”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar” dan “sekolah favorit”

Ketika sedang duduk santai di taman kota kuda ada temanku yang menghampiri, Dia cerita tentang pekerjaannya. “Sekarang saya jadi enak ngajar di sekolah favorit, ya lumayanlah kesejahteraannya meningkat dari tempat sebelumnya, trus ngajarnya juga gak cape, cukup menerangkan sebentar, beri tugas dan latihan di LKS, beres deh.” Ucapnya dengan bangga.

Setelah saya selidiki betul gak sih sekolah favorit itu siswanya pandai? Ya ternyata pinter-pinter, memang luas biasa dibandingkan dengan sekolah lainnya. Terus saya telusuri mengapa mereka pandai? Mereka pandai, cerdas karena dari sekolah asalnya juga mereka sudah pandai dan cerdas, saya telusuri lagi, ternyata mereka yang sekolah di sekolah tertentu siswanya ikut ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar” dan dilanjutkan sampai dengan sekolah lanjutannya.

Dari hal itu saya berkesimpulan, ternyata mereka (siswa) pandai, cerdar, pintar itu dipengaruhi juga oleh ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar”. Kalau teman saya mengatakan ”Sekarang saya jadi enak ngajar di sekolah favorit,… trus ngajarnya juga gak cape, cukup menerangkan sebentar, beri tugas dan latihan di LKS, beres deh”. Berarti guru di sekolah tersebut proses pembelajarannya ”kurang baik” dibandingkan dengan guru yang mengajar di ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar”.

Apakah benar begitu?

Ternyata tidak semuanya seperti itu itu hanya sebagian kecil saja. Tapi kenyataan di lapangan orang ada yang berkata. ”Di sekolah favorit itu biaya mahal (untuk membeli gengsi di sekolah favorit?), saya mengeluarkan biaya mahak di ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar” tidak jadi masalah karena ada hasilnya”. Wah kalau begini sekolah tempat proses belajar mau dibagaimanakan?

 

Mudah-mudahan kasus di atas hanya menimpa orang tua itu saja, tidak menimpa yang lainnya. Semoga sekolah-sekolah tempat belajar anak-anak kita dapat melayani dengan baik dan memberikan proses belajar mengajar yang baik pula jangan sampai mutunya kalah oleh ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar”. Sekolah favorit harus menjamin siswanya untuk melakukan proses belajar mengajar yang berkualitas, bukan hanya menampung anak-anak ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar” kemudian diberi tugas, latihan, dan (dipaksa) membeli LKS, kalau tidak ada yang mengerti selesaikan di ”kursus”, ”les”, ”bimbingan belajar”.

Semangat terus pendidikan di Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: