Lulusan SMK dan Buruh

Sekarang ini sedang gencar-gencarnya SMK, bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan sedang menyiapkan Kabupaten Kuningan menjadi Kabupaten Vokasional. Saya setuju dengan program pemerintah untuk mengembangkan SMK lebih maju dan terarah.

Saya jadi teringat kepada salah seorang Kepala SMA Negeri di Kabupaten Ciamis yang menjawab pertanyaan saya.

“Pa mengapa pembangunan di SMA ini seperti baru dilaksanakan?”.

“Sebetulnya pembangunan sekolah ini sudah lama, namun pemerintah sepertinya sekarang ini lebih memperhatikan SMK, jadi imbasnya kepada SMA agak kurang diperhatikan. Coba saja sekarang ini SMK dibangun di mana-mana, bantuan fasilitas lebih cenderung ke SMK. Seandainya SMK sudah banyak dibangun dan lulusannya juga banyak, mau diapakan? Sepertinya kalau begitu SMK itu pencetak buruh, apakah Indonesia akan menjadi negeri buruh?…”

Dari pernyataan dan pertanyaan tadi saya tidak bisa menjawab, sekarang ini lulusan SMA banyak yang jadi buruh, bahkan banyak yang sudah berhenti jadi buruh. Karena banyak pabrik, industri yang tidak beroperasi lagi. Kalau nanti lulusan SMK akan jadi buruh, mereka mau bekerja di mana? Apakah lulusan SMK harus mandiri? Membuka lapangan kerja/usaha sendiri?

Apakah dengan banyaknya lulusan SMK akan meningkatkan perekonomian? Apakah cukup dengan bekal kecakapan hidup, keterampilan hidup?

Saya jadi ingat teman saya, ”Wan kecakapan hidup saya ini cukup sederhana, ya cakap bergaul, terampil mencari teman usaha, terampil menyikut orang, cakap menyikat jatah orang, terampil pendekatan, ya lumayanlah sekarang ini saya lebih sejahtera dibanding sebelumnya.”

Ah, pusing deh, antara konsep pembelajaran, dan pendidikan, dengan kehidupan sebenarnya jadi tidak nyambung nih. Ah mengapa saya pikirkan? Santai aja deh…

5 Tanggapan to “Lulusan SMK dan Buruh”

  1. Rudy H Says:

    Itulah kondisi lapangan kerja di Indonesia.
    Tapi lulusan SMK memiliki 3 pilihan:
    1. Melanjutkan ke Perguruan Tinggi,
    2. Bekerja di Industri/Mandiri,
    3. Ngganggur.
    Sedikit Informasi yang saya alami mengajar di Program Keahlian Teknik Audio-Video:
    Tingkat -1 diajarkan Dasar Kompetensi Kejuruan, dll.
    Tingkat – 2 diajarkan Perakitan dan Instalasi berbagai macam perangkat Audio-Video,
    Tingkat – 3 diajarkan Teknik Troubleshooting dan Reparasi peralatan Audio-Video. Dakhir tingkat -3 siswa harus uji kompetensi (praktek) misalnya memperbaiki TV yang rusak.
    Diharapkan luluan SMK bisa mandiri/bekerja.
    Tidak masalah menjadi buruh, setidaknya tidak menjadi beban sosial di masyarakat. Hatur Nuhun.

  2. digiEDU Says:

    MAW Brouwer pernah menulis catatan kecil mengenai pegawai. “Kalau dulu Rusia dianggap sebagai negara militer, Tiongkok sebagai negara buruh, Amerika negara wiraswasta, dan Iran sebagai negara ulama, maka Indonesia bisa dianggap sebagai negara pegawai,” Brouwer yang merilis pendapatnya itu dalam buku Indonesia Negara Pegawai mengatakan keadaanlah yang menyebabkan hal itu terjadi, yaitu adanya warisan dari kolonial penjajahan. Pada saat itu memang penduduk pribumi diarahkan untuk menjadi pegawai, sementara kaum pendatang menjadi pedagang. Jadi jika banyak orang bercita-cita menjadi pegawai negeri saat ini, itu adalah impian dan cita-cita nenek moyang. Namun dalam perkembangannya, seorang pegawai yang dibayar oleh rakyat dan harus melayani rakyat, banyak terjadi penyimpangan. Menurut Brouwer, seorang menteri tidak boleh lupa bahwa ia minister, artinya orang yang lebih rendah dari entitas utamanya, yakni rakyat. Seorang pegawai harus menciptakan rasa aman terhadap rakyatnya. Namun yang terjadi sekarang banyak pegawai yang lupa tugasnya. Yang penting kita sebagai ‘pelatih’ baik itu di SMA maupun di SMK, adalah: bagaimana agar mutu pendidikan kita lebih meningkat sehingga etos kerja yang baik dapat tercipta dalam lingkungan kerja mereka nantinya.

  3. oz Says:

    Sebenarnya SMK bukan bertujuan menciptakan buruh…smk Tujuan Utamanya adalah Menciptakan Insan Yang Berjiwa Wiraswasta….Harus kita ingat ke belakang bahwa Krisis Ekonomi mengakibatkan banyak perusahaan besar collaps berjatuhan, sementara Usaha Kecil dan Menengah mampu bertahan pada situasi tersebut. Diharapkan dengan memiliki jiwa wiraswasta lulusan SMK mampu menciptakan Usaha Kecil dan Menengah… UKM yang sehat dan mandiri akan berefek domino terhadap pertumbuhan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. Jadi kalo ada orang yang berfikir Lulusan SMK mau jadi buruh itu mungkin pikiran “sesa’at” atau malah sentimentil tehadap perkembangan SMK. dan perlu digaris bawahi bahwa pada tahun ini Kab. Kuningan menjadi “Kabupaten vocational” se jawa barat …

  4. mundinglaya Says:

    sepertinya PR yang sulit dipecahkan … lamun hayang lulusan SMK jadi entrepreneur….
    kurang conto…kurang wahana….kurang sagalana….(kaalaman ku pribados)….riweuh….

  5. gee Says:

    Orang bodoh yang bilang SMK ditujukan untuk buka usaha, pake mata yang bener, smk ditujukan semata-mata buat jadi buruh. Sma ditujukan buat melanjutkan ke perguruan tinggi. Kalau ada yang bilang smk juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, ya memang bisa tapi apa bisa bersaing dengan yang lulusan SMA, lagian kalau mau kuliah ngapain masuk SMK dasar pola pikir yang aneh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: