Saya salut kepada Kakak Iparku yang Jadi Pejabat

Pagi-pagi saya dipanggil kaka iparku yang jadi ”Pejabat”, dia berilmu tinggi, bergelar juga, dan mendapatkan posisi yang bagus. Saya gembira ketika dipanggil Dia, pasti dia akan memberi sesuatu. Ternyata dia malah konsultasi padaku tentang surat lamaran yang dia terima dari pelamar.

“Tolong cek surat lamaran ini!”

Saya baca dengan seksama memang ada yang kurang tepat berdasarkan ilmu yang saya terima.

”Kang, sudah saya baca”, ucap saya. Saya tahu dia itu pejabat, dia itu berilmu tinggi jadi saya tidak benyak komentar. Karena kalau saya komentari mungkin dia akan berkomentar, ”Kamu itu tau apa? Saya kan pejabat, saya kan berilmu tinggi, saya bergelar, kamu itu hanya….”

”Bagaimana dengan surat lamaran itu?”, tanya Dia.

”Terserah akang saja…”

”Coba teliti lagi!”

”Ya, setelah saya baca, menurut ilmu yang saya terima, dan menurut saya yang awam, dalam surat lamaran tersebut ada penulisan foto copy, dilelagisir dan ada frase diucapkan terima kasih. Tiga hal tadi perlu diperbaiki menjadi fotokopi, dilegalisasi atau disahkan sesuai aslinya dan saya mengucapakan terima kasih.” Saya agak menjelaskannya.

”Nah itu yang akang maksud, pendapatmu benar, selama akang jadi pejabat, ingin sekali memperbaiki hal itu, tapi susah. Mendingan menerangkan padamu saja yang mengerti kan lebih mudah, coba kalau pada mereka (yang membuat surat itu) wah susah banget, sepertinya mereka tidak pernah membaca kamus, dan pendoman surat dinas yang dikeluarhan oleh Depdiknas. Mendingan saya mengajarkan berenang kepada itik, daripada mengajarkan berenang kepada ayam. Baiklah saya terima argumenmu itu. Tadi saya nanyakan hal itu padamu karena akang takut salah, masa pejabat yang bergelar dan berilmu tidak tahu kaya gitu. Akang malu kalau tidak bisa hal yang sepele itu.”

Dalam pikiranku salut deh buat pejabat yang tidak sok berkuasa. Memang setelah saya baca di Kota Kuda sudah disebarkan contoh surat lamar untuk menjadi CPNSD. Dan dalam contoh surat lamaran tersebut ada hal-hal yang sebegai berikut.

Foto copy, dan frase diucapkan terima kasih. Untuk masalah ini anak SMA juga sudah bisa memperbaikinya, tapi mengapa setelah lulus SMA kok jadi salah kaprah. Lalu siapa yang salah?

Ditulis dalam Umum. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Saya salut kepada Kakak Iparku yang Jadi Pejabat”

  1. Luthfi Says:

    mungkin nyontek dr master surat2 yg sdh ada sblmnya
    tapi herannya, sudah salah koq masih ditiru/dicontek

  2. awan Says:

    Untuk Mas Luthfi: Yang saya heran… kan yang memberikan contoh surat itu dari pemda (BKD) yang notabene banyak S1, dan S2, kok buat master surat dinas aja kalah sama anak SMA….😀 (bercanda,,,)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: