Kamu Tidak Pantas.. Karena Tidak Berijazah ……!

Kamu tidak pantas bekerja sebagai ….. karena tidak sesuai dengan ijazahmu!
Kamu tidak pantas menjabat sebagai jabatan ….. kerena tidak sesuai ijazahmu!
Kamu tidak kompeten pada bidang …… karena tidak sesuai ijazahmu!
Kami tidak ……………………… karena tidak sesuai ijazahmu!

Beberapa pernyataan di atas betul, tapi kadang tidak selamanya benar. Beberapa teman saya:
1. Berijazah Guru Sejarah, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari bermain musik (piano).
2. Berijazah Guru Biologi, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari mengelola program komputer.
3. Berijazah Guru Fisika, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari bermain musik (gitar).
4. Berijazah Guru IPS, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari berolahraga (voli).
5. Berijazah Sarjana Ekonomi, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari melatih bola basket.
6. Berijazah Sarjana Ekonomi, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari membuat program aplakasi berbasis web.
7. Berijazah Guru Matematika, ternyata dia diakui oleh masyakat dan dapat banyak uang dari dunia usaha katering.

Kalau saya balikkan, apakah ijazah tersebut menjamin kompetensi seseorang dalam kehidupan sehari-hari? [Bisa ya/Bisa juga tidak]

Dari contoh ke tujuh teman saja tadi, ternyata dia lebih layak karena punya kompetensi yang “tidak berijazah”. Dalam masalah mencari uang memang tidak dibatasi oleh “berijazah” tapi dengan kompetensi diri kita masing-masing, hanya dalam kehidupan formalitas “ijazah” sangat diperlukan.

Coba kita lihat?
1. Apakah Lurah/Kuwu, Bupati, Gubernur, dan Presiden memiliki ijazah kepemerintahan?
2. Apakah semua orang teknik bekerja di bidang teknik? [bahkan ada yang menjadi meneteri “non”teknik sesuai ijazahnya?

Memang kita itu harus mempertanggungjawabkan “ijazah” kita dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki keterampilan lain untuk mempertahankan hidup.

Memang saya suka cemburu, takut tersaingi oleh teman yang memiliki keterampilan/kecakapan hidup yang lebih dari saya yang kebetulan tidak se-‘Ijazah’ dengan bidangnya [bidang saya]. Jadi saya suka mengatakan “Kamu tidak pantas bekarja di bidang ….. karena tidak sesuai dengan ijazahmu.

Ditulis dalam Bahan Renungan, Umum. Tag: . 46 Comments »

46 Tanggapan to “Kamu Tidak Pantas.. Karena Tidak Berijazah ……!”

  1. hanggadamai Says:

    itu buktinya klo guru itu serba bisa..

  2. milassalmi Says:

    Emangnya untuk bertahan hidup …harus berIjazah?
    Memang guru banyak sekali akalnya….ha…ha…ha
    Kawanku, seorang sarjana ITB akhirnya jualan bakso…

  3. ksemar Says:

    Tidak sesuai dengan ijazah, mungkin tidak begitu masalah. Tapi menurut mas gimana jika seorang gubernur ternyata tidak pernah tamat pendidikan SLTA ? salam kenal

  4. zoel chaniago Says:

    ijazah sepertinya hanya formalitas ajah….

  5. yozaniar Says:

    Saya juga punya temen Guru Bahasa Indonesia tapi banyak menghasilkan uangnya dari komputer. Siapa hayo ? hehehe…

  6. realylife Says:

    wah , kalo gitu sebentar ya pak , mau check izazah dulu

  7. Menik Says:

    iya nih…

    ada juga yang berijazah kependidikan ilmu fisika malah ngajar bahasa sunda🙂

    ternyata rejeki mah dimana aja🙂

  8. Jenderal Says:

    klo ngomongin ijazah yang berkompeten…sekarang saya sedang berusaha mendapatkan ijazah untuk sebuah gelar dalam bidang yang sejujurnya kurang saya pahami dan nikmati….

    saya lebih suka, lebih tertarik dan (saya merasa lebih mampu) berkesenian tetapi kuliah di teknik…..🙂

    gak menyesal sih, cuman …….

    lho kok malah curhat🙂

  9. awan sundiawan Says:

    @hanggadamai: itulah gutu memang harus serba bisa
    @Pa Milassalmi: betul pak, untuk mempertahankan hidup harus punya kecakapan hidup yang meyakinkan, kadang Ijazah hanya formalitas saja😀
    @ksemar:salam kembali, kalau tidak SMA berarti lulusan SLTP ya….? itu kan masih ijazah sekolah umum…. jadi harus memilkinya, untuk jabatan/pekerjaan formal😀
    @Zoel Chaniago: ijazah kadang untuk formalitas saja tapi ada juga untuk hal-hal yang profesional
    @Kang Yozaniar: ada-ada saja… kalau guru yang itu banyak….
    @realylife: kok lupa sama ijazah…😀
    @Menik: rezeki itu dari Allah swt.
    @Jenderal: itu bagus…. orang teknik berbakat seni, maka dunia tekniknya akan indah😀

  10. Yoyo Says:

    Yang jelas, jadi basic untuk semua aplikasi lamaran pekerjaan, apalagi untuk jadi PNS, bahkan harus jelas legalisasinya. Yang paling kasihan, yang tidak lulus SMU dan harus ikut Paket C, dianggap lulusan kelas-2 untuk masuk ke perguruan tinggi.
    Untuk masalah profesi dan penghasilan mah….nampaknya itu Alloh yang ngatur ya ?🙂

  11. awan sundiawan Says:

    @yoyo: betul… setuju….

  12. tusyalrasyid Says:

    mang semua harus begitu ya
    harus sesuai dengan jalur yang ada

  13. awan sundiawan Says:

    @tusyalrasyid: secara formal(itas) ya… tapi dalam mempertahankan hidup harus sesuai dengan kompetensi kita…😀

  14. Cabe Rawit Says:

    Woh… untung belom ada yang bilang… “kamu tidak fantas funya blog… Karena tidak berijazah..!”:mrgreen:

    Oh iya bang… Kyai ane juga kagak funya ijazah pesantren, tafi jadi fimfinan ponpes…😀

  15. galanzz Says:

    Pkbr….. pak???

    Trims….. buat download soalnya

    tapi bukan buat saya pak,

    buat cep agas kelas bahasa.

  16. Rindu Says:

    Punya ijazah tapi belum pernah melamar kerja … jadi gak tahu, berfungsi gak tuh ijazah🙂

  17. fahmionline Says:

    Ini ada diskusi kecil di forum uniku mengenai kompetensi tapi memang sekitar ilmu komputer, nggak pa pa deh mungkin darisana bisa masuk ke referensi lain mengenai komptensi. http://forum.uniku.ac.id/index.php?topic=48.0.

    keep spirit kang Awan !

  18. nenyok Says:

    salam
    yang penting memenuhi kualifikasi meski hanya berdasarkan pengalaman tanpa ijazah formal, why not??…….nothing wrong with that🙂

  19. awan sundiawan Says:

    @caberawit: ijszah: dibuthkan untuk keperluan formal dan hal lain yang berkiatab dengan pekerjaan kita, bukan dengan penghasilan😀
    @galanz: trims atas kunjungannya, semoga bermanfaat, rencana mau kul di mana?
    @Rindu: fungsinya ijazah salah satunya untuk menandakan bahsa kita itu pernah menempuh pendidikan tersebut, masalah kompetensinya? urusan kita😀
    @Pa Fahmi: trims telah mampir ke blog saya
    @nenyok: setuju……….😀

  20. Asep Saepudin Says:

    Ijazah di negeri ini jadi hanya sekedar legalitas, banyak yang berijazah dalam bidang tertentu tapi ternyata ga mampu banyak dalam bidangnya. Bagaimana bisa begitu yah? siapa yang salah?

    Sekarang apalagi nanti ijazah bakal jadi sangat berharga mahal tapi jadi tidak berharga secara kompetensi. Waduuuh beu parah ngik!

  21. tukangobatbersahaja Says:

    banyak juga yang tidak berpendidkan tapi bisa jadi orang sukses🙂
    pintar dan cerdas tidak harus dari pendidikan formal.

  22. wi3nd Says:

    ijasah itu hanya selembar kertas sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikannya,ijasah bukan jaminan apa2 kok,yang terpenting adalah sekill dan bagaimana kita mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan supaya berguna..

  23. kucingkeren Says:

    Ahh… ijazah kan cuma selembar kertas… yg penting kompetensi individu dan kerjaan beresssss………..

  24. awan sundiawan Says:

    @Kang Asep: Betul kang Asep…. yang salah sadalah pemegang Ijazah (hehehe), seharusnya yang memegang ijazah harus mempertanggungjawabkannya😀
    @tukangobatbersahaja: setuju… memang itulah kenyataanya, merema memiliki ijazah hati yang tulus
    @wi3nd: setuju……..😀
    @kucingkeren: nah itu… aku setuju😀

  25. zaenal Says:

    teman saya tidak punya ijazah S1 malah bisa mengajar, karena dedikasi dan ketekunan, bahkan sampai di kursuskan ke luar negeri oleh kantor. sementara yang memiliki ijazah syah dan sudah dilegalisir ternyata tidak memiliki kompetensi yang seharusnya, akhirnya jadi beban negara, karena tetap harus digaji dan dengan terpaksa harus diberi jabatan pula. menyusahkan saja

  26. achoey sang khilaf Says:

    waduh saya berijazah SE tapi jadi tukang Mie
    gimana ya😀

  27. timursamudraputra Says:

    Kenyataan emg seperti itu. Baiknya kita juga punya ketrampilan lain diluar akademis kita. Yang paling penting jiwa kewirausahaan.

  28. awan sundiawan Says:

    @zaenal: enakan mana? lebih baik berijazah tidak kompeten trus digaji, atau tidak berijazah kemudian berkompeten dan dapat uang banyak?
    @achoey sang khilaf: nah itu cocok…. sekali kan se itu dunia usaha (ekonomi)😀
    @timursamudraputra: setuju…….😀

  29. bujanggamanik Says:

    Seorang budayawan Sunda, sukses, pupuler, dan pernah tinggal di Jepang selama 23 tahun sebagai dosen luar biasa, padahal beliau tidak punya ijazah. Dialah Pak Ajip Rosidi. Dan bukunya yang sangat tebal dan baru diluncurkan berjudul “Hidup Tanpa Ijazah”.

  30. artja Says:

    saya juga sangat menyesalkan ijasah minded ini di kalangan beberapa perusahaan. padahal, kemampuan bekerja sama sekali tidak terkait dengan ijasah. yang namanya gajah mada saja nggak punya ijasah, tapi berhasil menggenggam seluruh nusantara.

    mungkin parameter ijasah ini hanya dijadikan alasan pembenaran bagi pihak/perusahaan yang malas melakukan seleksi kemampuan bagi orang-orang yang melamar pekerjaan. mereka ambil jalan pintas saja, seleksi ijasahnya. sungguh nggak habis mengerti, kenapa mereka bisa begitu yakin dengan kemampuan/ketidakmampuan seseorang, hanya dari ijasahnya saja.

  31. awan sundiawan Says:

    @bujanggamanik: aku setuju….😀
    @artja: itulah realitanya😀

  32. ahsinmuslim Says:

    yup, setuju mas tingkat kompetensi seseorang gak hanya bisa diukur oleh ada tidaknya sebuah ijazah. jadi yang gak punya ijazah pun gak perlu putus asa tuk bisa berprestasi dan menjadi kaya. dah banyak contohnya khan!

  33. eNPe Says:

    kecerdasan, kemampuan n bakat seseorang tidak selalu dilihat berdasarkan ijasah..
    byk juga yg belajar mandiri bisa jauh lebih baik dari mereka yg memiliki ijasah.
    mari saling kerjasama utk perbaikan bersama🙂

  34. natazya Says:

    oh saya sering itu dibilang salah jurusan dan ngambil lahan orang…

    nah yang katanya lahan saya susah diambilnya ya gimana..

  35. Bujanggamanik Says:

    Ih naha ujug-ujug setuju wae🙂

  36. awan sundiawan Says:

    @ahsinmuslim: saya sangat setuju dengan pandangan Anda…😀, itulah realitanya
    @bu eNPe: orang yang berhasil dapam akademik biasanya suka diberi tanda penghargaan dalam prestasinya dengan Ijazah, apakah semua yang berijazah itu berkompeten di bidangnya?
    @natazya: nyantey saja, bukan salah jurusan, mungkin itu sudah jodohnya😀
    @Bujanggamanik: pan anu ujug2 mah sok ngetren

  37. Harjo Says:

    Saya sendiri adalah sarjana Science tetapi sekarang malah di IT he he he…

  38. awan sundiawan Says:

    @harjo: selamat sudah punya penghasilan tetap😀

  39. raden_ridwan@yahoo.com Says:

    INDONESIA
    Mental maling semua

  40. raden_ridwan@yahoo.com Says:

    Pekerjaan tidak bedasarkan ijasahnya
    tapi bedasarkan siapa kerabatnya
    berapa sogokanya
    siapa yang bawa
    berani berapa sogokanya

  41. awan sundiawan Says:

    @raden_ridwan: ‘Indonesia’ itu siapa ya….?😀

  42. raden_ridwan@yahoo.com Says:

    soal IP dan lulusan mana tidak di pertanyakan
    suer dech bisa di test

  43. raden_ridwan@yahoo.com Says:

    IP tinggi kalah dengan mafia KOLUSI padahal diatas kertas dan di lapangan menang SKILL tapi karena negeri ini terlanjur menjadi sarang KOLUSI

  44. awan sundiawan Says:

    @raden_ridwan: itulah realitas, lalau untuk apa ijazah? untuk apa kecakapan kita? ah itulah kenyataan di sekiling kita….😀

  45. SOEWADJIE Says:

    Butuh ijasah untuk cari kerja?!SMU/SMK:300.000 D3:600.000 S1:1.500.000.UNAIR,UNTAG,STAIN,UGM,ITS,ITATS,STIKOM,PETRA,UNMU,UNIBRAW,STAN,UI,UNMUL,DLL.Juga melayani pembuatan SIM,STNK,KTP,PASPOR,dll.hub:03547117102

  46. deny kusdiany Says:

    ah, wan di bandung mah, teu tiasa kikituan, sabab sudah plural, seueur jalmina, ngamanfaatkeun wae nu aya di sekitar lingkungan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: