Tidak Perlu Tatabahasa yang Penting Berkomunikasi

Ketika saya sedang bercengkrama dengan berbagai kalangan saya sempat ditegur oleh kalangan “tingkat atas”.

“Perlu Kamu camkan, saat ini tidak perlu mempelajari tatahabasa yang penting berkomunikasi”, kata salah seorang pembicara dari “kalangan atas”.

Pecakapan masih tetap standar dan normal, namun saya penasaran apakah betul tatabahasa memang sudah diabaikan? Saya mencoba menyapa mereka yang ada di kalangan atas (Para pejabat).

“Aku kebetulan punya maksud maka dari itu aku mengundang Kamu semuanya untuk hadir tepat pada waktunya.” Saya mencoba mengundang hadirin dengan kata-kata seperti itu.

Tiba-tiba saya dimarahi dengan nada-nada ketus.

“Kamu yang benar saja kalau bicara, masa kami disebut dengan ‘Kamu’ apakah tidak ada kata lain seperti ‘Bapak, Saudara, Anda’ atau yang lainnya? Apakah kamu tidak pernah mengecap dunia pendidikan? Apakah kamu tidak pernah belajar Bahasa Indonesia? Apakah kamu tidak mengenal tata bahasa Indonesia?” Pejabat itu mulai mengungkapkan hal tatabahasa. Sebelumnya dia mengatakan bahwa tatabahasa tidak perlu lagi, tapi ketika kalimat tanpa tatabahasa mengenai Dia, malah dia yang sangat memerlukan tatabahasa.

Dalam tatabahasa dipelari nilai rasa sebuah kata, menurut saya tatabahasa masih sangat diperlukan, hanya tidak selalu harus dipelajari secara teoritis, tapi harus dilaksanakan.

Saya merenung, seandainya saya seorang pejabat atau “kalangan atas” mungkin saja saya akan melakukan seperti pejabat atau “kalangan atas” tersebut. Lalu apakah para pejabat atau “kalangan atas” tidak berpendidikan?

Memang saya ini paling mudah menyalahkan orang lain, dan saya ini sulit untuk memberikan contok yang baik dan benar kepada orang lain.

Ah…. cape deh…

5 Tanggapan to “Tidak Perlu Tatabahasa yang Penting Berkomunikasi”

  1. hanggadamai Says:

    hmm repot juga ya dengan orang yg seperti itu..
    Tapi apa semua pejabat seperti itu y??

  2. ppiciamis Says:

    eh..kacida nya ? aya kukituna……, tapi… “kalangan atas” nu mana eta teh Kang Awan ? wilujeng shaum ramadhan taun ieu kang, hapunten tina sabudaya kalepatan…..🙂

  3. Sandy Guswan Says:

    Sebagai orang yang bergelut di bidang bahasa saya kira tata bahasa salah satu unsur bahasa yang penting.

  4. Yatna, Karawangg Says:

    Tingkat intelektual seseorang bisa diukur dari tutur kata bahasanya. Begitu, barangkali ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: