Siang Itu

Udara terasa panas, gerah, bungapun sudah mulai kelihatan layu, raja siang sedang berkuasa. Angin yang biasanya datang dengan sepoi-sepoi siang itu mendadak tidak ada. Hatiku semakin gerah, resah, dan kurang nyaman. Pikiranku mulai lelah, badanku ingin segera merebah, tapi jiwaku tidak boleh pasrah.

Siang itu terasa panas, tapi hatiku tetap sejuk karena senyumanmu datang dihatiku. Siang itu sangat berkesan karena kehadiranmu.

Ditulis dalam Pribadi. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: