Saya Salut Kepada Kepsek yang Menganut “Efektivitas”

”Mengapa tidak ikut studing banding ke sekolah luar negeri?”, tanyaku pada salah seorang kepala SMA Negeri di Kota Kuda.

”Biayanya kan mahal ya paling-paling 10 juta rupiah, kalau ke sana saya hanya untuk melihat-melihat saja dan tidak menerapkannya di sini buat apa. Lebih baik uang itu saya gunakan untuk membeli perlengkapan pembelajaran kan lebih efektif. Tidak berangkat studi banding ke luar negeri pun toh masih bisa mengoptimalkan yang ada. Saya malas kalau hanya untuk ”jalan-jalan saja” mendingan manfaatkan uang yang ada demi kemajuan. Toh masih bisa, dan tidak usah studi banding jauh-jauh ke luar negeri, di kita pun masih banyak yang patut di contoh,” jawab Kepala SMA Negeri tersebut sambil agak mejelaskan.

 

Setelah saya pikir-pikir ada benarnya juga, buat apa biaya/anggaran pendidikan tinggi kalau tidak efektif? Yang penting kan pola pikir kita itu harus efektif. Coba saja kalau biaya pendidikan 20%, 5% untuk studi banding dan hasilnya tidak diterapkan kan biaya itu tetap saja tidak ada artinya. Biaya berapapun kalau untuk ”kesenangan/kepuasan” tidak akan mencukupi tapi kalau untuk mencukupi kebutuhan pokok pasti akan cukup dengan cara mefokuskan pada skala prioritas.

Yaaah… kalau utuk semua kebutuhan dipenuhi ya bakalan gak cukup deh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: