Pedulikah Saya?

Saya pernah dingatkan teman, agar saya peduli pada sesama.

Marilah kita peduli dengan keadaan lingkungan kita:

  • Kalau engkau makan nasi, ingatlah orang Cirebon yang makan sisa-sisa makanan apkiran.
  • Kalau engkau makan buah/sayuran, ingat saudaramu yang makan sayur dari sampah di TPA.
  • Kalau engkau makan daging, ingat saudaramu yang berburu tikus sawah untuk makan daging.
  • Kalau engkau sibuk bisnis, ingat saudaramu yang buat keripik dari limbah kulit berarsenik.
  • Kalau engkau mapan kerja, ingat TKW-TKW yang jadi pelacur di Asia dan Timur Tengah.
  • Kalau engkau sibuk belajar, ingat anak-anak saudaramu yang belajar di kandang ternak.
  • Kalau engkau berpakaian necis dan dandy, ingat anak-anak jalanan yang kumal, berdebu, lusuh.
  • Kalau engkau disayangi isterimu, ingat jutaan pemuda-pemuda Islam yang belum “laku nikah”.
  • Kalau engkau hidup dalam kemewahan, ingat ribuan rumah-rumah kardus atau rumah-rumah tikus di bantaran kali.

Kalau engkau tidak ingat semua itu, sudah lupakan saja. Islam tidak membutuhkanmu. Silakan nikmati dan nikmati… Berjalanlah sesuai maumu, kami pun akan terus berjalan.

Satu Tanggapan to “Pedulikah Saya?”

  1. atepjs Says:

    cermin kesenjangan kang Awan, strata kehidupan yang berbeda pada masyarakat kita. setiap yang mampu dan mapan barangkali ‘wajib’ untuk melakukan (bukan merasa) peduli. kesembilan kalimat itu sangat menyentuh. mudah-mudahan saya segera mampu untuk peduli.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: