Apakah BOS Buku itu?

Gejala yang muncul di masyarakat yang anaknya berada di lingkungan SD, SMP adalah mahalnya biaya buku, padahal ada BOS Buku, sementara di tingkat SLTA belum ada BOS da BOS Buku.

Menurut cerita tetangga bahwa beberapa buku sudah dianggarkan dari BOS Buku, jadi siswa tidak usah membelinya. Lalu mengapa di sekolah tertentu harus membeli semua buku, membeli LKS?

Kalau setiap harga buku dikembalikan 30% kepada pihak Guru/Sekolah berarti kalau membeli 4 buku akan mendapatkan 1 buku. Menurut saya kalau mau jujur, sekolah membeli 40 buku maka akan dapat 10 buku jadi jumlah buku semuaya ada 50 buah buku. Nah buku itu dipinjamkan saja, seperti buku paket jaman tahun 1980-an. Buku tersebut hanya dipinjamkan saja kepada murid. Hal semacam ini sudah dilakukan di beberapa SD/SMP yang ada dipinggiran. Bagaimana dengan yang dikota? Memang penerbit lebih baik menjual buku langsung kepada sekolah/guru daripada dijual melalui toko buku.

Bagaimana dengan LKS? Semua siswa harus membeli LKS, semua soal latihan, ulangan, tugas, bahkan soal ulangan semester dari LKS itu? Jadi kalau siswa tidak beli LKS itu atau tidak memilikinya maka akan sulit dalam hal-hal di atas. Itulah salah satu siasat agar laku keras dijual. Setiap harga LKS akan dikembalikan 30-35% kepada sekolah/guru.

Lalu apakah dengan membeli Buku dan atau LKS siswa akan dijamin mutu pendidikannya?

Jawabannya mungkin ya mungkin tidak, kalau pihak sekolah/guru mengejar komisinya saja maka hal itu sia-sia saja. Tapi kalau buku dan lks menjadikan media pembelajaran maka hal itu akan efektif.

Coba kita renungkan!

Kalau siswa tidak membeli buku/lks apa reaksi sekolah/guru?

Apakah akan jengkel karena tidak membeli?

Apakah akan jengkel kerena tidak memenuhi target penecapaian komisi dari penerbit?

Apakah akan mencari jalan keluar dengan cara siswa disuruh mencatat hal-hal yang ada pada buku/lks?

Apakah akan ….

Ditulis dalam Pendidikan. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Apakah BOS Buku itu?”

  1. zulidamel Says:

    Kalau diperhatikan secara cermat penjualan LKS lebih cendrung ke unsur bisnis dibanding unsur pendidikan. Pasalnya dari banyak fakta hanya sekitar 50% saja yang dipelajari itupun untuk sekolah yang memiliki fasilitas belajar relatif lengkap.
    BOS buku ini Aneh, diiklankan di TV seolah-olah adalah program padahal semenjeak saya sekolah dari SD-SMA sudah ada Buku Paket Pelajaran yang tersedia disetiap sekolah sampai ke pedesaan termasuk sekolah Swasta bersubsidi.
    BOS baru punya implikasi mencari sumber dana, gaya Supersemar. dan kesempatan Korupsi lagi

  2. yassin kurniawan Says:

    Saya setuju dg komentar mas zulidamel.. BOS BUKU ini memang ajang korupsi bagi para pelaksananya.. Seperti pernyataan oknum pendidikan waktu mw beli hape seharga 4jt lebih.” masih lama menikmati dana bos”. Selang 1 triwulannya lagi., dia sdh bs beli mobil

  3. Jabon Says:

    jaman sekolah saya buku menjadi tangungjawab sekolah dengan sistem murid hanya meminjam pada saat pembelajaran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: