Sudah Tidak Jaman Lab. Komputer

Menurut Mendiknas saat ini sudah tidak perlu lagi lab komputer, tapi di tiap ruang kbm sudah tersedia leptop yang dimiliki oleh siswa dan guru. Menurut saya ini adalah sebuah konsep yang ideal. Lalu kapan hal itu terwujud? Biaya dari mana? Sudah sejahterakah masyarakat kita? Kapan kita mulai sejahteranya…? [Wah pertanyaan saya semakin tidak karuan saja, hehehehehe]

Kata Mendiknas: Idealnya Semua Guru dan Murid Punya Laptop

13 Tanggapan to “Sudah Tidak Jaman Lab. Komputer”

  1. Laporan Says:

    Iya pak kapan kita sejahtera? hehehe. Bagaimana kalau setiap murid memegang satu komputer yg on line, maka tidak perlu membeli buku pelajaran karena Dikbud sudah upload materi pelajaran di website, tinggal buka atau download. Sehingga tatap muka dengan guru hanya sesi pertanyaan dan diskusi kelas.

  2. awan sundiawan Says:

    @Laporan: ya guru hanya fasilitator, bukan intruktur😀 mudah2an kita cepat sejahtera…😀 amin

  3. milassalmi Says:

    Ayo…ayo…maju!; janganlah…malu-malu; Dunia pendidikan tambah maju; pejabat Depdiknas manggut-manggut; dan cukong ngguyu-ngguyu; wong miskin mlayu (lari)… wah ….. gak lucu…nglantur…!
    Tapi Mudah-mudahan gagasan BAGUS pak Menteri ini mendapat ridho dari Allah Swt. Sekaligus menjadi Do’a Pak Menteri, agar menjadikan pendidikan di Indonesia murah dan terjangkau oleh kaum miskin, Amien.
    agar IT dikenal semenjak anak-anak, bukan tua-tua belajar IT

  4. itikkecil Says:

    idealnya sih pake classmate notebook itu. tapi masalahnya mau nggak depdiknas mensubsidi itu?

  5. awan sundiawan Says:

    @itikecil: sepertinya diknas pusat mau menyubsidi untuk daerah terpencil… tapai apakah sampai gak ya….. [ah.. itu sebuah harapan saja]

  6. awan sundiawan Says:

    @pa Milassalmi: setuju…. pa… saya sependapat dengan bapak….

  7. wi3nd Says:

    “Biaya dari mana? Sudah sejahterakah masyarakat kita? Kapan kita mulai sejahteranya…?
    ~mungkin biaya bisa disubsidi dulu,sampai ato tidak tergantung sioknum,mau tidak membuat pintar dan menambah maju dunia pendidikan?sepertinya belum secara keseluruhan masy.berada dlm kesejahteraan,hanya orang2 tertentu sajah yang merasakan kesejateraan itu,mm..seharusnya bangsa ini sudah sejahtera tapi..ya itu tadi, jadi mari dimulai dari diri sendiri dl sajah untuk membuat sejahtera

    *heheh sotoy mode on*

  8. awan sundiawan Says:

    @wi3nd: emang mulailah sejahterakan dulu diri kita (sehingga para oknum paling pertama menyejahterakan dirinya dari hasil yang tidak “normal”). heheheh ya kalau saya… paling “bersadar dan bersabar sambil berusaha kecil-kecilan tapi hasilnya kecil dan sedikit.. hehehe😀

  9. wi3nd Says:

    sedikit kalu dikumpulin jadi banyak bang..:)

  10. awan sundiawan Says:

    @wi3nd: ya betul, sedikit-sedikit lama jadi bukit, dan yang tidak teruasa ketika mengumpulkan utang… lam2 utangnya membengkak. xixixixixi

  11. wi3nd Says:

    orang yang banyak utang berarti orang kaya kang,negara sajah banyak utangna heheh

  12. awan sundiawan Says:

    @wi3nd: iya kaya dengan utangnya….. atau emang betul ya… orang kaya itu banyak utangnya? xixixixi

  13. iing kartiwan Says:

    saya benar-benar setuju mutu pendidikan perlu ditingkatkan, namun apa bisa hanya mengandalkan bse yang cuma enam mata pelajaran, he.. he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: