Kata “Guru” Dapat Menghentikan Nangis Seorang Gadis (Jaman Dulu)

Ketika saya masih anak-anak, sebelum tidur nenek suka bercerita “dongeng sebelum bobo”. Pada suatu malam ada cucunya yang lain, anak bibi, yang kebetulan seorang gadis.

Ketika itu gadis itu menagis tersedu-sedu, karena ada keinginannya tidak dikabulkan oleh orang tuanya. Dan susah untuk berhenti menangisnya.

Nenek saya secara spontan memperingatkan cucunya itu (anak gais itu) dengan kata-kata, “Awas…. ya… kalau kamu menangis terus nanti akan nenek kawinkan dengan seorang guru!”

Setelah nenek mengeluarkan kata-kata itu, tangisan gadis itu tiba-tiba berhenti, dan tidak menangis lagi….

Mengapa ya bisa demikian, kata “guru” bisa menjadi obat menangis seorang gadis pada tempo dulu?

5 Tanggapan to “Kata “Guru” Dapat Menghentikan Nangis Seorang Gadis (Jaman Dulu)”

  1. noor Says:

    klo emang begitu jaman dulu kang awan kecil..,skrang mah lain kang…orang pada pengen jd guru…,malah…ngambil2 porsi orang…,yng sarjana2.dr non pendkan..ikutan mo jd guru..rame2 pada ngambil AKTA 1V. halaaah kumaha tah kang…jadi sekarang mah gadis2 bakalan senyum bahagia deh klo dijodohin ama guru…..he he he…

    Tanggapan: Sepertinya pekerjaan seorang guru pada jaman sekarang merupakan pekerjaan favorit, contohnya banyak sarjana di luar kependidikan ingin ngajar, mengapa tidak masuk fakultas keguruan saja ya…? Tapi perlu diingat sampai sekarang masih belum jadi primadona….

  2. oz Says:

    menurut sy masuk keguruan itu ilmunya tanggung, sebagai contoh untuk jurusan pendidikan ekonomi, mata kuliah akuntansi dipelajari cuma pengantar I dan II, smentara di FE, dari acounting basic sampai advance dipelajari. dan anak SMK juga mempelajari dari basic sampe advance.. untuk kasus setiap terjadi PKL di SMK anak Uniku dari Jurusan PEndidikan Ekonomi ga ada yang mau ngajar akuntansi, smentara waktu sy ikut akta, dari Fakultas Ekonomi jurusan akuntansi pada ga keberatan karena mereka udah terbiasa.. apa jurusan pendidikan ekonomi siap PPL ngajar accounting advance ?

    Teori ekonomi, cuma mikro, smentara di fakultas Ekonomi mikro dan makro dipelajari, jadi lebih banyak kependidikannya dari pada ke bidang ilmunya..sementara yang kita ajarkan kan ilmunya bukan administrasi kependidikannya …

    Tanggapan:Saya setuju dengan pernyataan OZ, tapi saya pikir pada tahun sekarang di UPI dibuka sudah dibuka jurusan komputer bagi calon guru, yang menitikberatkan pada keterampilan dan pengetahun komputer ditambah dengan ilmu keguruannya. Dan mulai sekarang para guru akan diuji kompetensi yang salah satu diantaranya harus menguasai, mengembangkan dan memperadalam materinya. Jadi saya setuju kalau seorang guru harus terampil dan menguasai pada meteri yang diajarakannya dengan menggunakan ilmu keguruannya. Materi yang disampaikannya dalam, penyampainnya mudah dimengerti oleh siswa. Trims atas kunjunganya.

  3. dewi Says:

    Menurut saya,pada waktu bapa masih kecil dulu,seorang gadis takut mendengar kata guru.jadi oleh sebab itu saudara bapa berhenti menangis.karena hal itu pernah saya alami.dulu saya sangat takut bila ada guru yang berkunjung ke rumah.karena dulu saya berpikir kalau guru itu akan memarahi9 saya karena saya malas .jadi bisa ajakan seorang gadis akan takut menikah dengan seorang guru yang kebanyakan pada KILLER.

  4. hilman Says:

    mungkin

  5. Reno Says:

    mungkin di berhenti menangis bukan karena takut di kawikan dengan guru tapi takut di marahi oleh sinenek


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: