Kecurangan Portopolio Mulai Ditemukan

Indikasi adanya kecurangan dokumen portopolio yang diserahkan guru yang terpilih dalam kuota sertifikasi guru tahun 2006 dan 2007 mulai ditemukan. Karena itu dinas pendidikan daerah masing-masing diminta untuk terus menyosialisasikan kepada guru supaya tidak panik dalm menghadapi  penilaian portopolio.

“Kecurangan memalsukan dokumen portopolio itu memang ada. Indikasinya kuat sekali. Itu ditemukan asesor saat menilai portopolio. Temuan ini nantinya akan diklarifikasi ke guru hingga kepala sekolah yang bersangkutan ,”kata Rochman Wahab, Ketua Panitia Pelaksana Uji Sertifikasi dari Uneversitas Negeri Yogyakarta (UNY). Selasa (18/9).

Kecurangan pembuatan portopolio, kata Rachmat, tidak bias ditolerir karena menyangkut integritas seorang pendidik. Para asesor dari UNY dan perguruan tinggi mitra lainnya juga diminta jeli untuk menemukan kejanggalan yang mungkin muncul selama penilaian .

“Guru mesti terus diingatkan supaya tidak panik menghadapi penilaian portopolio, ini harus disosialisasikan dinas pendidikan setempat, bahwa guru punya kesempatan untuk lulus melalui pendidikan dan pelatihan. Untuk yang sudah dapat sertifikat pendidikan pun perlu diingatkan  supaya bertanggung jawab terhadap kualifikasi yang sudah diraih,”kata Rochmat.

Sainil Amral, asesor dari Universitas Batanghari Jambi, mengatakan untuk mengetahui indikasi kecurangan dokumen portopolio itu tergantung kejelian dan ketelitian asesor.

Dari pengalaman menilai portopolio sejumlah guru, Sainil memperhatikan kemampuan guru yang masih minim dalam menyusun portopolio seperti yang dipersyaratkan. Hal ini bias saja merugikan guru yang bersangkutan karena lampiran dokumen yang tidak sesuai urutan.

Zainal Rafli, Ketua Panitia Uji Sertifikasi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengatakan para asesor diingatkan untuk juga mewaspadai kecurangan dalam lampiran dokumen portopolio guru. Indikasi kecurangan bias saja ditemukan dalam tahap pemilahan dokumenyang diterima panitia.”Asesor akan diberitahu jika panitia menemukan ada indikasi kecurangan. Untuk penilaian diserahkan ke asesor,” ujar Zainal.

Sumber:kompas.com

Ditulis dalam Pendidikan. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Kecurangan Portopolio Mulai Ditemukan”

  1. rbaryans Says:

    Anehnya lagi ya pak…kenapa sih mesti pake Setifikasi? Bukankah guru2 itu lulusan dari Lembaga pendidikan yang benar2 sudah terakreditasi dengan baik dan juga guru2 itu sudah dibekali dengan segudang pengetahuan keguruan…Kalau itu guru2 lulusan dari UNJ kemudian yang jadi asesornya juga dari UNJ itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, why? karena mereka sudah tidak percaya lagi dengan produknya sendiri. Kasihan sekali guru2 di negeri ini, sepertinya tidak mendapat kepercayaan lagi dari lembaganya… Tentunya untuk para guru, jangan ngajar hanya karena sekedar melaksanakan tugas tanpa dibarengi dengan rasa iklas dan sungguh-sungguh (mendidik dengan sepenuh hati), semoga pendidikan di negeri ini lebih baik…

  2. siti sidabutar Says:

    sitisidabutar berharap:agar kecurangan-kecurangan yang terdapat pada saatnya diklarifikasi saja agar tidak berlarut-larut permasa;lah tersebut di negeri ini,trims.

  3. mohart Says:

    yang namanya guru pasti bekerja dengan ikhlas, sertifikasi dpt merubah ikhlas jadi tidak ikhlas. jk pemerintah ingin menaikkan kesejahteraan guru jangan menggunakan standar yg malah bikin guru jd melakukan hal-hal yg salah sprti kecurangan dlm portofolio


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: