Mancarimu, Hesty, Selendang Merah

Lelah aku mencarimu menelusuri relung-relung waktu yang cukup panjang.

Sayang, di mana kau berada? Lama sudah aku mencari. Kini hatiku gelisah padamu, apa salahku dan kau tinggalkan? Sayang oh aduh sayang, kapan kau kembali jangan kau biarkan kusendiri. Cintaku ini tetap suci abadi kini kasihmu menanti. Aku harapkan dirimu mengerti, kini kasihmu menanti.

Setelah sekian lama telah menanti, tiba-tiba ada seseorang terlihat melintas di mataku.

Oh… oh.. Hesty, mengapa wajahmu mirip dia, dia yang meninggalkan daku, pergi entah ke mana. Oh oh Hesti kau datang dikala aku rindu, rindu akan belaian kasih yang kini ditinggal jauh. Bilaku pandang wajahmu hatiku tersayat pedih. Karena teingat kala ditinggalkan pergi.

Selama kau tinggalkan aku menyimpan sebuah kenangan-kenangan darimu.

Selendang warna merah kau berikan dulu padaku kini akan kupakai pada hari pertunanganmu. Ingat disaat itu selendang disaat itu selendang merah pengijat hati sebagai tanda mata sebelum kita berpisan kini kita bertemu kau bukan mililkku lagi.

Waktu aku melihat terenyum bahagia, ingin kumenggantikan yang duduk disampingmu, aku pulang dahulu sebelum pestamu itu, selendang merah itu pengusap air mataku, akan kusimpan slalu kenangan hidupku.

Ditulis dalam Pribadi. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Mancarimu, Hesty, Selendang Merah”

  1. akuw Says:

    Hesty Koes Endang?…hihihihihi

  2. awan sundiawan Says:

    @akuw: kok hesty…?😀

  3. myun Says:

    terima kasih postingannya ya..
    salam kenal…
    kunjungi repository unand


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: