Bupati Kuningan: Mengapa Mau Jadi Guru Honorer?

Bupati Kuningan dalam membukan acara Bimbingan Teknis (Bintek) KTSP SMA Tingkat Kabupaten Kuningan tahun 2008 sepat menyampaikan informasi sebagai berikut.

  1. Selama dua tahun terakhir telah mengeluarkan biaya pendidikan bagu guru yang melanlajutkan ke S1 sebesar 1 miliyar rupiah.
  2. Dalam sertifikasi para pendidik harus:

· lebih meningkatkan prestasi dan profesionalisme,

· menjadi tauladan dalam kehidupan sehari-hari

· membuka diri untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme

  1. Kondisi pendidikan di daerah sangat memprihatinkan, yaitu ada sebuah sekolah memiliki 6 rombongan belajar dan hanya memiliki 3 orang guru, ”Bagaimana pendidikan mau maju?”
  2. Merasa greget ingin membangun pendidikan di Kuningan
  3. Pendidikan perlu perhatian khusus , “Masa masalah sepele Dinas Pendidikan tidak bisa menyelesaikannya, biaya ada” hal ini ditujukan kepada pendidikan dasar yang masih kurang diperhatikan.

Dalam kesempatan itu pula bupati Kuningan melontarkan jati dirinya, “Saya jadi bupati Kuningan berlatar belakang ahli pembangunan fisik (infrastruktur)”. Dan menerima keluhan dari seorang guru honorer. “Pa saya sudah menjadi tenaga pendidik 20 tahun dengan honor 150 ribu rupiah, dan status saya guru honorer, sampai sekarang belum juga diangkat jadi PNS” keluh guru honorer. “Mengapa mau jadi guru honorer yang digaji 150 ribu rupiah?”, sela Bupati. “Karena saya itu sangat mencintai dunia pendidikan jadi saya terpaksa menjadi guru honorer”.

Dari kondisi di atas Bupati Kuningan mendorong para PNS agar lebih giat dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas, jangan sampai minat jadi PNS itu ”Bekerja dan tidak bekerja gajinya tetap sama”.

Kemudian saya merenung…..

Mengapa pendidikan di Indonesia tidak maju?

Apakah karena kekurangan guru?

Apakah honor gurunya belum memadai untuk kehidupannya?

Apakah motivasi jadi PNS Guru itu “kerja dan tidak kerja gajinya sama”?

Apakah motivias jadi PNS Guru itu “mengajar yang baik dan kurang baik gajinya sama”?

Ataukah guru Indonesia sudah tidak punya motivasi lagi untuk bekerja sebagai Guru dan Pendidik yang handal?

Ada yang tahu jawabannya?

Satu Tanggapan to “Bupati Kuningan: Mengapa Mau Jadi Guru Honorer?”

  1. bagus Says:

    Kemudian saya merenung…..
    Mengapa pendidikan di Indonesia tidak maju?
    Apakah karena kekurangan guru?
    Apakah honor gurunya belum memadai untuk kehidupannya?
    Apakah motivasi jadi PNS Guru itu “kerja dan tidak kerja gajinya sama”?
    Apakah motivias jadi PNS Guru itu “mengajar yang baik dan kurang baik gajinya sama”?
    Ataukah guru Indonesia sudah tidak punya motivasi lagi untuk bekerja sebagai Guru dan Pendidik yang handal?

    Mengapa pendidikan di Indonesia tidak maju?

    Mungkin ada sebagian jawabannya
    1.Dari awal, rekuitment guru kurang selektif. ada sebagian orang mau jadi guru karena formasi pns untuk guru paling banyak. Kualitas calon guru banyak yang kurang memenuhi standar.Tidak berlakunya reward and punishment.
    2. Adanya standar ganda dalam promosi pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai contoh ada sekolah unggulan yang gurunya di seleksi dengan ketat dari segi kompetensi dan pendidikan, tapi kepala sekolahnya diangkat begitu saja dan standarnya dibawah standar guru ( guru min d2, tetapi kepala sekolahnya hanya spg). Ada kepala sekolah negeri yang diangkat dari sekolah swasta yang tutup karena tidak bisa mendapatkan murid???
    3. Banyak guru yang gaji take homenya di bawah 50% sehingga kurang semangat dalam melaksanakan tugas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: