Jumpa untuk Berpisah dan Kerinduan

Hidup kita selalu berpasangan, hidup-mati, siang-malam, jumpa-pisah. Seperti diriku yang ditinggalkan olehnya. Dan diriku selalu bertanya, mengapa dulu kita pernah berjumpa kalau mau berpisah lagi.

Berjumpa untuk berpisah lagi, walaupun terlalu indah dilukiskan dengan kata untuk menjadikan sebuah syait, tetapi terlalu pahit untuk dikenang. Kenanganku yang pernah kualami bersamamu. Jangan kau harapkan ku akan mencari gantimu. Kunin kupergi mencari diriku sendiri. Mengapa wakti itu kita harus berjumpa, oh mengapa kini kita harus berpisah lagi?

Perpisahan itu aku alami sebagai pengalaman yang menyedihkan, aku coba untuk bertahan dan berusaha meredam kerinduan kepadanya.

Berkali sudah, kupendam kecewamu, sering tinggalkan diriku sendiri. Kesetiaan ini bukannya sandiwara, berkorban untukmu walau kadang kecewa. Tiap malam sendiri saja menunggu hingga malam berakhir sayang. Tiap kali bila kutanya jawabmu hanya maap dibibir saja. Mungkin harus lebih sabar, menghadapi dirimu.

Ditulis dalam Pribadi. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Jumpa untuk Berpisah dan Kerinduan”

  1. gadis Says:

    ..sono..sono..dimanakah kamu berada?..hik..hik..

  2. awan sundiawan Says:

    @gadis: sono (kangen?) aku ada di sini di tempat biasa…, aku juga rindu dan kangen padamu. hehehe

  3. muridnya Says:

    wow…wow…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: