Seminar Semakin “Laris Manis”

Seminar saat ini sangat laku keras, entah berapa biayanya, entah siapa pelaksananya (tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional atau internasional), entah siapa penyajinya, entah …. yang lainnya. Yang penting dapat sertifikat dari seminar itu.

Saat ini guru-guru sudah kerasukan “virus sertifikasi” sehingga ”virus seminar”  semakin tumbuh dengan cepat dan langsung dilalap habis. Bagaimana tidak? Sebuah seminar di “Kota Kuda” yang menargetkan 1.500 orang dalam kenyataannya diluar dugaan begitu tumplek dan ruang itu menjadi penuh dengan lautan peserta seminar. Bahkan ada yang berani “beli tiket” masuk seminar tanpa hadir, yang penting dapat sertifikat seminar.

Satu Tanggapan to “Seminar Semakin “Laris Manis””

  1. Sitti Maesuri Says:

    Benar Mas. Laris maniiiiiis.
    Tidakkah para pengambil kebijakan memikirkan hal ini sebelum mereka mengambil keputusan. Jika tidak, maka mereka para pengambil kebijakan tidak mengerti esensi dari teacher profesional leraning untuk konteks Indonesia.
    Menghadiri seribu satu seminar bukanlah suatu jaminan untuk menjadi guru profesional, apalagi jika ini dilakukan karena motivasi eksternal untuk mendapat sertifikat.

    Pembelajaran guru yang terjadi di kelas, yang terjadi saat terjadinya dialog membicarakan masalah pembelajaran, saat mereka ingin tahu dan mau bertanya pada ahli lewat email, saat dia duduk memikirkan siswanya yang menghadapi kesulitan belajar, DAPAT LEBIH EFEKTIF ketimbang menghadiri seminar besar.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa banyak kegiatan-kegiatan seminar yang sesungguhnya hanya buang duit, dan bukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

    Bagi para pembicara di seminar, juga sangat perlu mempertimbangkan strategi terbaik dalam menyampaikan pesannya. Mungkinkah kita melakukan seminra atau workshop dengan ‘learning by doing’? tentu mungkin!

    Singkatnya, situasi pendidikan di negara kita semakin kompleks. Dana semakin banyak yang habis tanpa ada hasil yang jelas.

    Kesalahan demi kesalahan terus terjadi? Semua dilalui begitu saja.
    Bagaimana nasib anak bangsa kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: