Lagi-lagi TIK di Sekolah : “Mendiknas Tak Mau Paksakan TIK ke Sekolah”

Pada Kurikulum 2006 ada matapelajaran TIK (yang harus diikuti oleh siswa) mulai dari SD, SLTP, SLTA. Sedangkan tidak semua sekolah memiliki perangkat komputer dengan berbagai alasan, ada yang komputer sudah siap listriknya tidak siap, listrik siap komputernya tidak ada, bahkan ada yang dua-duanya tidak mendukung. Lalu para siswa bagaimana belajar TIK? Lagi-lagi TIK? Lalgi-lagi tidak ada komputer?

Sekarang ini mendiknas menginformasikan seperti di bawah ini!:

Dikutip dari detikinet.com

Mendiknas Tak Mau Paksakan TIK ke Sekolah

Denpasar – Meski giat menerapkan e-learning, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo mengatakan penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke sekolah tak akan dipaksakan.

Sejak tahun 2006, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mulai menggalakkan penerapan program pembelajaran yang memanfaatkan bantuan TIK atau biasa disebut e-learning. Dengan harapan meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia, program e-learning pun terus digalakkan.

Namun, lanjut Bambang, untuk membawa TIK di tiap sekolah juga harus melihat kesiapan dari sekolah tersebut. “Maka dari itu, kami mempunyai strategi dengan memulai dari yang paling siap. Misalnya, sulit kan jika di desa yang kekurangan pasokan listrik kita paksakan untuk menerima TIK,” ujarnya dalam pembukaan International Symposium On Open Distance and E-Learning (ISODEL) 2007, di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, Rabu (14/11/2007).

Menurut Bambang, saat ini sudah ada 10.000 sekolah yang sudah tersentuh TIK. Pada 2008, lanjutnya, akan ada 20.000 sekolah yang dihinggapi TIK.

Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, Bambang mengatakan semua Peguruan Tinggi Negeri sudah online. Sedangkan untuk Peguruan Tinggi Swasta, ia mengungkapkan ada 100 lembaga yang sudah online.

Bambang mengatakan basis TIK untuk pendidikan sangat penting untuk diterapkan di Indonesia. Terlebih jika berkaca pada kondisi geografis Indonesia yang terpisah oleh pulau-pulau.

“Maka dari itu, universitas dan sekolah tradisonal juga diharapkan dapat mengimplementasikan e-learning, yaitu dengan mengoptimalkan TIK untuk pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Meski demikian, Bambang berpesan agar untuk tidak menganggap TIK sebagai segalanya, melainkan hanya sebagai instrumen. “Yang penting adalah mengembangkan kompetensi dan ilmunya dengan bantuan TIK,” imbuhnya.

Ditulis dalam Pendidikan. 4 Comments »

4 Tanggapan to “Lagi-lagi TIK di Sekolah : “Mendiknas Tak Mau Paksakan TIK ke Sekolah””

  1. Hendra Gunawan Says:

    kalau menurut saya mapel TIK sangatlah penting untuk diajarkan, so bagi sekolah yang belum siap karena beberapa kendala teknis lebih baik siswa diajarkan terlebih dahulu teori tentang komputer sambil menunggu kesiapan sekolah untuk mengadakan mapel TIK.

  2. smakos Says:

    Terima kasih atas dukungan dan pencerahannya.

  3. smakos Says:

    Untuk Pa Hendra Guawan terima kasih atas dukungan dan pencerahannya.

  4. Sitti Maesuri Says:

    Saya sih tidak setuju kalau komputer diajarkan tanpa adanya komputer. Sama halnya saya tidak setuju dengan seorang teman saya yang mengajarkan excell tanpa pakai komputer. Akibatnya kan tampak tambah sulit, padahal pakai excell juhh lebih mudah.
    Artinya, kalau memang tidak ada komputer, tidak usah saja belajar tentang komputer, lebih baik gunakan waktunya untuk yang lain. Jangan sampai siswa jadi korban, karena harus memikirkan sesuatu yang sulit dicerna. Kan masih banyak yang lain yang lebih penting untuk diajarkan pada siswa.
    Bagi guru, yang utama adalah harus selalu berfikir kritis tentang apa pentingnya ‘sesuatu’ diajarkan bagi siswa. Pikirkan, apa yang penting dipahami oleh siswa yang akan membantu dia menjalani hidupnya.
    Kalau tidak lihat arti pentingnya, kata orang seberang “Hang on”, atau “tunggu dulu!”, adakah yang salah di sana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: