Hati-hati dengan Anak Usia dibawah 10 tahun!

Ketika pulang sekolah, saya menjemput anakku yang sulung. Dia baru kelas dua sekolah dasar. Dia suka bermain “game” di komputer. Pada hari itu saya ajak ke tempat kerja, kebetulan semua komputer saling terhubung. Entah tahu dari mana tiba-tiba dia mengatakan “yes, yes, yes”. Sepetinya dia kegirangan. Saya lihat di monitornya ternyata dia berhasil mengambil “game” dan menginstallnya dari server. Entah dari mana dia bisa masuk ke server dan mengambil “game” baru terus meng”install”nya.

Seteleh saya ingat-ingat ternyata saya pernah melakukan pengambailan program aplikasi dari server, kemudian dia merekam semua aktivitasku di ingatannya. Memang dia, anakku yang sulung daya ingatnya kuat. Kadang semua kejadiannya suka diceritakan kepada ibunya secara jelas.

Ah, ada hikmahnya juga, selama saya melakukan dijaringan komputer tidak melakukan hal-hal yang kurang baik. Dan saya sadar bahwa daya ingat anak usia di bawah 10 tahun daya ingatnya sangat kuat dan akan dibawa sampai dewasa. Maka saya akan hati-hati ketika memberikan sesuatu kepadanya.

Maka saya berkesimpulan, anak saya mulai sekarang harus diisi dengan hal-hal yang baik dan benar juga bermanfaat dalam hidupnya. Mumpung saya masih bisa dan anakku masih sehat maka tidak ada salahnya mulai hari ini akan deberikan sesuatu yang bermakna buat dia.

Ditulis dalam Artikel. 4 Comments »

4 Tanggapan to “Hati-hati dengan Anak Usia dibawah 10 tahun!”

  1. Noer Says:

    ya iya lah…sejak usia dini kita sbgai ortu harus memberikan sesuatu yng bermanfaat..yang paling penting adalah…memberi contoh yang baik buat anak2 kita..saya kira itu cara yang paling efektif.. selamat berjuang !

  2. eli Says:

    ..gud lah..
    menjadi orang tua adalah pekerjaan seumur hidup..
    …g usah takut kena phk..hehehhe..
    btw..
    ..eta teh tuang putra?
    ..kasep geuningan..hehehe

  3. Syam`suha Says:

    Saya sangat setuju sekali bahwa kita harus memberikan yang terbaik
    terhadap anak2 kita sedini mungkin dan ada yang lebih penting lagi
    yaitu kita harus mengutamakan pendidikan bagi anak dari segi moral,
    akidah untuk membentengi anak2 kita kelak. Dizaman yang seperti
    sekarang ini yang paling utama adalah benteng keimanan.

  4. awan sundiawan Says:

    Terima kasih atas tanggapannya, kadang saya suka lupa memberikan sesuatu dengan tidak pada tempatnya dan kemampuannya, misalnya dia harus “sedewasa” kita, dia harus mengerti seperti kita. Ternyata anak memiliki masa perkembangannya sendiri… Dan pada masa perkembangan itu kita harus memberikan contoh yang baik dan benar. Saya setuju kepada tiga komentator di atas…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: