Menikmati Kesunyian

Setelah lelah seharian menjalankan rutinitas, diriku berteduh di bawah pohon kerinduan, yang rindang penuh dengan daun rasa kasih dan sayang. Kumenatap taman bunga yang indah berseri. Di sanalah bunga yang aku temukan berada. Bunga itu sedang tumbuh mekar merekah, dan mengharumkan sekitar taman. Ah aku tidak akan menganggu bunga itu, biarkan mekar dan berseri bersama kumbangnya. Ah indahnya pemandangan itu, diriku ditemani angin kesunyian, diriku memang sedang sendiri berteduh di di bawah pohon kerinduan itu.

Bila hari telah senja malam hari pun tiba hidupku yang sendiri sunyi. Bila senja berlalu hati terasa pilu hidupku yang sendiri sunyi. Mengapa dikau bertanya “Mengapa kuharus berduka?” Hidupku hanya untukmu sayang, sayang.

Ditulis dalam Pribadi. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Menikmati Kesunyian”

  1. sayah Says:

    lagi pilu y?

  2. awan sundiawan Says:

    Ya.. lagi menikmati kesendirian, sedang menunggu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: