Kasi SMA: Kita Harus Belajar Sepanjang Hayat

Kasi SMA dalam mengisi acara Bintek KTSP SMA menyampaikan informasi sebagai berikut.

  1. Kurikulum berubah tidak berdasarkan pergantian menteri (kabinet).
  2. Kurikulum berubah dengan runtutan mulai tahun 1947, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006. Jika dilihat rata-rata kurikulum berubah sekitar 10 tahun sekali.
  3. Kurikulum berubah berlandaskan tuntutan zaman dan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi.
  4. Rat-rata orang Indonesia berhenti belajar setelah menjadi sarjana-àPNS-ànikah.
  5. Konsep belajar yang Islami adalah belajar sepanjang hayat.

Saya merenung….

Apakah saya sekarang masih belajar?

8 Tanggapan to “Kasi SMA: Kita Harus Belajar Sepanjang Hayat”

  1. rbaryans Says:

    1. Bila kurikulum berubah tidak berdasarkan poin 1 dan 3, apalah jadinya dunia pendidikan di negeri ini…
    2. Untuk melihat perjalanan kurikulum di negeri tercinta ini, bukankah akang sudah melihatnya di alamat rbaryans.wordpress.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasional-pada-pendidikan-dasar-dan-menengah/
    3. Selamat belajar kang he he he 🙂

  2. Awan Sundiawan Says:

    @kang rbaryans: trims atas komentar, arahan dan kunjungannya
    @addiehf: trims atas kunjungannya

  3. zoel chaniago Says:

    belajar itu sampe akir hayat,,, kata ulama sich,, kalau menurut saya selagi mampu dan mau ya berlajar terus😀

  4. awan sundiawan Says:

    @zoel chaniago: selamat kita masih hidup ada keinginan, keingan itulah yang mebuat kita jadi “be;ajar”, trims atas kunjungannya😀

  5. t4rum4 Says:

    ck, ck, ck,,,, konteks “belajar” itu maknanya sangat luas. Anda tidak mau belajarpun pasti tetap belajar, yaitu belajar untuk tidak belajar. Anda gerakkan kaki satu langkahpun belajar. Anda makanpun tetap belajar. Anda tidurpun tetap belajar. Sebenarnya belajar “materi” tu ndak penting. Yang penting itu BELAJAR MEMPELAJARI ARTI BELAJAR..😀 Jadi, anda membuat artikel ini juga belajar. bahasa indonesia tuhh cukup..😀 Tapi yang paling menyedihkan di indonesia,, yaitu tidak belajar dari kesalahan maupun kebaikann. CMIIW.😀.
    Maaf, klo enggak nyambung,,😀 Maklum, anak SMA yang sudah stress ma UAN..😀

  6. Rafki RS Says:

    Setuju. Tak ada kata ‘berhenti’ ataupun ‘tamat’ untuk yang namanya belajar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: