Ulat dan Kupu-kupu

Menjelang akhir Ramadhan anakku yang sulung bertanya, ”Ayah, mengapa ’Lebaran’ itu kok berbeda-beda? Ada yang hari Kamis, Jumat, Sabtu. Apakah awal puasanya juga berbeda?” Pertanyaan itu tidak saja jawab, karena dia masih kecil dibawah umur. Maka sebagai jawaban penganti saya ajak bercerita, seperti di bawah ini.

ulat.jpg”Ulat adalah binatang yang menggelikan, menjijikan, dan menakutkan. Apalagi ulat yang berbulu menjadikan banyak orang merasa takut. Dari ukuran ulat yang kecil sampai yang besar. Padahal ulat termasuk binatang yang mudah dibunuh karena memiliki organ tubuh yang mudah ditembus. Coba saja seekor ulat pukul dengan benda yang agak keras maka ulat akan “hancur” dan langsung mati.

Ketika meginjak usia tertentu ulat akan mengasingkan diri dan membuat perlindungannya sendiri. Ketika ulat bersemedi dengan bahan pelindung yang kuat, maka semua oang tidak akan megganggunya, bahkan tidak merasa jijik atau takut, tapi akan malah tidak peduli.

kuppu1.jpgkupu2.jpgSetelah bebera hari “bersemedi” ulat akan berubah wujud menjadi seekor binatang yang sagat indah, yang awalnya ditakuti, dibenci, setelah “bersemedi” mejadi yang disukai banyak orang. Yaitu berubah menjadi seekor kupu2 yang hinggapnya pada berbagai bunga.”

Begitulah nak, jangan mempermalasahkan perbedaan itu, tapi coba kita (paksakan) untuk belajar dari ulat kemudian menjadi kupu-kupu yang indah. Anakku ternyata senang jika diberikan sebuah cerita.

Melihat kejadian di atas saya merenung.

“Apakah saya tidak belajar dari kejadian ini?”

“Apakah ada bedanya saya sebelum puasa, ketika puasa, dan setelah puasa?”

“Apakah saya akan tetap tidak sukai banyak orang setelah puasa?”

“Apakah saya akan berubah ke arah yang lebih baik, lebih indah setelah puasa?”

“Apakah puasa saya ini sama dengan seokor ulat yang ‘bersemedi’ yang dilindungi kepompong?”

“Ketika jadi ulat dibenci, ditakuti, tidak disukai, tapi ketika jadi kupu2 disenangi, apakah saya akan tetap menjadi ulat ataukah akan menjadi kupu2 yang indah?”

“Demi Al Quran yang menunjukkan”

“Bacalah, bacalah, bacalah alam sekitar sebagai petunjuk yang penuh makna kebaikan.”

2 Tanggapan to “Ulat dan Kupu-kupu”

  1. iman brotoseno Says:

    memangnya yang lebaran hari kamis siapa ? iyah yang penting satu syawalnya sama..minal aidin wal faidzin

  2. Mr.xman Says:

    beda boleh asal jng diperdebatkan, masing2 kan punya pegangan dan kyakinan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: