Menonton “sesuatu” Seharusnya Menjadi Hiburan: Ketika Persib Kalah oleh Persita

Ketika sedang menonton sepak bola di televisi ada dua kubu yang saling besebrangan yaitu antara anakku yang sulung dengan ibunya. Masing-masing punya fanatik yang kuat, apa yang mereka tonton harus menang. Intinya menonton pertandingan sepak bola sangat berharap kesebelesan kesukaannya harus menang, kalau menang baru terhibur dan kalau kalah mejadi bencana, penyakit dan membuat suasa buruk. Akhirnya menonton pertandingan bukan hiburan tetapi mendekati “kesengsaraan”.

Ketika pertandingan selesai dan ada salah satu kesebelasan yang kalah, maka antara anakku yang sulung dengan ibunya terjadi adu mulut dan saling ledek, akhirnya ada sedikit konflik, dan kometar-komentar yang menyalahkan wasit, pemain dsb.. Itukah tujuan pertandingan? Itulah tujuan menonton pertandingan? Hal itu ketika Persib kalah oleh Persitara 0-1.

Seharusnya menonton “sesuatu” adalah hiburan, artinya kita menikmati pertunjukkan, permainan, perlombaan, pertandingan yang indah dengan melihat para pemain yang beraksi indah, yang memperlihatkan keterampilannya, dan kita tidak terbawa emosi, kita menikmatinya sebagai hiburan.

Ditulis dalam Pribadi. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: