Wartawan dan Premanisme

Saya baru tahu bahwa ada beberapa wartawan mendapatkan ancaman premanisme. Setahu saya wartawan yang profesional justru dicari oleh pihak-pihak yang mebutuhkannya. Dan sepengatahuan saya jarang wartawan yang kena ancaman premanisme.

Lalau wartawan yang bagaimana yang kena ancaman premanisme?

Dulu memang saya menganal WTS alias wartawan tanpa surat kabar, sekarang STW =surat kabar tanpa wartawan atau TTW=tabloid tanpa wartawan. Seperti ada sebuah (atau mungkin beberapa) tabloid lokal kota Kuningan yang menerbitkan berita atau informasnya tanpa ada wartawan khusus, redaktur tabloid tersebut mejiplak berita/informasi dari internet dengan tidak menyebutkan sumbernya.

Lucunya, ketika tabloid dijual (paksa) ke sekolah tempat saya bekerja, karena isinya memuat berita tentang sekolah tersebut. begitu saya baca isinya (baik berita, artikel, dan foto-fotonya) sama persis dengan tulisan yang ada di blog ini. Ketika saya telepon ke redaksi (tempatnya di jatinunggal, karangtawang) ternyata tidak diangkat-angkat.

Kejadian itu berlangsung terus setiap tabloid itu terbit. Akhirnya saya biarkan tabloid itu terus menerbitkan berita-berita yang bersumber dari blog-blog orang Kuningan atau bahkan mejiplak berita-berita dari web-web persekolahan yang ada di kota Kuningan. Toh tidak ada ruginya, karena piahk redaksi tidak meminta (paksa) untuk biaya penayangan berita tersebut.

2 Tanggapan to “Wartawan dan Premanisme”

  1. Kanjeng Ragil Says:

    Tapi ada juga wartawan yang bergaya preman lho, tanpa recheck asal tulis dan menurunkan berita se enak saja.

  2. t basuki Says:

    Itu namanya bukan wartawan yang bergaya preman, tapi benar-benar preman yang sok bergaya wartawan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: