Indonesia (akan) Terkaya di Dunia

Mari kita bicarakan apa yang terjadi kalau cerita Joko Suprapto benar (cerita yang disampaikannya dan dipercayai Presiden SBY).

Joko Suprapto dalam tempo singkat akan jadi salah satu orang terkaya dunia. Ia cukup menyedot air laut, menjadikannya BBM dan dijual dengan harga lebih murah. Data The International Energy Agency di Paris, mengatakan tahun 2007, dunia mengonsumsi BBM 86 juta barel/hari dan akan meloncat menjadi 116 juta barel/hari di tahun 2030. Bayangkan bagaimana mudah Joko meraup dollar.

Posisinya akan sejajar dengan orang kaya dunia dari Amerika Serikat, Bill Gates, pemilik Microsoft dan Warren Buffett, investor sukses pasar modal. Atau mungkin orang Nganjuk itu akan menyaingi Carlos Slim Helu, raja telekomunikasi Meksiko berdarah Lebanon. Majalah Fortune menabalkan Carlos sebagai orang terkaya dunia 2007, mengambil alih jabatan yang dipegang Bill Gates selama 13 tahun.

Selanjutnya, Indonesia yang miskin dan terdaftar sebagai salah satu negara gagal (failed state) kontan melonjak menjadi makmur. Soalnya, penghasilan negara eksportir minyak – Arab Saudi, Rusia, Iran, Norwegia, Kanada, Uni Emirat Arab, dan lainnya – akan berpindah ke Indonesia. Sekarang, penjualan minyak dunia setahun lebih 2 triliun dollar atau Rp 18.000 triliun, kira-kira sama 20 kali APBN kita.

Indonesia yang tahun ini keluar dari organisasi eksportir minyak, OPEC, karena kegagalan pemerintah menaikkan produksi minyak, mendadak-sontak menjadi eksportir BBM terbesar mengalahkan Arab Saudi dan Rusia.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) distop karena sulit mencari orang miskin di Indonesia. Tak ada lagi antrean minyak tanah, beras murah, minyak goreng, dan sebagainya. Tak ada korban berjatuhan karena tabung elpiji gratis dari Pemerintah gampang meledak karena bermutu rendah.

Kota-kota tak lagi kena giliran pemadaman listrik karena Pemerintah SBY gagal menyediakan listrik untuk rakyatnya. Jalan-jalan mulus tak berlubang seperti sekarang, sampai memakan korban tak sedikit, termasuk artis dan politisi Sopan Sophian. Ia meninggal karena ban motor gedenya terjebak lubang.

Dalam pemilihan Presiden 2009, tak satu pun calon yang bersedia bersaing dengan SBY karena merasa pasti kalah. SBY menjadi pahlawan Indonesia, menyelamatkan negeri dari kemiskinan dan kemelaratan. Ia akan dipilih berapa kali pun ia mau menjadi Presiden.

Prestasinya mengalahkan Bung Karno yang memerdekakan negeri ini atau Soeharto yang berhasil membangunnya. Ia tak sebanding dengan Megawati, apalagi Gus Dur yang memerintah seenaknya sampai jatuh di tengah jalan.


Sementara itu, ekonomi negara kaya minyak langsung anjlok, kalah bersaing dengan air laut Joko Suprapto yang dijual Rp 3000 atau cuma 30 cent dollar/liter. Arab Saudi, misalnya, langsung menyetop pembangunan King Abdullah Economic City dan tiga proyek serupa.

Karena bonanza minyak negeri itu sedang membangun 4 kota paling modern di dunia. King Abdullah Economic City, salah satu dari kota baru itu, dibangun dengan biaya 27 milyar dollar, luasnya tiga kali Manhattan, New York. Disiapkan untuk dihuni 2 juta manusia, dilengkapi distrik industri, keuangan, universitas, dan tempat tinggal.

Beberapa bagian kota terdiri dari pulau di Laut Merah, dihubungkan dengan jembatan-jembatan berbentuk boulevard, dihiasi pohon palem dan lampu terang-benderang, mirip kisah seribu satu malam. Ini semua akan terbengkalai. Termasuk pembangunan sebuah universitas modern di dekat Jeddah yang direncanakan setara dengan Columbia University atau Harvard.

Rusia dengan ekonomi terkuat sekarang, menjadi letoi. Ambisinya menyatukan kembali negara bekas Uni Soviet melalui pengaruh ekonomi langsung berantakan. Padahal sekarang cadangan devisa Rusia – hampir 450 milyar dollar – tertinggi didunia bila dihitung perkapita. APBN meningkat 10 kali lipat dibanding saat negeri itu dipimpin Boris Yeltsin dan menjalankan sistem kapitalisme di tahun 1999. Seluruh utang luar negeri yang dulu sempat gagal bayar kini sudah lunas. Sebagai penghasil minyak terbesar setelah Arab Saudi, Rusia sekarang bisa bikin apa saja.

Bursa saham dunia terguncang. Saham perusahaan minyak raksasa – Exxon Mobil, Total, Shell, dan sebagainya – atau perusahaan pengangkut minyak dan segala macam turunan bisnis ini akan anjlok. Inggris pasti duluan terpukul. Industri minyaknya yang berbiaya tinggi karena menambang minyak di Laut Utara, tak lagi ekonomis. Rig-rig minyak lepas pantai itu akan ditinggalkan menjadi besi tua.

Tekad Presiden Bush mengeksplorasi minyak di Alaska untuk meningkatkan produksi Amerika Serikat yang tiap tahun menurun, pasti gagal. Tak ada lagi perusahaan yang mau mencari minyak dari fosil. Semua itu karena seorang Joko Suprapto, pemilik radio swasta dari Nganjuk.

Sim Salabim: “Air Laut Jadi Bensin”

Joko Suprapto, si “tukang sulap” pembuat air laut menjadi bensin tiba-tiba tak muncul seperti yang direncanakan, Siapa sesungguhnya Joko?


Pada 6 Mei lalu, ia malah sempat dijemput ke Bandar Udara Cengkareng tapi tak nongol. Kabar pun tak ada. Suasana menjadi genting. Beredar isu Joko diculik komplotan perusahaan minyak raksasa yang merasa terancam oleh temuannya. Karena itu dikerahkan pasukan anti-teror Detasemen Khusus 88 mencarinya.

Akhirnya ia ditemukan di Rumah Sakit Umum Daerah Soedono, Madiun. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Abu Bakar Nataprawira mengatakan Joko menderita penyakit jantung. Sampai sekarang Joko istirahat di rumahnya di Nganjuk karena penyakitnya. Ia menolak ditemui wartawan. Rumahnya dijaga tentara dan polisi.

Di mata para pengajar UGM jelas Presiden SBY sudah dikelabui. Soalnya bagi mereka, Joko bukan orang baru. Seperti ditulis Koran TEMPO, 29 Mei 2008, Joko dan 8 temannya pernah menemui Rektor UGM Sofian Effendi, Desember 2006. Joko mengaku menemukan pembangkit listrik ajaib 25 kilowat, hanya dengan beberapa baterai kecil dan panel surya. Joko minta Rp 3 milyar untuk proyek itu.

Setelah beberapa pertemuan akhirnya diketahui orang ini tak beres. Ia tak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang mencurigakan. Belakangan diketahui alamat yang tertera di kartu namanya pun palsu.

Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM Tumiran mengatakan klaim Joko tetang energi berbahan baku air itu menyesatkan. ‘’Ini hal yang memalukan karena Presiden kita lebih mempercayai hal-hal seperti itu,’’ kata Tumiran. Karena pengalaman itu pertemuan dengan Presiden direncanakan. Sayang Presiden kurang sehat.

Para pengajar UGM itu benar. Cerita air sebagai sumber energi bukan baru. Dari mulai yang misterius model Joko sampai penelitian serius di laboratorium sudah dilakukan. Tapi sampai sekarang hasilnya mengecewakan.

Pada 1935, Henry Gerret dari Dallas, Texas, memamerkan mobil menggunakan air. Malah temuan itu sempat ia patenkan. Ia memecah hydrogen dari air dengan aliran listrik dari sebuah baterai. Temuan itu tak berkembang karena mobil mogok kehabisan baterai setelah berjalan beberapa kilometer.

Sejak itu, berbagai penelitian dan percobaan dilakukan agar air bisa dijadikan bahan bakar. Agustus 2006, Majalah New Scientist, melaporkan bahwa Tareq Abu Hamed dari University of Minnesota bekerja sama dengan Weizmann Institute of Science dari Israel, berhasil menggunakan air sebagai bahan bakar mobil dengan menggunakan senyawa kimia boron untuk memecah hydrogen dari air. Dalam beberapa tahun lagi, hasil penelitian itu sudah bisa dimanfaatkan. Tapi nomor berikutnya, majalah itu seakan meralat sendiri laporannya dengan menyebutkan sebenarnya bukan air, tapi boron yang menjadi bahan bakar atau penggerak mesin temuan Tareq Abu-Hamed itu.

Di Washington, seorang peneliti swasta John Kanzius memisahkan hydrogen dari air laut dengan menggunakan generator ciptaan sendiri. Itu terjadi secara kebetulan. Kanzius yang Indian itu sebenarnya sedang meneliti pengobatan kanker. September tahun lalu, temuan itu ia uji di Penn State University. Oleh universitas, temuan itu dikonsultasikan ke Departemen Energy dan Departemen Pertahanan di Washington, untuk memperoleh dana riset.

Rustum Roy, ahli kimia dari Penn State University mengatakan bahwa benar hydrogen bisa dipisahkan dari air laut. Tapi apakah sistem itu akan bisa efisien menjalankan mobil, tergantung hasil riset selanjutnya. Riset semacam itu juga pernah dilakukan perusahaan mobil Daimler-Chrysler. Tapi pada tahun 2003 riset dihentikan karena hanya menghasilkan bahan bakar yang tak efisien.

Sementara para ahli berjuang di laboratorium tanpa hasil yang konkret, banyak penipuan terjadi. Desember 1996, hakim di Ohio menghukum Stanley Meyer untuk membayar 25.000 dollar kepada dua investor yang menuntutnya. Proyeknya membuat BBM dari air dianggap hakim sebagai penipuan setelah hakim memanggil saksi ahli ke depan sidang.

Juli 2006, pengadilan di Mercer County, menghukum Patrick Kelly 5 tahun penjara. Ia dinyatakan hakim menipu sekitar 500 penduduk New Jersey yang menjadi investornya. Dari para investor itu lelaki asal Idaho ini mengumpulkan dana 2,5 juta dollar, sementara BBM dari air tak pernah terwujud.

Bagaimana Joko Suprapto? Kalau diikuti penjelasan para pengajar UGM, ini jelas penipuan. Yang sangat disayangkan, kenapa Presiden SBY langsung percaya tanpa lebih dulu melibatkan LIPI, BPPT, atau lembaga penelitian di universitas, untuk mengeceknya. Padahal apa pun langkah Presiden tentu berdampak luas, karenanya perlu pemeriksaan yang teliti sebelum langkah diayunkan.

Sekarang beredar gosip bahwa janji Presiden tak akan menaikkan BBM karena blue energy. Seusai pelantikan KSAL, November 2007, dalam keterangan pers Presiden SBY memang mengatakan bahwa kenaikan harga BBM bukan opsi untuk tahun 2008. Akhirnya, setelah Joko Suprapto menghilang, terpaksa harga BBM dinaikkan.

BPPT sendiri ternyata sudah menguji blue energy yang diperoleh dari Direktorat Perhubungan Darat. Jadi bukan atas permintaan Presiden. Ternyata blue energy tak lain dari bahan bakar diesel atau solar. Ia bukan air laut. ‘’Jadi blue energy tak dapat disebutkan bahan bakar ramah lingkungan berbasis air,’’ kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman kepada wartawan 2 Juni 2008. Baiknya polisi segera mengusut Joko Suprapto agar perkara ini klir dan terbuka, tanpa menimbulkan banyak gosip. Sudah terlalu banyak gosip di negeri ini. [www.hidayatullah.com]

Ditulis dalam Umum. Tag: , . 16 Comments »

16 Tanggapan to “Indonesia (akan) Terkaya di Dunia”

  1. hanggadamai Says:

    hahahahaha..
    sungguh sangat miris ya mas,melihat semua itu..😦

  2. awan Says:

    @hanggadamai: ya mudah2an terjadi Indonesia menjadi terkaya di dunia yang dapat dinikmati oleh masyarakat. memang kaya Indonesia itu tapi hanya dinikmati oleh negara luar😀

  3. tukangobatbersahaja Says:

    Majulah Indonesiaku
    Rasanya kok mudah sekali kita percaya akan segala sesuatu tanpa menguji dulu.
    *mungkin karna itu kita disebut manusia*

  4. awan sundiawan Says:

    tukangobarbersahaja: mudah2an Indonesia tambah dewasa dan tambah maju dalam kebaikan

  5. yellashakti Says:

    sebenarnya air bukan sebagai bahan dasar untuk bahan bakar,,akan tetapi air dapat dipecah menjadi hidrogen yang berfungsi sebagai katalis reaksi pembakaran. JAdi hidrogen hanya untuk mengefisienkan pembakaran BBM di ruang mesin. Itu pun tidak juga efektif,,bahan bakar dengan katalis hidrogen tidak semurah yang diduga,,justru malah akan membuat BBM semakin mahal…
    Harusnya membuat statement itu tidak asal-asalan,,harus didukung oleh riset yang valid, sehingga tidak membuat resah masyarakat,,bukan begitu Pak?

  6. awan sundiawan Says:

    @yellashakti: trims atas info ilmiahnya….. nah kalu ini info jitu nih….😀

  7. ahlan Says:

    walahhh. jangan di paksa-paksa. air yah air, minyak ya minyak. jgn menghayal dehh air dijadikan bensin.😀 =))

  8. rizal akbar Says:

    kalo air jadi BBM kayanya saya masih sulat menalarnya

    tapi kalo air jadi listrik saya sudah membuktikannya
    saya sudah bereksperimen untuk memecah air menjadi Hidrogen dan Oksigen, nah dari Hidrogennya terserah deh mau di apain, di jadiin listrik juga OK, saya dah coba, OK banget…tinggal diseriusin aj

    tapi jangan coba eksperimen sembarangan, soalnya saya juga mengalami beberapa kali ledakan (walaupun kecil) selama melakukan eksperimen

  9. rizal akbar Says:

    sorry..salah tulis

    *sulat => sulit

  10. alisyah Says:

    ga jamannya lagi berandai-andai

  11. awan Says:

    @rizal: trims atas info temuannya, perlu dikembangkan, dan selamat mengembangkannya. dan trims atas kunjungannya.😀
    @alisyah: mudah2an kita tidak berandai-andai lagi.😀

  12. taro Says:

    ya semoga cepat di temukan bahan bakar laternatif pengganti BBM Fosil yang sekarang, dmei terwujudnya Indonesia yang kaya dan sejahtera

  13. awan sundiawan Says:

    @taro: mudah2an begitu

  14. bandit_sid Says:

    Tetep instrospeksi yang renung yang sudah terjadi pilih dan cermati masalah dan akibatnya, serta bertindak dengan pemikiran yang teliti untuk berusaha melakukan yang terbaik untuk bangsa Indonesia…..

  15. eka Says:

    jangan sok berandai2 , air yo air, minyak yo minyak, kalo air dijadiin minyak, gimana kl trjadi kebakaran mau disiram pake apa kalo air bs jd minyak ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: