Pendidikan Profesi Guru untuk 40.000 Sarjana

Pemerintah menyediakan tempat 40.000 kursi bagi sarjana jurusan apa pun untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru. Berbekal sertifikat pendidikan profesi inilah, sarjana bisa melamar menjadi guru pegawai negeri sipil maupun guru swasta.

”Nantinya, yang bisa menjadi guru hanyalah mereka yang memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Jakarta, Rabu (22/10). Penetapan kuota 40.000 calon guru itu sudah mendekati kebutuhan riil guru untuk menggantikan guru yang pensiun dan permintaan tenaga pendidik baru.

Menurut Fasli, sarjana nonpendidikan yang bisa mengikuti pendidikan ini adalah para sarjana yang ingin menjadi guru mata pelajaran di tingkat SMP, SMA dan SMK. Adapun untuk menjadi guru TK dan SD, hanya bisa diikuti sarjana pendidikan TK dan SD.

Pendidikan Profesi Guru, lanjut Fasli, untuk sarjana nonpendidikan berlangsung selama enam bulan, sementara untuk sarjana pendidikan TK dan SD selama satu tahun.

Sebelum mengikuti pendidikan, sambung Fasli, pelamar akan diseleksi secara ketat. ”Hanya mereka yang mempunyai jiwa pendidik dan betul-betul ingin menjadi guru yang boleh ikut pendidikan profesi,” kata Fasli.

Menurut dia, hal itu dilakukan agar kelak kualitas guru meningkat. ”Kami ingin supaya guru-guru baru nantinya betul-betul berkualitas,” kata Fasli Jalal.

Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membuka pendidikan profesi guru merupakan langkah maju dalam peningkatan kualitas guru. Namun, penentuan kuota guru haruslah dihitung secara cermat, baik jumlah maupun penyebarannya. Tujuannya agar tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru yang pada akhirnya mengangkat guru di bawah standar.

Menurut Sulistiyo, pemerintah seharusnya mengutamakan sarjana pendidikan untuk menjadi guru. Alasannya, mereka sudah terbina cukup lama untuk menjadi pendidik.

”Untuk guru mata pelajaran yang terbuka dari sarjana nonpendidikan, seharusnya hanya untuk mata pelajaran yang langka, misalnya guru SMK yang membutuhkan guru yang punya keahlian spesifik,” ujarnya.

Secara terpisah Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru serta jumlah yang memadai.

Sampai tahun 2015 diperkirakan sebanyak 300.214 guru akan pensiun. Kekosongan ini akan diisi guru baru yang memenuhi syarat sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen.

sumber: http://duniaguru.com/

10 Tanggapan to “Pendidikan Profesi Guru untuk 40.000 Sarjana”

  1. maskun Says:

    bisa tolong cari info bagaimana cara pendaftarannya?

  2. Mardhijah Says:

    Mohon informasinya, saya berminat daftar ikut pelatihan prof guru, saya S-1 non pendidikan dan bekerja di sekolah, trims.

  3. teman riyadi Says:

    mohon informasi bagaimana cara dan waktu pelaksanaannya mengikuti pendidikan profesi guru.saya S-1 non pendidikan. terima kasih….

  4. inayah Says:

    saya termasuk salah satu orang yang kesulitan untuk mencari universitas yang menyediakan pendidikan akta 4 dan pendidikan profesi yang ada di kota saya tinggal yaitu di cirebon.
    sekarang saya sudah mengajar di salah satu sekolah, namun untuk menjadi PNS harus adanya ijazah akta 4.
    Saya Mohon yang tahu informasi tentang akta 4 dan pendidikan profesi yang ada di kota saya yaitu cirebon, majalengkah dan indaramayu agar mengirim informasinya ke Email Saya
    Terma Kasih

  5. ifa Says:

    saya sarjana S1 non kependidikan,saya mengambil jurusan sejarah.Mohon dijelaskan bagaimana caranya mengikuti pendidikan profesi,karena saya bercita-cita menjadi seorang tenaga pendidik/ guru.apakah nanti setelah mengikuti pend.profesi saya bisa menjadi guru??saya merasa sangat kesulitan mohon penjelasannya untuk mengirimkan ke email saya,Terima kasih..

  6. novi Says:

    saya sarjana S1 non kependidikan dan sudah mengajar lbh dr 1 thn, saya selama ini sambil mencari akta 4 / sertifikat profesi.karena saya sudah merasa mengajar adalah jiwa saya dan anak-anak didik saya bisa mengerti dengan apa yg saya ajarkan.saya S1 SASTRA JEPANG.tolong kalau ada info tentang akta 4/sertifikat profesi,lokasi kampus dimana (daerah kalimantan/Jawa),kapan pendaftaran..bisa kirimkan ke email saya.karena pasti akan saya ambil.doumo arigatou.

  7. susi Says:

    saya mahasiswa jurusan s1 non pedidikan. saya ingin mengajar. di mana saya harus mengambil program profesi. dan mulai kapan pendaftarannya?
    terima kasih

  8. sofiatun Says:

    saya ingin mengikuti pendidikan profesi guru di semarang .dimana saya bisa daftar , thanks

  9. awan sundiawan Says:

    @all: terima kasih atas kunjungannya, untuk yang berkaitan dengan dengan diklat, pendidikan profesi kependidikan, lebih baik tanyakan kepada perguruan tinggi setempat yang menyelenggarakan fakultas keguruan.

  10. liana Says:

    saya lulusan non pendidikan jurusan akuntansi, saya ingin mengmbil profesi, di universitas mana saja yang menyelanggarakan pendidikan profesi guru dan kapan pendaftarannya? terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: