TEMA CINTA MENGUASAI JALAN CERITA SISWA SMA

Ketika saya mengajarkan materi menulis cerita pendek kepada siswa dan saya membaca cerpe karya siswa ternyata hasilnya tema Cinta begitu kuat dan sangat dahsyat di kalangan siswa. Inilah hasilnya.

1.      Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa  tema persahabatan  dan  percintaan adalah  tema yang dianggap paling  menarik bagi siswa. Pokok  persoalan persahabatan dan cinta masing-masing ditulis  oleh 18 (30%)  dan 17(28,3%)  siswa.  Selanjutnya  pokok persoalan  keluarga  ditulis oleh  8 (13,3%)  siswa, pokok  persoalan  prilaku  manusia  ditulis  oleh 8  (13,3%)  siswa,  pokok  persoalan  perjuangan   hidup ditulis  oleh 5 (8,3%) siswa, tema  petualangan  ditulis oleh 2 (3,3%) siswa, pokok  persoalan ketuhanan  dan kemasyarakatan  masing-masing  ditulis oleh 1 (1,7%) siswa. Artinya, para siswa (sekitar 14-17 tahun), secara psikologis terbukti bahwa mereka sedang berada pada tahap menemukan nilai-nilai  hidup  persahabatan dan cinta, hal itu nampak dalam cerpen yang mengambil pokok  persoalan persahabatan dan cinta.  Selanjutnya nilai-nilai   kebenaran,  kebaikan,  dan kesusilaan nampak dalam tema keluarga, prilaku  manusia, perjuangan hidup, dan kemasyarakatan.  Sementara agama nampak dalam tema ketuhanan. Jadi  terbukti, bahwa teori perkembangan  jiwa  siswa tertuang dalam tema cerpen yang dibuatnya.         

2.      Perbedaan tema antara cerpen karya  perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda. Tema persahabatan dan cinta merupakan tema yang dianggap menarik oleh mereka. Tema  persahabatan  ditulis  oleh siswa laki-laki dan perempuan dengan  jumlah  sama yaitu 9 (30%),  sedangkan  pokok persoalan  cinta masing-masing oleh 10 (33,3%)  siswa perempuan  dan 7 (23,3%) oleh siswa laki-laki.  Pokok persoalan  lain yang disukai perempuan  adalah  pokok persoalan   keluarga  sebanyak  5  (16,6%),  prilaku manusia sebanyak 4 (13,3%), sedangkan tema perjuangan hidup dan ketuhanan hanya muncul 1 (3,4%), dan  tidak menyukai Tema  petualangan  dan kemasyarakatan (o%). Sedangkan siswa laki-laki  lebih menyukai  Tema prilaku manusia,  dan  perjuangan  hidup  sebanyak  4  (13,3%),  petualangan  2 (6,7%),  kemasyarakatan 1 (3,4%), dan tidak  menyukai  pokok  persoalan ketuhanan (o%). Artinya, para  siswa (15-17 tahun), secara psikologi terbukti bahwa mereka  sudah menunjukkan perbedaan minat antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki di samping menyukai  pokok persoalan  persahabatan dan cinta, mereka lebih  suka memilih  tema perjuangan hidup,  petualangan, dan kemasyarakatan. Sedangkan siswa perempuan di samping  menyukai  tema  persahabatan  dan cinta, mereka lebih suka pada tema keluarga, dan ketuhanan.

Dari kesimpulan di atas ada baiknya  guru  SMA memilih  cerpen  yang  bertema persahabatan  dan percintaan dalam mengajarkan  pokok bahasan  apresiasi cerpen, sebab berdasarkan  penelitian ini tema-tema tersebut sangat diminati siswa. Hal tersebut  sesuai dengan perkembangan jiwa siswa (15-17 tahun).

Ditulis dalam Pendidikan. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “TEMA CINTA MENGUASAI JALAN CERITA SISWA SMA”

  1. Willy Ediyanto Says:

    Begitulah. Saya punmencoba menugaskan siswa menulis cerita, hasilnya kisah cinta menguasai sebagian besar siswa MTs, sekolah setingkat SMP.
    Tentunya itu pula yang menyebabkan sinetron Indonesia tidak lepas dari masalah cinta, karena konsumsi menonton televisi anak-anak sekolah paling besar saat primetime.
    Gitu kelihatannya ya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: