Nasi Sudah Jadi Bubur: Bantuan Revitalisasi MGMP Digagalkan DPR

Pada hari Rabu (4/06/2008) saya diudang oleh LPMP melaui Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan untuk “eM o yU” pencairan dana Revitalisasi MGMP dari LPMP. Kebetulan MGMP yang saya kelola dapat prioritas dari LPMP untuk menerima dana Blok Gren tersebut. Untuk menunjang kelancaran tersebut kami selaku pengurus MGMP mengurus semua persyaratan yang lumayan mengeluarkan dana cukup besar.

Ketika pukul 10.00, perwakilan dari LPMP menjelaskan bahwa dana blok gren tersebut dibatalkan dengan alasan DPR tidak menyetujuinya (DPR tidak percaya kepada pengelolaan dana tersebut, lalau kalau kebagian jatah, akan percaya?). Alasan tersebut karena berdasarkan laporan tahun lalu hanya 75% yang membuat laporan penggunaanya, dari 75% ada beberapa laporan fiktif (MGMP fiktif).

Setelah mendengar pembatalan, kami dari pengurus beberapa MGMP yang akan memerina bantuan tersebut kecewa. Seandainya ada pembatalan maka segera edarkan pembatalannya, sehingga kami tidak usah susah-susah mengurus itu ini yang mengeluarkan tenaga, pikiran, biaya. Akhirnya kami kecewa, bukan karena tidak akan menerima bantuan, tapi pembatalan secara sepihak.

Memang bantuan ini langsung dari pusat ke MGMP (ke rekening MGMP 100%) sebesar Rp 15.000.000. Jadi dana tersebut 100% sampai kepada yang berhak tidak ada pemotongan di tengah jalan, dan tidak ada pengembalian kepada yang memberi.

Lalu mengapa DPR menolaknya? (Apakah penolakan ini berlaku untuk LPMP Jabar? atau berlaku untuk semua LMP se-Indonesia? Ada yang tahu?)

Padahal uang itu untuk peningkatan mutu guru (pendidikan) yang terkumpul dalam MGMP. Apakah karena bantuan itu langsung? Sehingga beberapa pihak tertentu tidak terbagi?

Saya jadi ingat perkataan teman saya, “Jangan dulu memikirkan dana pendidikan yang 20%, yang 10%-12% jika sampai pada yang berhak pendidikan akan maju”.

Itulah yang menimpa MGMP, KKG, MKKS di Kabupaten Kuningan. Yang sudah bersusah payah memenuhi semua persyaratan untuk menerima dana bantuan blok grant akhirnya dibatalkan.

Lalu, bagaimanakah sikap LPMP Jabar?

“Tenang saja, untuk kabupaten Kuningan sudah mendapat bantuan dana dari Bank Dunia sebesar 1 milyar lebih, namanya Better Education through Reformed management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU). Sekarang MGMP, KKG, MKKS yang sudah lolos prioritas dari LPMP mudah-mudahan mendapatkan bantuan dari dana Bermutu. Bermutu ini diprioritaskan untuk dikdas.”

Ya sudah lah kami terima saja, “Nasi sudah jadi bubur, ya makan buburnya, ingin nasi, yang nanak lagi deh nasinya”.

3 Tanggapan to “Nasi Sudah Jadi Bubur: Bantuan Revitalisasi MGMP Digagalkan DPR”

  1. pandu wijaya Says:

    di jawa tengah katanya sama . menurut beberapa rekan yang sudah mengikuti tot, dana block grant dari lpmp jateng dibatalkan untuk tahun ini. tapi untuk kegiatan tot guru pemandu masih jalan sehingga nanti kegiatan revitalisasi menggunakan dana mgmp/kkg sendiri alias swadana. sukur kalo mgmp/kkg bisa mencari sponsor.

  2. awan sundiawan Says:

    @pandu wisaja: trims atas informasinya. Mudah2an MGMP/KKG lebih maju lagi. Salam kenal😀

  3. Titiek Soertirahajoe Says:

    Saya ikut TOT di LPMP Jateng pada 22-25 November 2008. Informasi terakhir bahwa dana yang semula dicancel akhirnya turun juga. So, Ketua MGMP beserta salah satu guru pemandu akan diundang di LPMP untuk mengkoordinasikan program/proposal biar match dalam waktu dekat. O ya.. tuk dana Rev MGMP SMP Jateng adalah 12,5 juta per Pokja…
    Well… Let’s do our best.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: