya yang menyimpang dan menyesatkan? Tidak ada yang menyimpang di Ahamdiyah. Pertanyaan kita semua kenapa MUI dkk termasuk Menteri Agama memfitnah Ahmadiyah? Ini pertanyaan besar. Apakah sebagai intelektual, pimpinan MUI dan Menag hanya membebek laporan sesat anak buahnya dan tidak meneliti kebenaran?

    MUI sepihak. Kenapa tidak minta JAI menjelaskan di depan media-media di Indonesia agar masyarakat tahu mana yang benar? Dan apa betul Ahamdiyah menganggap Ghulam Ahmad nabi mereka? Kenapa masyarakat hanya diberi versi MUI dan Menag saja? Ada apa di balik ini? Kenapa MUI memprovokasi dan menciptakan permusuhan sesam Muslim dan sesama manusia? Dimana Pancasila? Dimana HAM? Kenapa dibuat SKB yang tidak adil?

    Itu sama halnya menyelesaikan masalah dengan masalah baru? Kini kita tahu siapa yang salah sebenarnya. MUI atau Ahmadiyah? Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Mari kita semua sesama umat beragama, kita demo besar-besaran saja dan desak SBY bubarkan MUI dan Kementerian Agama. kalau begini, Presiden harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!!

  10. Jamilah Mursyid Says:

    TV ONE OK juga. Detik ini ada diskusi di TV ONE. Guntur Romli benar, meski dikeroyok/lawan 2 sampai 3. Lagipula tidak ada sama sekali perbedaan prinsipil antara Ahamdiyah dan aliran-aliran Islam lainnya. Dua orang narasumber, antara lain satunya dari MUI, itu sangat ngawur dan benar-benar pemfitnah. Darimana kengawuran mereka itu? Kedua orang sudah tua itu bisa dikategorikan pelanggar-pelanggar hukum, pelanggar UUD, yang jelas menjamin setiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Orang-orang MUI sudah ngawur, ngotot lagi. Kenapa SBY dan Negara diam saja membiarkan orang-orang seperti itu?

  11. Ella Wahidah Says:

    Halo Cantik/Tampan, Numpang Lewat, Jangan dihapus. Ini sebaiknya kita tahu untuk nambah wawasan kite semuenye. Share ke temen-temen kite. Kalau kau hapus, kalian tidak berteman tapi cari musuh.

    SBY harusnya sudah bubarkan MUI. Hei Aminuddin, cium pantatmu dulu!!! Aminuddin Yaqob, anggota MUI, bilang semalam di TV One bahwa Rabitah Al-Islami (RabAl) sudah lama mengeluarkan fatwa melarang Ahmadiyah. Emangnya siapa pikirin!! Hei Aminuddin, buka matamu, RabAl hanya sebuah organisasi Arab, keciiil. Indonesia negara besar, memiliki agama dan aliran serta suku bangsa yang berbeda-beda. Mereka sejak dulu hidup harmoni. Kenapa lu obok-obok sekarang?!!!

    Lu, Aminuddin, sok tahu. Lu bilang Ahamdiyah harus kembali ke jalan yang benar. Emangnya lu aje yang berhak benar?!!! Lu pikir kagak, dan buka mata lu, Indonesia bukan negara berdasarkan Islam, jangan lu sok ngatur-ngatur. Indonesia negara sekuler, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Monyong!! Kalau mau mendominasi hanya satu aliran, berani enggak lu ame semua rakyat Indonesia!!

    Hei Aminuddin Yaqob, hampir setiap agama memiliki banyak aliran. Islam sendiri banyak aliran/madzhab, antara lain: Syafii, Hanafi, maliki, Hambali, yang memiliki perbedaan-perbedaan penting dan tak penting, itu sah-sah saja. Ada pula hal-hal lain seperti antara lain Shiah dan Sunni, mereka sangat beda juga. sah-sah saja. jadi lu kagak perlu membuat penyeragaman, dan mengklaim paling benar serta mendikte aliran lain seperti Ahamdiyah.

    Lu mesti harusnya dibuang dari MUI, ngotor-ngotorin aje dan camuk lu! Lagipula, MUI adalah organisasi sisa Orba yang harusnya sudah dibubarkan karena terbukti selalu cari-cari masalah dan berpolitik. MUI harusnya ngurusin adminstrasi misalnya sertifikat halal dan sebagainya, ngurisin yang baik-baik bukan mendikte suatu kebenaran dan bukan kebenaran! Jangan lanjutkan keanehanmu MUI. SBY harusnya sudah membubarkan MUI, karena suka berpolitik dan suka mengadu-domba umat.

    Hei Aminuddin Yaqob, berani enggak lu sama orang-orang Shiah dan Iran?!! Bangsa dan negara itu lebih menghormati Syayidina Ali daripada Nabi Muhammad?!!! Lu kayaknya harus belajar lagi dan jangan sok tahu. Nabi itu banyak. Ada yang menyebut hanya 25 mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, ada juga yang menyebut banyak, termasuk ada Nabi Haidir dll, mereka tidak termasuk dalam Top 25 besar tersebut. Boleh-boleh saja, sah-sah saja. Ngapain lu Aminuddin Yaqob, kurang kerjaan lu!!!

    Rasul mungkin satu yaitu Muhammad SAW. Nabi manapun menerima wahyu dan tidak selalu dibukukan/dikitabkan, maklum zaman dulu belum ada komputer atau mesin ketik, Monyet!!!

    Sampai saat ini hanya 4 Nabi yang terkenal memiliki Kitab: Ibrahim terkenal dengan kitab Az-Zaburnya, Musa dengan At-Tauratnya, Isa terkenal dengan Al-Injilnya, dan Muhammad dengan Al-Qur’annya yang juga disebut Al-Furqon seperti orang Ahmadiyah. Dalam Kristen Al-Injil juga sudah beda-beda aliran mereka pun banyak yang terkenal di Indonesia adalah: Protestan, Katholik dan Adven. Hei Aminuddin Yaqob, berani enggak lu nyeregamkan Kristen!!! Jadi umat Ahmadiyah mengklaim Ghulam sebagai Nabi, boleh-boleh saja, sah-sah saja, itu hak mereka.

    Anda Aminuddin Yaqob tidak perlu menyeragamkan. Lihat, antara Muhamamdiyah dan NU saja, jumlah azan sholat Jumataan berbeda, mau apa lu Aminuddin?!!! Janganlah lu cari-cari masalah.

    Anda juga bilang Ahmadiyah tidak boleh mengadakan hubungan ke luar negeri, ke pusat Ahmadiyah di Lahore. Emangnya lu siapa?!! Apa-apaan lagi lu?!! Semua manusia dan organisasi apapun berhak dan bebas mengadakan hubungan dengan luar negeri. Apa lu tidak lihat pesantren-pesantren di negeri ini juga menerima dana dari luar negeri?!!! LSM-LSM juga menerima dana dari luar negeri!!! Bahkan pemerintah juga menerima dana dari luar negeri !!! Apa-apaan lu?!!! Mau apa lu?!!! Melarang orang/organisasi apapun menerima sumbangan dari luar negeri!!! Mau mendominasi negeri ini?!!
    Cium pantat lu sendiri, atau kalau perlu cium pantat orang-orang Ahmadiyah, cium pantat orang-orang Kristen, cium pantat orang-orang NU, cium pantat orang-orang Muhammadiyah, cium pantat kepala pemerintah, SBY, cium pantat mereka semuanya, satu per satu!!!

  12. Zahirah K. Says:

    Boleh juga seperti itu. tapi sebetulnya gampang kalau kita mau melihat berdasarkan urutan waktu. Pertama, ada pernyataan Tokoh Lintas Agama, dimotori Syafii Maarif, yang prihatin nasib bangsa. Pernyataan itu dipandang pemerintah/intelijen, bisa membahayakan stabilitas rejim ketika jutaan orang disini kian sulit akibat pemerintah yang tidak menciptakan roadmap dan pelaksanaan ekonomi yang jelas. Bila TLA ditindaklanjuti gerakan mahasiswa dan massa anti pemerintah saat ini, itu bisa memicu sebuah gerakan masif, berupa demo-demo dimana-mana, juga di depan DPR dan Istana. Kedua, tak lama kemudian, Tunisia dan Mesir meletus demo-demo besar, juga karena rakyat itu kian sulit akibat Ben Ali dan Mubarak yang kian sengsarakan rakyat mereka: Harga-harga terus naik. Rejim-rejim itu berjatuhan, melalui gerakan revolusi yang terpicu tak adanya daya-beli dan kelaparan. Di Indonesia, meski bukan diktator dan baru berkuasa 6 tahun berjalan, namun ketakutan seperti itu sudah dibacad. Perlu pengalihan isu yang efektif dan bertahan lama. Isu itu adalah isu SARA, meskipun ini terbukti tidak efektif untuk masa sekarang, ketika sebagian rakyat berpendidikan mengerti permainan dan taktik lama ini. Dulu di masa Suharto, cara pengalihan isu seperti itu efektif tapi lama-lama malahan membuat dia terguling. Sebetulnya taktik lama tidak perlu, sebab masih banyak penduduk ini yang bodoh-bodoh dan masih terpengaruh oleh hal-hal tahayul. Jadi mudah, buat saja “Selametan Minta Berkah” seperti yang kini dibuat bupati di Jawa Timur di bulan Maulud ini. Maka rakyat banyak berdatangan mandi air disana mereka berharap berkah. Gampang, Tidak perlu membunuh sesama manusia sebangsa lagi.

  13. Ibu Isye Says:

    Ini seputar PSSI. Andaikata Golkar dibubarkan sejak reformasi mahasiswa 1998 yang puas hanya mengguingkan Suharto, maka oang-orang partai tersebut tak akan ngrecoki system. Contoh betapa sulitnya mengalahkan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang sengaja dipasang dan dipertahankan Golkar dalam pencalonan ketua PSSI. Menurut narasumber acara Komisi di Elshinta, Nurdin dan Nirwan dipertahankan untuk menghadapi pemilu 2014. Sejauh dan sehebat inikah Golkar bercokol? Sebetulnya kalau pemerintah SBY berani mudah sekali membuang keduanya. Jangan-jangan semua ini hanya bagian bagi-bagi proyek, permainan sandiwara sempurna orang-orang Golkar dan Partai Demokrat yang dikenal sangat licik, atas nama politik? Politik universal tak pernah ajarkan kelicikan. Lihat lagi semua definisi politik.

  14. Ibu Zuriah Says:

    Tak penting bicara PSSI lagi, itu hanya pengalihan isu, jelas kok. Libia membara. Kota-kota di Libya telah dikuasai demonstran dan rakyat. Kalau Ben Ali, mantan pemimpin Tunisia, kini selamat karena cepat lari ke negara asing, Mubarak, pemimpin Mesir, keras kepala dan pasti akan dihukum rakyat Mesir, dan Gadafi, pemimpin Libia, pembunuh tentara sendiri dan rakyanta, akan digantung rakyatnya, karena perintahkan eksekusi banyak tentaranya yang membelot akibat menolak membunuh para demonstran. 1000 lebih demonstran dan massa sudah terbunuh dalam revolusi di Libia saat ini. Anggota keluarga Gadafi sudah ditolak mendarat di Malta, di Tunisia dan di Libanon. Gadafi akan digantung rakyatnya, ini soal waktu. Kemana ia melarikan diri ke negara asing? Semua menolak. Tapi ada apa SBY terbang ke Brunei? Semoga SBY tidak akan bernasib seperti pemimpin-pemimpin Arab tersebut. Mungkin Gadafi dan Mubarak perlu lari ke Brunei. Emas dan harta mereka pun bergudang-gudang. Atau ke Indonesia siapa tahu pemerintah bisa kebagian. Lumayan.

  15. Agustin Says:

    Terlihat dari tv-tv asing, Libia warganya berdarah-darah. Lebih dari 2000 pengunjuk rasa dibantai brimobnya Kadapi, pemimpin gila Libia itu. Tapi TVOne dan MetroTV bisu, ada apa? Tidak menayangkan dan tak lagi diskusikan seperti saat Mubarak digulingkan. Sementara, pemerintah tak lagi evakuasi warganya. Kalau begitu evakuasi Mesir kemarin lebih tepat disebut untuk pencitraaan dong!

  16. Hou Hian Says:

    Ada apa dengan televisi yang mengklaim number one itu. Ahaa! Selepas dikritik sebagai bisu akhirnya pada siang tadi Metro TV berakhir membuat tayangan sedikit tentang revolusi Timur Tengah khususnya Libia. Tapi sudut pandang dia-dia orang di televisi Indon itu pro Gadafi. Dilansirnya kata-kata Gadafi yang akan membagi senjata-senjata pada milisi pro rezimnya untuk bunuhi habis pengunjuk-rasa pro demokrasi. Rupanya dia-dia orang editor Metro TV ikut gila, atau mungkin dapat uang angpao dari Gadafi! Lagipun sudut pandang untuk uraian Yemen dibuat damai.

  17. ong xiao Says:

    Diam kamu, Hou Hian!!!! Mereka orang di dalamnya, betul, olang-olang berbau etnis Alab (Arab). Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka. Paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Tak ada yang tak kami kuasai. Kita orang pintar, mereka orang tolol-tolol, haiyaa…. Tanah-tanah luas, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….i. Jangan tanya itu lagi Hou Hian, haiyaaaa….?!!!

  18. Ibu Tuty Says:

    Apapun alasannya pemakzulan mungkin sudah saatnya. Terlalu banyak yang sudah yang bilang kalau kabinet yang dipimpin SBY pura-pura tidak tahu, padahal pemerintahnya yaitu Boediono dan Sri Mulyani jelas diduga jelas terlibat langsung maupun tak langsung skandal Bank Century. Saat ini ada relevansi serius perlunya pemakzulan. Seperti di Mesir juga, rezim atau kepala pemerintahan sebuah kabinet serta kabinetnya sekalipun nyang enggak pro rakyat nyang hanya pintar pidato, tapi pelaksanaan pembangunan dengan uang besar itu direkayasa dan dibiarkan jatuh ke pihak-pihak nyang enggak bertanggung jawab, pemimpin nasional nyang enggak ngawasi ketat dan enggak beri sanksi keras, perlu digulingkan oleh mahasiswa dan seluruh rakyat. Mereka perlu didemonstrasi masif dengan uang dan moral semua komponen oposisi pihak lawan di negara itu, baik dengan campur tangan asing maupun tidak. Orang-orang di negara-negara itu hebat karena selalu menyurati negara-negara maju seperti Amerika dan Kanada agar rezim mereka digulingkan saja. Di Indonesia mungkin perlu juga. Pemimpinnya juga hanya pintar pidato, pintar bicara, katanya, akan melaksanakan proyek-proyek pengentasan kemiskinan dan pangan. Tapi jangan-jangan dana-dana itu dicairkan untuk ditilep orang-orang mereka, TST. Atau presiden tidak mengawasi ketat dan lemah. Bukan faktor lamanya waktu berkuasa misalnya 30-40 tahun, sebuah rezim tidak berguna; 1 atau cukup 5 tahun atau 6 tahun tapi kalau sudah kelihatan menyengsarakan rakyat terus ya dibuang saja.

  19. Ibu Josua Says:

    Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel. Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar. Sekarang dia baru tahu. Tidak selalu yang kelihatan ganteng itu mampu. Harusnya SBY punya filosofi duren-manggis. Walaupun dari luar tidak cantik/ganteng, tapi bagus/berkemampuan.

  20. meida Says:

    Ada teori menarik dan logika benar dalam politik. Kamu aku tak suka. Orang lain berteman sama kamu. Orang lain itu aku tak suka pula. Saat ini Partai Demokrat, partai berkuasa saat ini, banyak orang tak suka karena partai ini melalui presidennya kurang sekali pro rakyat. Jadi partai yang bersamanya atau yang akan bergabung dengannya pasti akan “selesai”. Tak akan dipilih tahun 2014. Yang oposisi yang akan dipilih. Jadi kalau mau “dipeluk” partai/penguasa, siap-siap untuk kalah.

  21. Karmila Hasibuan Says:

    Atika Sunarya dan TV ONE adalah wartawan dan media televisi tolol dan dan bodoh dan harusnya diadili di PN pagi ini karena telah melakukan trial by the press. Atika Sunarya di TV ONE mengatakan bahwa Abu Bakar Ba’asyir “terlibat” aktivitas terorisme dan pendanaan terorisisme di Aceh. Atika Sunarya dan TV ONE tidak mengatakan “diduga/dituduh” terlibat …. Harusnya Atika Sunarya dan TV ONE yang diadlidi di PN.
    Tak ada wartawan dan media di dunia ini yang berani melakukan trial by the press kecuali Atika Sunaray dan TV ONE. Bagaimana mereka tahu Abu Bakar Ba’asyir adalah teroris? Bagaimana Atika Sunarya dan TV ONE serampangan dan berani main tuduh dan mendakwa? Inilah sebuah bangsa yang sakit akibat media di negara ini sendiri yang tidak akurat dan terbawa misi pemfitnahan keji terhadap anak bangsa sendiri, tanpa bukti dan hanya berangkat dari opini yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu. Adalah sembrono dan ketololan TV ONE. Media-media TV Barat yang sangat berani tidak pernah melakukan trial by the press dan selalu mengatakan “diduga” maupun disebut-sebut. Dan bila kita membaca di sebuah sumber penting, misalnya, di Wikipedia saja, tak ada yang berani mengatakan seperti Atika Sunarya dan TV ONE. Wikipedia menulis misalnya bahwa: “Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938; umur 72 tahun), merupakan seorang tokoh Islam di Indonesia keturunan Arab. Ba’asyir juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min. Berbagai badan intelijen menuduh Ba’asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam yang mempunyai kaitan dengan al-Qaeda.” Abu Bakar Ba’asyir membantah karena dia memang bukan teroris. Dia hanya kiyai biasa, punya pesantren, untuk memberikan ilmu agama dan mencari nafkah keluarga dan saudara-saudaranya. Kami adalah wartawan-wartawan investigatif. TV ONE adalah sebuah penyebar kebohongan. Kita harus hati-hati dengan media-media buruk total seperti ini. Atika Sunarya dan TV ONE ternyata adalah wartawan pelanggar kode etik jurnalistik (universal) yang berlaku di seluruh dunia. Negara ini makin hancur karena ulah media-media lokal seperti ini.

  22. melatonin for sleep Says:

    This piece of writing will help the internet viewers for building up new
    weblog or even a weblog from start to end.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: