Sekolah Favorit Idenatik dengan Biaya Mahal?

Definisi sekoah favorit beraneka ragam, namun yang tidak beragam adalah masalah biaya. Mengapa demikian? Karena banyak orang mengidentikan bahwa sekolah favorit adalah sekolah yang mahal.

Dulu sekolah yang mahal adalah sekolah swasta, sekarang yang mahal bukan saja sekolah swasta tapi sekolah negeripun sudah mahal. Masyarakat sekarang sudah mengerti kalau biaya sekolah swasta mahal. Tapi yang belum dimengerti oleh masyarakat sekarang adalah mahalnya biaya pendidikan di sekolah negeri.

Masyarakat mungkin saja tidak mempermasalahkan mahalnya biaya yang dikeluarkan tapi mempermasalahkan hubungan biaya mahal dengan pelayanan dan jaminan pendidikan yang diberikan pihak sekolah? Masyakarakat sudah mulai kritis, sebagai contoh anaknya dipungut biaya internet setiap bulan, tapi tidak pernah/jarang praktek menggunakan internet. Lalau kemanakan biaya itu? Gejala itu mungkin terjadi di sekolah negeri, yang seharusnya melayani siswa dengan baik.

Lalu bagaiamana dengan masyarakat (kecil) yang berani menguluarkan biaya mahal demi pendidikan anaknya. Mereka berbependapat bahwa berapapun biaya yang dikeluarkan tidak jadi masalah, karena puas dengan pelayanan pihak sekolah yang serius mengelola pendidikannya.

Pihak sekolah sudah mulai berani “menjual diri” dengan harga mahal. Apa yang dijual? Mungkin dengan embel-embel SS, SNN, RSNBI, SBI, SI atu yang sejenisnya. Lalu bagaimana dengan hasilnya? Mungkin ada yang baik mungkin juga akan sama saja degan sekolah biaya.

Coba kita lihat sekarang!

Apakah sekolah yang mempunyai “gelar”  SS, SSN, RSNBI, SBI, SI sudah memiliki fasilitas yang standar (jangan dulu membicarakan lengkap)? Bagaimana dengan biaya pendidikknnya, pasti agak mahal dibandingkan dengan sekolah lain. Bagaimana dengan fasilitasnya? Mungkin akan sama saja dengan sekolah biasa, bahkan sekolah biasa sudah memiliki fasilitas yang bagus. Lalu bagaimana dengan guru-gurunya? Apkah sudah memiliki kualifikasi yang standar?

Hal yang mudah adalah, apakah guru-guru di sekolah tersebut sudah mengenal komputer sebagai salah satu media pembelajaran, media alat bantu dalam bekerja?

Kalau jawabannya belum, mengapa bisa demikian?

Jawabannya adalah tidak ada dana.

Lalu untuk apa biaya mahal yang dipungut dari orag tua?

Jawabannya….

Ditulis dalam Pendidikan. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Sekolah Favorit Idenatik dengan Biaya Mahal?”

  1. sumarti Says:

    Menurut saya definisi sekolah faforit sederhana saja, apabila banyak peminat yang ingin bersekolah di situ melebihi dari batas daya tampungnya, pastilah itu bisa disebut sekolah favorit. Favorit memang bisa mahal, tapi favorit tidak identik dengan mahal. Di tempat saya ada sekolah negeri yang jadi favorit (karena banyak peminatnya) tapi tidak lebih mahal dari biaya yang dipungut di sekolah saya, alias relatif murah biayanya. Untuk yang seperti ini mungkin memang sudah menjadi tuntutan untuk memperbaiki kualitas apa saja di sekolah itu ( sarananya, pelayanannya, mutu gurunya dlsb), tetapi belum bisa diharapkan untuk sudah memberikan yang terbaik,ketika siswa masuk ke sekolah itu. Karena ini biasanya kan berproses. Lain halnya kalau sekolah yang dilabeli “plus”, biasanya memang bayanya relatip mahal, karena ada program-program tambahan dari sekolah reguler umumnya. Nah, untuk sekolah yang seperti ini, memang harusnya dipersiapkan segala sesuatu yang menunjang untuk embel-embel plus tersebut. Sudah selayaknyalah sekolah seperti ini melengkapinya dengan segala sesuatu yang “lebih” dan berkualitas. Memang dampaknya selalu kepada pengguna(baca:masyarakat). Untuk yang berpenghasilan rata-rata, kelihatanyya akan sulit menjangkau biaya di sekolah seperti ini. Jadi kesannya yang baik dan bermutu itu hanya untuk orang yang berduit. Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk mendapatkan atau memberikan yang terbaik itu tidak bisa gratisan alias harus membayar mahal. Contoh sederhananya, sekolah negeri yang ingin menjadi berkualitas, untuk tenaga guru saja tidak mungkin bisa mengharapkan dari pemerintah menyediakan sesuai kebutuhan sekolah. Padahal untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional, guru harus mengajar sesuai bidang, tidak boles serabutan. Plus satu kelas tidak boleh lebih dari 30 siswa ( paling enak mengajar sekitr 20-25 siswa saja). Nah mungkinkah hal-hal seperti ini bisa dipenuhi pemerintah ? maka jadilah sekolah yang bersangklutan merekrut guru dan menyediakan ruang kelas lebih dengan pengalokasian dana yang lebih juga. Ini sekedar sumbang pemikiran dan tanggapan saja……..

  2. agusampurno Says:

    Judul artikel ini saja sudah mengelitik, saya juga bermimpi suatu saat semua sekolah bisa menjadi favorit di bidang minat masing-masing.
    Ada yang menjadi favorit karena olahraga, keseniannya dan lain-lain

    salam kenal Pak Awan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: