Curhat Kepada Muridnya

Anakku coba dengarkan.

Anakku,
Bapak ini tidak punya apa-apa
Tidak seperti yang kau punya
Bapak ini tidak bisa diharapkan
Tidak seperti apa yang kau harapkan
Bapak ini tidak bisa menjadi tumpuan
Tidak seperti apa yang kau inginkan

Anakku,
Bapak merasa bangga padamu
Niat belajarmu sangat tinggi
Meskipun Bapak hanya memberikan pelajaran apa adanya
Bangunan tempat kita belajar masih kokoh dan nyaman
Meskipun Bapak belum bisa memberikan kenyamanan
ketika memberikan pelajaran padamu

Anakku,
Silakan datang ke rumah Bapak
Di sana ada kursi reyot,
Di sana akan terlihat lantai yang sudah kusam
Di sana masih kau jumpai buku-buku lama yang sudah kumal
Rumahku tidak seperti rumahmu yang penuh kemehawan

Anakku,
Bapak berharap padamu untuk
dapat tersenyum
dapat berseri-seri
dapat mandiri
dapat menjadi berguna
dapat berjumpa dengan Bapak diujung pengharapan

Anakku,
Jika kau datang ke rumahku pasti
tidak akan dijamu seperti yang kau bayangkan
tidak akan diberi oleh-oleh seperti yang kau harapkan
akan kuberi setetes ilmu pengetahuan yang sudah kuno
yang belum tentu berguna bagi dirimu
akan kuberi doa semoga dirimu hidup sejahtera
hanya itu yang Bapak punya.

Anakku,
Maafkan Bapak….

[coba lihat sepintas kondisi dunia pendidikan dasar di negeri: Belajar Beratapkan Seng dan Beralaskan Lumpur, Sekolah Ambruk, Pemkot Tak Acuh, Tiga Ruang Belajar Ambruk Tiba-Tiba, Belajar di Balik Bilik Bambu, Belajar di Kelas Beratap Hancur ]

Ditulis dalam Pribadi. 9 Comments »

9 Tanggapan to “Curhat Kepada Muridnya”

  1. rere Says:

    iia pa, kami memmaafkan mu..
    bagus banget pa tulisan terbarunya..
    sampe pnen nangis bacanya juga..
    bapa emang d’best lah..

  2. bapakethufail Says:

    nah ini baru namanya guru….
    sukses !!!!

  3. awan sundiawan Says:

    @rere: trims atas apresiasainya, sering2 berkunjung ke blog ini ya…
    @Bapakethufail: Trims atas apresiasi dan kunjungannya,😀

  4. alfaroby Says:

    udah deh…. itu kondisi pendidikan kita saat ini..
    kita yang saat ini sama sama menjad generasi muda penerus negeri ini harus segenap dan tanpa pamrih merubah paradok dunia pendidikan yang bobrok ke arah yang lebih baik..
    gak usah saling menyalahkan, tetapi mari saling mengembangkan potensi diri menuju indonesia yang lebih maju

  5. mE Says:

    bapaaa..
    curhat niyee..

  6. berlygrunge Says:

    wah, kami harus banyak belajar nh dr bapak yg satu ini…
    waktu kita ingin buat lirik (dlm hal ini sebenernya kami mo bkin lagu), awalnya kita bersemangat.
    namun, lama2 jd loyo. OTAK mampet. Pikiran ghak fokus & cepat bosan..

    pinginnya sih buat yg simple, indah (sdikit aneh jg gak papa) dan yg terpenting ‘mengena’

    bisa kasih saran ke kita g’, bang ???

    ~peace
    Funeral Remain
    (Alternative Rock Band from Surabaya)

  7. Rita Says:

    ini curhat nya pak guru Awan yaa?😀

  8. DHS Says:

    iya Pa, dimaafkan, ulah deui deui we nya…. ha ha ha…

  9. awan sundiawan Says:

    @Mbak Rita: tahu aja.. hehehe
    @Kang DHS: eta saha anu ulah deui-deui teh….. puguh barudak sok matak pikakeuheuleun….. dasar barudak…. wahahaha….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: