KETIKA BENDUNGAN ROBOH

Jikalau hujan terus, bendungan akan roboh
Dan ketika bendungan roboh, tanah bumi tergoncang
Mulut saling menuding, urat leher bersitegang membela diri
Yang terkecil adalah korban, yang terbesar duduk diistana raja
yang terlemah timbul tenggelam, yang terkuat terselamatkan tahta

Jikalau hujan terus, bendungan akan roboh
Dan ketika bendungan roboh, air mata menetes
Mengusap dada, duduk tertunduk bersimpuh ditanah
Tubuh-tubuh kaku tak berdosa bergelimpangan di air
Tembok-tembok impian hancur diantara jeritan-jeritan

Jikalau hujan terus, bendungan akan roboh
Dan ketika bendungan roboh, tanah lumpur menggulung bangkai
Jagalah sekarang bendunganmu, jagalah sekarang alammu
Demi jiwamu rapat bersatu, musnahkan kesombongan dikepalamu
Jagalah tanahmu sebelum kau terhanyut sia-sia dan membusuk

Terbungkuklah dan tanam hijaumu !
Dan ketika bendungan roboh, kau akan terhempaskan
Terbungkuklah dan tanam hijaumu !
Dan ketika bendungan roboh, tak ada tempat untuk tinggal
Terbungkuklah dan tanam hijaumu !

Nenen Gunadi
19-Des-2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: