“Ngerjain” Orang Lain, Paling Enak

Ternyata “ngerjain” orang itu memang enak, seperti saya “kerjain” siswa dengan tugas dan latihan yang bernaneka ragam dan cukup banyak. Maksud saya agar mereka menyelesaikannya berkelompok. Ternyata mereka terlihat memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan mereka saling mengisi. Maka konsep saya untuk “ngerjain” mereka agak berhasil. Kerena setiap anggota kelompok cukup aktif saling memberi andil.

Ada siswa yang rajin mencari informasi, ada siswa yang siap menuliskannya saja, ada siswa pandai mengorganisasi teman-temannya, bahkan ada siswa yang serba bisa. Mereka ternyata tidak saling mengandalkan, dan mereka tidak mau jadi tumpuan teman-temannya, mereka menginginkan bersama-sama.

Hal itu ternyata tidak bisa berjalan di setiap kelas, karena faktor pribadi mereka juga yang belainan. Namun pada umumnya mereka asTernyata “ngerjain” orang itu memang enak, seperti saya “kerjain” siswa dengan tugas dan latihan yang bernaneka ragam dan cukup banyak. Maksud saya agar mereka menyelesaikannya berkelompok. Ternyata mereka terlihat memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan mereka saling mengisi. Maka konsep saya untuk “ngerjain” mereka agak berhasil. Kerena setiap anggota kelompok cukup aktif saling memberi andil.

Ada siswa yang rajin mencari informasi, ada siswa yang siap menuliskannya saja, ada siswa pandai mengorganisasi teman-temannya, bahkan ada siswa yang serba bisa. Mereka ternyata tidak saling mengandalkan, dan mereka tidak mau jadi tumpuan teman-temannya, mereka menginginkan bersama-sama.

Hal itu ternyata tidak bisa berjalan di setiap kelas, karena faktor pribadi mereka juga yang belainan. Namun pada umumnya mereka asik ketika diberi tugas dan latihan yang heterogem daripada tugas yang homogen, mereke cenderung lebih mempercayakan kepada seserorang.

Tujuan saya “ngerjain” tersebut agat para siswa terbiasa mengerjakan sesuatu secara bersama-sama/berkelompok. Bagaimana kalau tugasnya homogen? Saya tidak akan mencobanya. Mereka tidak dibebaskan begitu saja, saya memberikan perhatian kepada mereka berupa penghargaan, misalnya tugasnya dipampangkan, atau diberi nilai yang pantas, sementara yang belum selesai saya dorong untuk meminta batuan pada yang sudah berhasil. Dan cara ini bukan CBSA [Cul Budak Sina Anteng/Biarkan Anak-anak Asal Asyik(bermain)]

5 Tanggapan to ““Ngerjain” Orang Lain, Paling Enak”

  1. jablay8990 Says:

    WAAAAHHHHHH,HEBAT! EMANG HARUS BEGITU PAK,JADI KALO MISALKAN BAPAK MAU NGERJAIN ANAK YANG MALES ATAU YANG BENDEL KHAN GAMPANG.TINGGAL KASIH AJA DIA TUGAS YANG BANYAK……

  2. awan sundiawan Says:

    @jablay: tunggu saja tugasnya yang akan datang!😀

  3. Dzakiy Says:

    Hohohohohohohoo, teganya teganya teganya ….. yah niat nya jangan ngerjain po’o.

  4. awan Says:

    @dzakiy: hehehe, trims atas kunjungannya

  5. steevan Says:

    benarkah itu???

    dalam dua bulan belajar bahasa inggris udah bisa.
    soalnya aku belum tau apa2 tentang bahasa inggris , bsa minta ajarin aku.
    soalnya aku kepengan kali tau berkomunikasi dengan bahsa inggris.aku tunggu y>


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: