Tidak Ada Ide Untuk Menulis

Saya masih ingat teman yang belum biasa mengarang (menulis karangan), ketika saya meminta karangan dia lewat telepon Dia mejawab, ”Saya tidak bisa mengarang, saya susah untuk memulainya”, terus saya desak, jawabanyannya tetap sama. Saya menggunakan cara lain, yaitu melaui e-mail, dia tetap menjawab dengan nada sama, tapi diterangkan dengan panjang lebar (tuh kan akhirnya dia bisa juga menulis! Wakakakak). Seperti ini tulisannya.

Jangan memaksa saya untuk mengarang, karena saya belum bisa untuk mengarang (menulis karangan). Saya itu susah untuk memulainya, kata apa dulu yang harus saya gunakan, kalimat apa yang saya pilih sebagai kalimat pembuka.

Kalau memang memaksa saya untuk menulis, saya mau mempelajari dulu cara menulis yang baik. Terus terang saja, ketika SD, SMP, SMA paling malas disuruh mengarang oleh guru. Saya tidak bisa memulainya, memang sih tulisan saya jelek seperti cakar ayam.


Sebetulnya dalam hati dan dalam pikiran ini banyak yang akan disampaikan tapi nih tangan gak mau memulainya. Jadi saya termasuk orang yang belum mengarang (menulis karangan). Maafkan saya saya belum bisa memenuhi permintaanmu untuk mengarang.

Untuk mengarang perlu ide, nah sampe sekarang saya belum menemukan ide. Coba bantu saya untuk mencari idenya. Trims.

Sekali lagi jangan paksa saya untuk menulis.

Salam

Temanmu

Dari tulisan di atas ternyata dia bisa juga mengarang, katanya tidak ada ide, lantas tulisan Dia yang dikirimkan kepada saya bukan sebuah karangan? Ternyata dengan cara menuliskan keluhan tidak mengarang, berhasil juga saya memaksa dia untuk menulis sebuah karangan. Dia tidak merasa sedang dipaksa untuk membuat tulisan. Hehehe.

Ditulis dalam Umum. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Tidak Ada Ide Untuk Menulis”

  1. DM Says:

    Terbukti toh: setiap orang pada dasarnya bisa menulis (juga jadi penulis) kalau dia mau. Hanya tidak setiap orang tahu bahwa ide pada dasarnya berserakan di mana-mana. Dari email itu saja, kalau dikembangkan bisa menjadi sebuah cerpen yang menggelitik. Yang pada ending-nya, dia tetap bersikukuh bahwa dia tidak bisa menulis. Padahal cerpennya sudah jadi, hehe!

  2. awan sundiawan Says:

    @DM: Betul Mas DM, dia tidak menyadari sedang membuat sebuah tulisan. Terima kasih dikungannya.

  3. Ram-Ram Muhammad Says:

    Saya kok tergelitik terus lihat fotonya Kang Awan… rasanya kenal deket…:mrgreen:
    Apa kang Awan punya adik yang tinggal di Bandung dan kebetulan jadi penyiar? Soalnya kaya de javu…. *halah*

    Dalam soal menulis, saya harus banyak belajar nih…

  4. awan sundiawan Says:

    @Ram-ram Muhamad: Trims atas kepenasarannya. Salam kenal saja… memang saya pernah siaran di sebuah radio swasta di kota Kuningan.

  5. digiEDU Says:

    Untuk “menulis” sebetulnya hanya butuh kata kuncinya saja agar bisa masuk ke paragrap pertama, selanjutnya paragrap-demi paragrap akan segera terukir sesuai alur pemikiran masing-masing.

    Salah satu pembudayaan menulis adalah BLOG pak, betul kan?

    Tetap semangat menulis sekecil apapun isi tulisan tsb, pasti ada manfaatnya.

  6. awan sundiawan Says:

    @digiEDU: Ya, saya sependapat, mulailah menulis paragraf pembuka, agar bisa menulis dengan baik. Selamat Sore Pa Asep.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: