Persilahkan atau Silahkan?

Pada hari Selasa, 31 Juli 2007 saya mengikuti Workshop Kilas Balik Implementasi KTSP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. Ketika pembawa acara mempersilahkan Kepala Dinas untuk tampil ke depan mimbar, terdengar kata yang ditelinga saya agaknya kurang nyaman yaitu: “Kepada Bapak Kepala Dinas Kami Silahkan”.

Menurut saya,

Kepada Bapak Kepala Dinas Kami Persilahkan”.

atau

Kepada Bapak Kepala Dinas Dipersilahkan”.

atau

Kepada Bapak Kepala Dinas, Silahkan”.

Bagaimanakah pendapat Anda?

Saya sangat menunggu pencerahan dari para pembaca.

Terima kasih.

Ditulis dalam Umum. 17 Comments »

17 Tanggapan to “Persilahkan atau Silahkan?”

  1. NOOR Says:

    saya sering bngt dengar kalimat itu dalam banyak acara…dan saya sependapat dng kang awan…,jadi menurut saya sih yng paling enak di dengar…KEPADA BAPAK KEPALA DINAS, KAMI PERSILAHKAN…dan saya yakin menurut Tata Bahasa Indonesia juga begitu….. selain yng disebutkan kang awan saya jg sering dengar Pembawa acara mengatakan…KEPADA BAPAK/IBU…. WAKTU DAN TEMPAT KAMI SERAHKAN…. , bagaimana tuh…?sepertinya enak di dengar..,tp bener ga…

    Tanggapan: Trims atas komentar dan dukungannya, menurut saya Kepada Bapak (sebutkan namanya) waktu dan tempat kami sediakan.

  2. eNPe Says:

    saya juga setuju lebih baik menggunakan KEPADA BAPAK KEPALA DINAS, KAMI PERSILAHKAN. Kebykan kita kurang paham penggunaan Bahasa Indonesia yg baik dan benar ato lebih sering tergabung dgn bahasa daerah ato bahasa gaul🙂

    #NOOR
    WAKTU DAN TEMPAT KAMI SERAHKAN??? ntar kalo udah selesai waktu dan tempatnya dikembalikan lagi ke pembawa acara..wakakakak😀

    Tanggapan:Trims atas komentar dan dukungannya.

  3. Rika Dinanti Says:

    Yang jelas, kalau kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang akan kita temukan adalah kata “silakan”, bukan “silahkan”. Demikian juga “persilahkan”, yang benarnya adalah “persilakan”.
    Selanjutnya, dalam membawakan sebuah acara, seorang pembawa acara mempunyai tugas ‘berbicara dengan peserta acaranya’ . Yang dibicarakan adalah apa bagaimana acara itu, runtutan acara, dsb. Dengan demikian, ia berkewajiban menyapa atau memanggil peserta acaranya dengan hormat dan ramah. Jika dalam kegiatan formal, ia akan menyapa dengan menggunakan bahasa formal. Namun, jika kegiatannya tidak formal, ia sah-sah saja menyapa dengan bahasa yang tidak formal.
    Berdasarkan hal itu, kalimat penyapaan “KEPADA BAPAK KEPALA DINAS, KAMI PERSILAHKAN” tidak bisa dipakai dalam kegiatan formal karena kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
    Seharusnya adalah ” BAPAK KEPALA DINAS, KAMI PERSILAKAN” karena kata “BAPAK KEPALA DINAS” di situ berfungsi sebagai kata sapaan.

    Tanggapan:Trims atas kunjungan dan koreksinya (silakan bukan silahkan).

  4. SIMPLYMAN Says:

    HA.HA..HA!SEBETULNYA SIMPLE AJA..!!.GA USAH TERLALU DI RIBETIN(NANTI ANAK CUCU KITA JADI BERPIKIR: KOK BAHASA INDONESIA NGEREPOTIN+REPOT2 AMAT YA??)HEMAT SAYA : KEPADA BAPAK KEPALA DINAS,WAKTU DAN TEMPAT, KAMI PERSILAHKAN.

  5. SIMPLYMAN Says:

    AND KALO BISA DALAM ACARA2 RESMI USAHAKAN PEMBAWA ACARANYA SUDAH PUNYA SERTIFIKAT LULUS BAHASA INDONESIA.HE.HE..HE.SALAM

  6. Antara Silakan Dan Silahkan « Amd Says:

    […] yang benar persilahkan atau persilakan yaa […]

  7. hoek Says:

    gemana kalo “BAPAK KEPALA DINAS, SYUMONGGO…”

  8. agorsiloku Says:

    sila = lima
    jadi diperlimakan?
    Tapi yang jelas maksudnya tahu kan.
    Kok tahu, bukan tau. “Tahu” kan makanan yang dibuat dari keledai eh.. kedelai.

    Namun, yang juga jelas, manusia selalu mengerti bukan dari kata tanpa arti, tapi dari konteksnya… jadi silahkan atau silakan… ya… makin bingung deh….

  9. simon Says:

    pilihan 1&2 bagus tuh pak, tapi untuk yang ke 3 agak oanggung, kta silahkan dengan tanpa awalan untuk menyuruh orang tampil adalah kurang tepat

  10. Antara Silakan Dan Silahkan « All That I Can’t Leave Behind Says:

    […] yang benar persilahkan atau persilakan yaa […]

  11. nina Says:

    Yang benar adalah “silakan” tanpa huruf “h”.

    Kita ditertawakan orang bule karena grammar English yang kacau…kenapa kita tidak bangga dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Seperti juga kesalahkaprahan penggunaan kata “Yth”:
    Yang benar adalah:
    Kepada:
    Yth. Bapak Kepala……

    bukan

    Kepada Yth:
    Bapak Kepala …..

    Orang-orang seperti simplyman justru orang yang tidak perduli dengan anak cucu. Ntar kalau batik dan lagu-lagu kita diakui oleh bangsa lain baru ribut.

    Harap maklum dengan kualitas beberapa orang Indonesia yang rendah.

  12. jessy Says:

    Saya setuju dengan pendapat Mbak Nina. Kita harus peduli dan bangga dengan bahasa Indonesia. Jangan pernah menyepelekan bahasa, terutama bahasa ibu, karena bahasa adalah identitas bangsa. Tetapi selain itu, saya ingin mengoreksi sedikit tentang penulisan kata Yth di atas. Seharusnya adalah Kepada Yth. (penulisan sejajar dan tanpa titik dua), bukan Kepada: (di bagian atas) Yth. (di bagian bawah). Pun peduli, bukan perduli.

  13. Jabon Says:

    jabon

    wah saya malah abingung di persilahkan aja ya … kayakya lebih sopan

    jabon

  14. Nendra Says:

    Menurut saya, lebih benar jika kita memakai “serahkan” dibandingkan “persilakan”

    Konteksnya seperti ini:
    ‘waktu dan tempat’ merupakan kata benda abstrak. Jika kita mengatakan ‘waktu dan tempat kami persilakan’ terkesan seperti kita meminta ‘waktu dan tempat’ yang berpidato.

    Padahal kita mengundang ‘Bapak Kepala Dinas’ untuk menyampaikan pidatonya.

    Untuk lebih lengkapnya mungkin seperti ini, “Kepada Bapak Kepala Dinas, waktu dan tempat kami serahkan.”

    Karena pada akhirnya ‘waktu dan tempat’ emang akan dikembalikan lagi.

    Kalo otak para pesimis masih ragu, bayangin aja ‘waktu dan tempat’ itu barang konkret; dipersilakan atau diserahkan??? Kalo masih belum ngerti, sekolah SD lagi deh.

  15. @sopwann Says:

    yg bener tuh WAKTU DAN TEMPAT KAMI HATURKAN, soalnya waktu dn tmpt tuh benda mati, gk bisa dipersilakan :))

  16. Abdul Khoir Says:

    Berdasarkan dari apa yang sudah saya pelajari di jurusan sastra.. yang benar dipersilakan bukan dipersilahkan karena berasal dari kata sila..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: